News
Loading...

Bangsa Papua Hidup Meralat EKONOMI diatas kekayaan

Kondisi masyarakat Tembagapu-Timika hidup bawa tenda dari tahunke tahun
Timika-KNPBNews, Tahun Baru telah berlalu namun derita ini terus berlanjuut…!!! Kapan kita hentikan derita ini menjadi gembira dan senyuman di west Papua…????

Kondisi ini juga dialami oleh seorang Pemazmur Daud. Daud berkata dan bertanya:  “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? (Mazmur, 121:1) Daud bersama umat Israel juga mengalami penderitaan yang dialami oleh Bangsa West Papua, Bangsa Israel hidup dibawa tekanan, penderitaan, penganyiaan pada masa Pemerintahan Raja Firaun, Bangsa Israel dimusnahkan dengan berbagai macam cara dilakukan. Kondisi ini juga dialami oleh Bangsa Papua Barat bersama Bangsa Indonesia diatas tanah West Papua.

Penderitaan dan kemiskinan dan Pemusnahan, kesenjangan sosial tersus meningkat di tanah yang kaya raja ini.

Manusia Timika-Papua Terus Melarat Diatas Kekayaan Alam Yang Melimpah.
Inilah Korban dari PT Freeport Indonesia di Timika wes Papua, Masyarakat pemilik Tanah hidup di bawa tenda.- tenda…!! Sungguh ironis sumberdaya alam di Tanah mereka terus di kuras habis-habiasan namun masyarakat pemilik tanah hidup dalam kemiskinan.

inikah indonesia selama 52 Tahun lebih menguasai tanah Papua, Inndonesia selalu mengatakan dan mengkampanyekan media masa tetang kesejahtraan namun kenyataan di lapangan berbeda dengan kampanye pemerintah.

PT. Freeport Indonesia milik Amerika serikat tidak pedulikan kehidupan masyarat pemilik tanah yang sampai saat ini melarat diatas kekayaan alam yang melimpah. Indonesia pun mengintegerasikan orang Papua bukan untuk membagun dan mensejatrahkan manusia papua namun mereka hanya mengiginkan kekayaan alam papua.

Manusia pemilik negeri suku Amume Kamoro hidup dalam kemiskinan Tanah mareka sudah dirampas oleh pemeritah dan perusahaan di timikia akhirnya mereka tersinggir jauh, dari lakyaknya hidup manusia, mereka kehilangan tanah sebagai harta mereka, Pemerintah daerah dan perusahaan sampai saat ini tidak memikirkan nasib mereka.

apakah kita kita membiarkan kapitaalisme Amerika serikat dan indonesia mengeploritasi kekayaan alam kita ?

Jika kita biarkan mereka ambil sumberdaya alam kita namun manusianya tidak dibangun bagaimana nanti nasib anak cucu kita di masa yang akan datang?
apakah kita harus membisu dan berdiam diri…?

mari kita simak sesama kesenangan Sosial yang terjadi di tanah ini, diskriminasi sosial, marginalisasi dan pemusnahan manusia papua sampai detik ini hanya kepentingan Ekonomi dan kekuasan.

Solusi yaang Harus dilakukan oleh rakyat Papua adalah sadar dan melakukan perlawanan, dengan menuntuk Hak Penetuan nasib sendiri. sebab tidak ada solusi lain kecuali  bersatu dan melawan ketidak adilan.

Hak pentuan nasib sendiri mutlak diperjuaangkan karena, rakyat Papua Barat dikorbankan Oleh Amerika serikan dan indonesia demi kepentingan ekonomi mereka.

Amerika Serikat dan Indonesia tidak menghargai Hak Asasi Manusia yang dideklarasikan Pada tanggal 10 Desember 1948 Mejelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (MU PBB) mengeluarkan Universal Declaration of Human Rights (Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia – DUHAM). DUHAM memuat pokok-pokok hak asasi manusia dan kebebasan dasar, termasuk cita-cita manusia yang bebas untuk menikmati kebebasan sipil dan politik. Hal ini dapat dicapai salah satu dengan diciptakannya kondisi dimana setiap orang dapat menikmati hak-hak sipil dan politik yang diatur berdasarkan ketentuan-ketentuan internasional. Pemerintah Indonesia Tidak mampu mensejahterahkan rakyat Papua Barat oleh sebab itu jalan terbaik memberikan ruang demokrasi seluas-luasnya bagi rakyat Papua barat untuk menentukan nasib  sendiri secara adil dan bermartabat, melalui Referendum. (ad)




Share on Google Plus

About Suara Kolaitaga

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar