News
Loading...

SAMUEL WOMSIWOR: HIMBAUAN KEPADA PEMBANTU REKTOR III UNCEN

Sekjen GEMPAR Samuel Wamsiwor m saat berorasi depan uncen (Foto, dok GEMPAR)
Pernyataan yang dikeluarkan oleh Pembantu Rektor III Universitas Cenderawasih untuk membongkar Posko Mahasiswa “Papua for MSG” sangat aneh dan terlalu arogan.

Seharusnya, sebagai pembina mahasiswa di Univertas tertua di Papua ini mendukung kerja-kerja Mahasiswa yang adalah bagian dari Tri Dharma Perguruan tinggi Universitas Cenderawasih, yakni Pengabdian Kepada Masyarakat dan sekaligus pengaplikasian studi dari mahasiswa-mahasiswa, sebab sebagian penanggung jawab kegiatan ini berasal dari Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yakni Ilmu Pemerintahan, Ilmu Kesejahteraan Sosial dan Antropologi, serta sangat berkaitan dengan maksud didirikan Posko ini. Yakni budaya dan Politik.


Berangkat dari hal diatas, alasan Posko dibangun di lingkungan Universitas Cenderawasih karena UNCEN berdiri dengan latar belakang politik yang kental dan juga mempunyai pengaruh terhadap peradaban perjuangan orang Papua saat ini, sehingga tepat dibangun di Universitas Cenderawasih ini dan sekaligus menjadi tolak ukur serta undangan untuk bergabung bagi Perguruan Tinggi Negeri/Swasta yang ada di Kota Studi Kota Jayapura ke Posko Mahasiswa “Papua fo MSG”


Alasan Beliau mengatakan organisasi Gerakan Mahasiswa Pemuda dan Rakyat Papua(Gempar) adalah organisasi luar(bukan intera kampus), hal itu dapat dibantah, sebab, saya sendiri adalah mahasiswa Universitas Cenderawasih, yanng dipercayakan sebagai Sekretaris Jenderal GempaR Papua dan penanggung jawab Posko ini.


Lalu alasan beliau(PR III) mengatakan kegiatan Posko Papua for MSG mengganggu aktivitas perkuliahan di kampus UNCEN, pada dasarnya salah, sabab Posko ini tidak mengharuskan atau memaksa mahasiswa untuk bergabung kedalam posko, serta tidak menghalangi proses belajar mengajar dalam ruang kelas dilingkungan Universitas Cenderawasih abepura. Dan apalagi akan mengganggu kegiatan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi(SBMPTN) pada hari selasa(09/06) mendatang.


Sebab perjuangan kami adalah perjuangan tanpa kekerasan, dan kami mahasiswa adalah mahasiswa yang berintelek. Pengalaman-pengalaman perjalan perjuangan kami sebelumnya mengantar kami untuk berpikir kritis hari ini, demi pembebasan Papua Barat.


SAYA SECARA PRIBADI DAN KELOMPOKK GERAKAN MAHASISWA PEMUDA DANRAKYAT PAPUA MENYATAKAN: POSKO MAHASISWA “PAPUA FOR MSG”, AKAN TETAP ADA, HINGGA PERJUANGAN UNITED LIBERATION MOVEMENT FOR WEST PAPUA (ULMWP) UNTUK STATUS WEST PAPUA DI MELANESIA SPEARHEAD GROUP(MSG), pada 18-26 Juni 2015 mendatang, di Honiara Salomon Island, JELAS ATAU TERDAFTAR SEBAGAI ANGGOTA PENUH MSG.


DEMIKIAN HIMBAUAN KEPADA PEMBANTU REKTOR III UNIVERSITAS CENDERAWASIH, yang adalah Warga Melanesia Papua Barat, dan sekaligus orang tua bagi kami mahasiswa Papua Uncen.

Sumber : https://gemparpapua.wordpress.com/2015/06/06/samuel-womsiwor-himbauan-kepada-pembantu-rektor-iii-uncen/
Share on Google Plus

About Suara Kolaitaga

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment