News
Loading...

PRD KAIMANA MENGADAKAN AKSI DUKUNGAN TERHADAP PEMBUKAN KANTOR FWC DI ASTURALIA, DAN ULANG TAHUN PRD KAIMANA YANG PERTAMAA

KNPB KAIMANA News 27 April 2014. Rakyat Malanesia di Kaimana di Mediasi Oleh Komite Nasional Papua barat KNPB Wilayah Kaimana dibawa Penanggung Jawab Lembaga Politk Parlemen Rakyat daerah Kaiman PRD Melakukan Kegiatan dalam Rangka,Memberikan Dukungan Peluncuran Kantor Free West Papua Campaign di Australi AU sekaligus Merayakan HUT KE-I PRD Kaiman.
 
Dalam Kegitan Ini Ketua Parlemen Rakyat Daerah Kaiman Bpk. Muhammad Kurita  Mewakili Rakyat Kaiman Menyatakan sikap atas Peluncuran Kantor Free West papua campaign Sebagai Berikut;
  1.  Kami Rakayat Bangsa Papua Barat di Kaimana Mendukung dan menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan pemerintah Australia yang telah menerima pemimpin Kemerdekaan International West Papua Mr. Benny Wenda dan memberikan  ijin pembukaan kantor Free West Papua Campangin atau Kantor OPM di Autralia pada hari Minggu, 27 April 2014.
  2. Kami Rakyat Papua Barat Mendesak kepada Pimpinan Negara MSG  segera menindak lanjuti Hasil keputuasn KTT MSG  pada tanggal 20 juli 2013 lalu demi hak penentuan Nasib Sendiri dan segra mendaftarkan Bangsa Papua juga sebagai Anggota MSG.
  3. Kami Bangsa Papua Barat menolak dengan tegas atas Hari Anesasi Bangsa Papua Barat di dalam NKRI yang akan dirayakan oleh Indonesia pada tanggal 1 Mei 2014 karena Bangsa Papua menganggap Anesasi ini adalah awal pemusnahan bagi Bangsa Papua Barat dan kepentingan PPB, Amerika Serikat, Belanda dan Indonesia untuk merampok harta kekayaan Bangsa Papua yang ada diatas tanah West Papua.
  4. Kami Bangsa Papua Barat menolak PILPRES (Pemilihan Presiden) 2014 dan Bangsa Papua Barat tidak terlibat dalam Pemilihan Presiden Indonesia yang dilakukan di atas tanah Papua Barat secara Ilegal ini, karena Pemilihan Presiden ini memperpanjang penderitaan dan pemusnahan etnis bagi Bangsa Papua Barat 5 (lima) tahun kedepan. Komitmen Bangsa Papua Barat BOIKOT PILRES 2014 solusi REFERENDUM.
  5. PBB, Amerika serikat, Belanda dan Indonesia segera bertanggung jawab atas Nasib Rakyat Papua Barat, dengan mencabut Resolusi 2504  dan  memberikan kebebasan bagi rakyat Papua Barat Untuk menetukan nasib sendiri (Self Determination) melalui mekanisme Internasional yaitu REFERENDUM bagi Bangsa Papua Barat.
Demikian pernyatan sikap kami Atas perhatian dan  dan kerja sama yang baik tak lupa kami haturkan berlimpah terima Kasih.







Share on Google Plus

About Suara Kolaitaga

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment