News
Loading...

Kantor PRD Wilayah Merauke Didatangi Oleh Kasi I Intel Korem Animti Waninggap

Merauke, KNPBNews – Pada hari Kamis 08 Mei 2014, kurang lebih sekitar  jam 10:30 WPB. Kantor  PRD Wilayah Merauke didatangi oleh Kasi I Intel Korem Animti Waninggap, Letkol. Eko bersama satu orang anggotanya. Tujuan kedatangan mereka yaitu bersilaturahmi dan dikusi seputar perjuangan KNPB & PRD.

Awal dalam diskusi, Kasi I Intel mengatakan, orang yang berjuang harus berdoa dan percaya kepada Yesus. Ia meminta Alkitab dan membaca firman yang diambil dari Matius Pasal 18 : 19-20 “Dan lagi aku berkata kepada-mu jika dua orang dari pada-mu di dunia ini sepakat meminta apapun juga permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-ku yang di surga. Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka”. Dalam pembicaraan Kasi I terkesan mengarahkan diskusi, tentang agama dengan membawah Firman-firman. Namun Ketua PRD merasa bahwa dengan kedatangan Kasi I ada tujuan maka Ketua PRD menanyakan;
Ketua PRD: Apakah kedatangan bapak ini ada tujuan ?
Kasi I: Saya jalan-jalan saja.

Ketua PRD: Baik bapak, kami dikantor ini hanya yang ada bendera KNPB saja tidak ada bendera yang lain.

Kasi I: KNPB itu apa ?

Ketua PRD: KNPB adalah Komite Nasional Papua Barat, yang dulu disebut KNP Komite Nasional Papua yang sudah ada sejak tahun 1957 sebelum Papua masuk kedalamNKRI, yang sekarang disebut KNPB, hanya kita tambah B (Barat). KNP bertujuan untuk mempersiapkan lembaga politik yang dulu disebut Streg Raad dan Nieuw Guinea Raad yang sekarang disebut Parlemen Rakyat Daerah (PRD) dan Parlemen Nasional West Papua (PNWP) dan PVK atau tentara batalion Papua. Maka KNPB hanya bangkitkan kembali sejarah yang sudah perna ada, jadi KNPB bukan buat barang baru.
Kasi I: PRD itu apa dan PNWP itu apa ?

Ketua PRD: PRD adalah Parlemen Rakyat Daerah dan PNWP adalah Parlemen Nasional West Papua yang diketuai oleh Tuan. Buktar Tabuni.
Kasi I: Ada berapa PRD ?

Ketua PRD: PRD ada duapuluh tiga yang tersebar di daerah-daerah dan PNWP satu saja berpusat di Jayapura.

Kasi I: PRD & PNWP siap apa ?
Ketua PRD: Ya…siap pemerintahan.

Kasi I: Apakah akan ke Makamah Internasional ?

Ketua PRD: Ya..sedang proses menuju kesitu, karena kami orang Papua sebagai korban hanya mau menanyakan kepada Pihak-pihak yang terlibat memasukan Papua ke dalam NKRI, seperti Indonesia, Belanda, Amerika dan PBB dengan meninjau kembali perjanjian New York 15 Agustus 1962 di markas besar PBB dan PEPERA 1969. Apakah ada kesalahan hukum ? karena pada saat pelaksanaan PEPERA tidak sesuai dengan isi perjanjian New York seperti, satu orang satu suara tapi yang terjadi adalah perwakilan dan yang harus terjadi serentak tetapi pelaksanaannya bertahap. Seperti tanggal 14 Juli 1969 di Merauke, 16 Juli 1969 di Wamena, 19 Juli 1969 di Nabire, 23 Juli 1969 di Fak-fak, 26 Juli 1969 di Sorong, 29 Juli 1969 di Manokwari, 31 Juli 1969 di Biak dan 02 Agustus 1969 di Jayapura. Yang ada di dalam perjanjian New York adalah Penentuan Nasip Sendiri bukan penentuan pendapat rakyat (PEPERA). Itu yang orang Papua sebagai korban kami mau tanya, apakah ini suda sesuai dengan kesepakatan antara Indonesia dengan Belanda dalam Perjanjian New York yang mana pada saat itu tidak melibatkan kami orang Papua. Sehingga KNPB dan Parlemen menuntut hak penentuan nasib sendiri melalui Referendum, dalam pelaksanaan apa bila orang Papua memilih tetap dengan Indonesia berarti mau tidak mau, suka tidak suka, ingin atau tidak orang Papua harus ikut tidak boleh berontak karena itu hasil pilihan. Tetapi kalau orang Papua pilih merdeka keluar dari NKRI, maka tidak mau, suka tidak suka, ingin atau tidak Indonesia sebagai bangsa besar, bangsa yang beradap harus berjiwa besar terima kenyataan itu dan kita menjadi negara tetangga yang baik.

Lanjut Ketua PRD, Bapak dorang karena tugas ada di atas tanah Papua, karena tugas juga bapak dorang akan pindah seperti sekarang bapak tugas di Merauke besok mungkin bapak pinda dalam tanah Papua tapi di daerah lain atau bapak pinda diluar Papua. Tetapi rakyat kecil orang indonesia tidak pindah, maka tugas di Papua harus baik-baik karena Indonesia mempunyai pancasila dan binekatungal ika, tapi pancasila dan binekatungal ika ini hanya diterapkan di Papua. sebab orang Papua mempunyai kasih, tetapi ketika orang Papua ditekan, diancam, diteror, diintimidasi bahkan dibunuh terus-menerus maka orang Papua akan dendam. Jangan sampai karena kebijakan bapak dorang, rakyat kecil oarang indonesia akan menjadi korban di atas tanah ini. Karena kebenaran bisa disalahkan tapi tidak dapat dikalahkan, maka suatu saat kebenaran itu akan menang.

Kasi I: Apakah bendera tidak pakai Bintang Daud ?

Ketua PRD: kami tidak pakai Bintang Daud, karena kami berjuang bukan perjuangan agama tetapi perjuangan Papua adalah perjuangan bangsa. Karena kami di Papua ada agama protestan, agama Katolik dan Islam. Maka kami tetap hanya pakai Bintang Fajar, sebab Bintang Fajar adalah Bintang pengantar Matahari (pembawah terang).

Kasi I: Kenapa negara Vanuatu bawah masalah Papua di PBB dan hasilnya ?
Ketua PRD: Ya…benar Vanuatu ada bawah masalah Papua tanggal, 04 Maret 2014 di sidang HAM PBB dan hasilnya, Vanuatu mengatakan bahwa PBB harus bertanggung jawab dan agendakan masalah Papua di PBB karena pada saat itu PBB terlibat. Vanuatu bisa bawah masalah Papua karena Papua dan Vanuatu dalam kawasan Pasifik rumpun Melenesia, seperti indonesia di kawasan Asia.

Kasi I: Berarti PBB harus rubah draf.
Ketua PRD: ya…itu kami sedang urus menuju proses itu, biar  nanti PBB mereka urus itu karena mereka yang mempuyai keahlian soal itu.
Setelah diskusi Kasi I dan angotanya pamit pulang.

Sumber :  www.knpbnews.com
Share on Google Plus

About Suara Kolaitaga

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment