Select Menu
Select Menu

BERITA TERKINI

INTERNASIONAL & NASIONAL

PULHUKAM

Gambar template oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

TANAH WEST PAPUA

AKTIVIS

PENDIDIKAN & BUDAYA

SUARA TPNPB-OPM

PUISI PAPUA

SOROTAN

ARTIKEL & OPINI

» » PEJUANG KEADILAN DAN PERDAMAIAN DI TANAH PAPUA


Suara Kolaitaga Sabtu, Februari 09, 2013 0

Foto : Marthen Agapa
Marthen Agapa adalah seorang aktivis kemanusiaan dan Pro Kemerdekaan dari Parlemen Jalanan (Parjal) di Kota Jayapura. Dia pemberani dan pejuang keadilan di negeri Papua. Dia juga sebagai pembela perdamaian di negeri Papua. Seorang anak adat Papua selalu memperlihatkan wajah kepapuaan melalui berbagai kegiatan. Kegiatan-kegiatan yang beliau jalani adalah Sol Sepatu, pedagang piara ternak ayam dan selain sebagai aktivis Papua.

Berbagai ungkapan adalah sejauh saya ada, maka saya akan berbicara akan keadilan. Ungkapan lainnya yakni sikap revolusioner adalah hidupku. Ungkapan selanjutnya adalah hidup akan berarti jika saya bersama anak-anak di Jalanan. Ungkapan-ungkapan tersebut menjadi inspirasi dan motivasi beliau dalam perjuangan meraih impian yakni keadilan sepenuhnya di negeri ini.

Saya berpikir bahwa dia adalah seorang tokoh yang bermain di belakang layar demi keadilan di negeri ini. Dia patut dihargai sebagai orang komunikatif dan bisa kompromi dalam perjuangan. Beliau selalu memimpin rapat, pertemuan-pertemuan, memimpin demonstrasi dan mengadakan diskusi-diskusi terbuka maupun tertutup. Walau demikian dalam perjalanannya beliau mengalami tantangan dengan dirinya karena ditabrak oleh orang yang tak dikenal sehingga tulang tangan patah. Namun beberapa bulan kemudian lekas sembuh dan aktivitasnya kembali seperti biasanya. Dengan sebuah kata JIKA BADAI MENIMPA, MAKA SAYA MENGHALAU BADAI DENGAN SIKAP KESABARAN DEMI MERAIH MUTIARA KASIH DEMI TANAH INI.

Kata ini sebagai sebuah tombak untuk hadir dalam diskusi dan seminar-seminar di kalangan organ Parjal sendiri maupun organ lainnya termasuk faksi-faksi lainnya di Papua. Wajah beliau hadir dan ada dalam sebuah pertemuan terakhir dalam seminari tentang “PEMEKARAN DI TANAH PAPUA” (Sebuah Tantangan Bagi Eksistensi Orang Asli Papua di Era Otsus) di Aula St Yoseph STFT-Fajar Timur Abepura, 6 Juni 2012. Dalam seminar dan diskusi selanjutnya beliau tidak memperlihatkan wajahnya di Kampus Yerusalem Baru. Demikian pun diskusi dan seminar-seminar di tempat lain belum terlihat wajah ketampangan beliau. Ketampangan dalam diskusi dan seminari selalu saja muncul pertanyaan-pertanyaan kritis dan kritik dengan analisa sosial yang wajar. Namun beberapa bulan terakhir ini belum terlihat karena gangguan kesehatan beliau.

Pada akhirnya, 8 Februari 2013 pukul 11.00 siang terdengarlah bahwa beliau telah dipanggil Allah. Beliau menghembuskan nafas dan kehidupan terakhir yang menjadi awal hidup bersama-Nya di rumah sakit Abepura Papua. Allah telah mengambilnya dan Dialah yang menentukan akhir hidup manusia. Dialah yang telah mengutus beliau dan kini beliau kembali di hadapan-Mu. Terimalah beliau ini di sisi kanan-Mu ya Allah Bapa di Surga. Kami mengantarnya dengan sedih dan harapan bahwa Engkau menerima jiwanya dari beliau ini. Amin!!

SELAMAT JALAN DI HADAPAN ALLAH DI SURGA
Sumber : Grup KNPB

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama