News
Loading...

MAMA JANGAN TINGGALKAN SAYA

Seorang Ibu Papua yang dibunuh oleh Militer Indonesia,
ditangisi oleh buah hati di jalan (foto,Dok FB)
Kami berteriak tetapi tidak ada telinga yang mendengar
Kami merintih dalam tangisan hingga kehabisan air mata
Kami berjuang tetapi keutuhan telah disobek-sobek

Suara kami hanyut ditelan konglomerat dan perusahan raksasa
Air mata kami ditelan belantara kekuasaan rezim ini
Tangan kami tergilas ekonomi bulldoser pembangunan

berteriak mempertahankan hak atas tanah bangsa
Tetapi itu disebut anti pembangunan dan separatis
Menangis membela hidup disebut pengacau negara
Berjuang mempertahankan tumpah darah kami, itu katanya musuh negara

Kuburan leluhur, kampung, adat, binatang dan tanaman
Sumber alam dan hutan kami dicaplok oleh penguasa kapitalis dan penguasa bersenjata
Kami tergusur, terhimpit dan merana

Kami terbuang dikampung halaman dan tanah leluhur kami sendiri
Kami menjadi pengemis di atas kekayaan dan dari para pencuri, perampok dan pembunuh
Kami menjadi tak berdaya

Inikah takdir hidup kami
Semuanya hanya DIA Sang Maha Kuasa, Alam Bangsa Negri dan Moyang Negri ini tahu
Kepadanya Kami Serahkan.


Karya "Honaratus Pigai"
Share on Google Plus

About Suara Kolaitaga

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment