News
Loading...

Lagi Tolak RUU Otsus Plus, GempaR Gelar Mimbas Bebas di Kampus STIE Umel Mandiri

Aksi Gempar saat menolak draf Otsus Plus di Gapura Uncen atas (Foto: Agus Pabika/Suara Papua)
PAPUAN, Jayapura --- Gerakan Mahasiswa Pemuda, Mahasiswa dan Rakyat Papua (GempaR ), Rabu, (01/10/14) kemarin, mengelar aksi mimbar bebas di depan Gapura pintu masuk Kampus Umel Mandiri, Kotaraja, Papua, menolak pengesahan Rancangan Undang-Undang Otsus Plus yang di perjuangkan pemerintah Papua.
“Dengan mengabaikan tuntutan rakyat di tanah Papua, Lukas Enembe dan Kroni-kroninya tetap tancap gas untuk meloloskan draf RUU Otsus Plus, kami dengan tegas menolaknya," ujar Samuel Wamsiwor, mahasiswa Fisip Uncen, dalam orasinya.
Menurut Samuel, dalam tahapan pembahasaan, telas jelas-jelas mendapatkan penolakan keras dari rakyat Papua, bahkan lembaga kultural masyarakat asli Papua, Majelis Rakyat Papua (MRP) sendiri dalam evaluasi Otsus versi Orang Asli Papua (OAP) pada 24-27 juli 2013 telah menolaknya.
“Mereka menyatakan penolakannya dengan merekomendasikan dua hal pertama, membuka ruang untuk dialog antara rakyat Papua dengan pemerintah pusat yang di mediasi oleh pihak ke tiga netral dan di laksanakan di tempat yang netral pula." 
"Kedua, undang-undang nomor 21 Tahun 2001 tentang otonomi khusus bagi Provinsi Papua tidak boleh diamandemen sebelum melakukan Dialog Jakarta-Papua sebagaimana disebutkan pada point (1) rekomendari, itu yang menjadi tuntutan rakyat Papua,” ujar Samuel
Lanjut Samuel, hasil rekomendasi telah telah jelas-jelas diabaikan oleh Lukas Enembe dan kroni-kroninya dan yang lebih aneh lagi, segilintir anggota MRP, termasuk ketuanya Timotius Murib, balik mendukung dengan membuat pernyataan di media massa yang jelas-jelas berlawanan dengan tuntutan rakyat Papua saat evaluasi Otsus.
Sementara itu, Daniel Kosamah, Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom ) Muhammadiyah Jayapura, dalam orasinya mengatakan, semua birokrat tenggah menunjukan sikap dukungan terhadap RUU Otsus Plus dan lupa terhadap tunrtutan masyarakat Papua yang paling subtansial yakni Menolak RUU Otsus Plus.
“Kami ingin sampaikan kepada pemerintah untuk tidak melanjutkan proses penyusunan dan pengesahannya RUU ini, dan harus melihat gejolak politik yang terjadi di atas tanah Papua. Dan juga tidak mengunakan tindakan radikal serta menjual diri dengan kata “Papua Merdeka” dalam memuluskan niat jahat dan ambisi busuknya.”
“Pernyataan Gubernur pada aksi mahasiswa (04/11/13) lalu, yang mewengatakan bahwa ia adalah Gubernur NKRI, tapi yang aneh dan memalukan kenapa terus menerus mengancam Jakarta dengan kata Papua Mereka" tanya Kosamah.
Pantauan suarapapua.com, di tempat aksi mimbar bebas, mahasiswa dari berbagai perguruan Tinggi se-kota Jayapura hadir untuk menyampaikan orasinya, mulai dari Kampus Umel Mandiri, Stikom Jayapura, Universitas Cenderawasih, dan beberapa kampus lainnya.
Gempar juga mengajak kepada mahasiswa, Dosen ,Aktivis LSM, perempuan, tokoh Gereja, tokoh adat, pegawai Negri, Wartawan, Guru, pelajar, nelayan, petani dan seluruh rakyat Papua dan Papua Barat untuk sama-sama nyatakan sikap tolak RUU Otsus Plus versi Lukas Enembe dan Kroni-kroninya.
AGUS PABIKA
 
Sumber : www.suarapuapua.com
Share on Google Plus

About Suara Kolaitaga

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment