News
Loading...

Ini 16 Perbedaan Jokowi dan Prabowo,Rakyat Papua Ancam Boikot Pilpres

Jokowi dan prabowo bakal bersaing pilpres 2014,ini perbedaan kedua pasangan yang akan berkompetisi  9 juli mendatang.??
 
Yang satu mantan walikota, satunya lagi pecatan tentara
Yang satu berusia 53 tahun, satunya lagi 63 tahun
Yang satu kader partai, satunya lagi ketua dewan pembina partai
Yang satu bersih selalu, satunya lagi punya dosa masa lalu
Yang satu dikenal merakyat, satunya lagi dikenal dari keluarga ningrat
Yang satu suka naik sepeda, satunya lagi suka naik kuda
Yang satu menampilkan kesederhanaan, satunya lagi menampilkan kemewahan
Yang satu terkenal pekerja keras, satunya lagi terkenal tegas
Yang satu pernah miskin di masa lalunya, satunya lagi dari keluarga kaya
Yang satu punya empati besar pada sesama, satunya lagi punya hasrat besar untuk berkuasa
Yang satu hartanya milyaran rupiah, satunya lagi hartanya trilyunan rupiah
Yang satu hutangnya nol rupiah, satunya lagi berapa trilyun yah?
 
Yang satu didukung empat partai, satunya lagi didukung enam partai
Yang satu tidak bagi-bagi kursi, satunya lagi menawarkan bagi-bagi kursi
Yang satu Koalisi Profesional, satunya lagi Koalisi Transaksional
Dan perbedaan yang terakhir adalah...............
 
Namun diwilayah papua,terkait pilpres 2014,adalah agenda klonial,maka KNPB telah mengeluarkan seruan kepada rakyat papua, agar boikot pilpres dan minta refrendum untuk menentukan nasipnya sendiri,berikut isi himbauannya
Untuk Pemilu Presiden (Pilpres) Indonesia nanti, pandangan dan sikap politik kita jelas, tidak berubah, tidak plin-plan dan tidak berbelok-belok. Yakni, Pilpres Indonesia merupakan agenda negara kolonial Indonesia yang harus disikapi dengan penolakan dan perlawanan sipil melalui aksi boikot oleh segenap bangsa Papua, diatas teritori West Papua.

Perjuangan bangsa Papua untuk menentukan nasib sendiri berada pada posisi yang jelas dan tegas. Bukan pada posisi abu-abu. Karena itu, kita tidak akan terbawa dalam arus euforia politik bernegara milik kolonial Indonesia. Itu berarti, kita tidak memiliki kepentingan dan urusan dalam menilai, mendukung, apalagi memilih salah satu calon Presiden Indonesia, sebaik dan seburuk apapun Capres dan visi-misinya.
 
Struktur dan alat kekuasaan kolonial Indonesia diatas teritori West Papua, dengan kekuatan media, sedang mengkondisikan sistem pemikiran dan sikap kesadaran bangsa Papua kedalam hegemoni kolonial Indonesia. Melalui TV, Radio, Koran, dan Internet, mereka menghasut bangsa Papua. Mereka janjikan program-program ilusi yang tidak akan berhasil, dan sudah tidak berhasil dijalankan selama 52 tahun di atas tanah Papua.

Fokus bangsa Papua hari ini adalah menyolidkan barisan perlawan rakyat sipil di semua tingkatan. Bicarakanlah perjuangan melawan kolonialisme kepada temanmu di sekolah/kampus, keluargamu di rumah, jemaatmu di Gereja, dan dimanapun. Ajaklah mereka untuk membuang ilusi-ilusi dalam kolonial Indonesia, dan berjuang menyelamatkan bangsanya dari ancaman kolonial Indonesia. Serukan, sebarkan dan kobarkan perlawanan rakyat sipil Papua agar tidak turut serta (boikot) pada Pilpres milik kolonial Indonesia nanti.

Kita Harus Mengakhiri
Karena yang tersisa sisa-sisa
Salam perlawanan
Victor F. Yeimo
Ketua Umum KNPB
Penjara Abepura, 24 Mei 2014
 
Share on Google Plus

About Suara Kolaitaga

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment