News
Loading...

PM Vanuatu: Masih Tidak Lupa Berani Bermimpi (3)

Demontrasi rakyat Papua. Foto: Ist
Jayapura, MAJALAH SELANGKAH -- Dalam pidatonya pada Sidang Tahunan Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa, 4 Maret 2014, Perdana Menteri (PM) Vanuatu Moana Carcasses Kalosil menekankan pihaknya menemukan orang Melanesia di Papua Barat masih tidak lupa berani bermimpi untuk kesetaraan dan keadilan.

"Dalam iklim ketakutan dan represi dari perbedaan pendapat politik, dan terang-terangan kelalaian oleh Komunitas internasional, termasuk PBB dan negara-negara maju yang kuat sejak tahun 1969, kita menemukan ras ini masih tidak lupa berani bermimpi untuk kesetaraan dan keadilan. Namun negara-negara demokratis telah diam," kata Moana Carcasses Kalosil.

Kata dia, sebagai warga negara Melanesia, pihaknya datang ke Sidang HAM PBB untuk meminta tindakan segera.

"Ketidakadilan di Papua Barat merupakan ancaman bagi prinsip keadilan di mana-mana di dunia. Saya tidak bisa tidur nyenyak di malam hari ketika saya tahu bahwa pada tahun 2010 Yawan Wayeni, yang dikenal sebagai seorang separatis direkam oleh pasukan keamanan saat ia berbaring dalam genangan darahnya sendiri dengan ususnya merembes dari luka menganga di perutnya," kata Moana Carcasses Kalosil kepada Presiden Dewan HAM PBB dalam pidatonya.

"Ini kekhawatiran saya bahwa pada bulan Oktober 2010 Telenga Gire dan Anggen Pugu Kiwo diikat oleh militer dan disiksa. Ini kekhawatiran saya ketika saya melihat rekaman video dari sekelompok orang Papua dibatasi dan ditendang di kepala oleh tentara berseragam yang dimaksudkan untuk melindungi mereka," katanya prihatin pada forum tertinggi soal HAM itu.

Di hadapan negara-negara di dunia itu, kata PM Vanuatu, "Saya khawatir karena antara Oktober 2011 dan Maret 2013,, 25 orang Papua dibunuh dan tidak ada yang telah dilakukan untuk membawa pelaku ke pengadilan. Itu membuatku merasa malu. Sebagai Melanesia, untuk dicatat bahwa sekitar 10% dari populasi Melanesia pribumi telah dibunuh oleh pasukan keamanan Indonesia sejak 1963. Sementara saya mengakui 15 tahun reformasi yang telah terjadi, saya juga khawatir bahwa Melanesia akan segera menjadi minoritas di tanah mereka sendiri di Papua". (GE/IST/MS)


Baca Juga dibahwa ini.
1.  PM Vanuatu: Masyarakat Internasional Mengabaikan Suara Rakyat Papua Barat (1)
 
 2. PM Vanuatu: Dunia Telah Menyaksikan Litani Penyiksaan di Papua Barat (2) 
 3. PM Vanuatu: Masih Tidak Lupa Berani Bermimpi (3)
 4. PM Vanuatu: Tak Ada Alasan Kurang Informasi Soal Pelanggaran HAM (4)
 http://majalahselangkah.com/content/pm-vanuatu-tak-ada-alasan-kurang-informasi-soal-pelanggaran-ham-4-
5.  PM Vanuatu: Dari Penjara, Filep dan Yusak Serukan Dunia Bicara Menentang Ketidakadilan (5) 
 6. PM Vanuatu: Dewan HAM PBB Buka Akses Jurnalis Internasional untuk Papua (6) 
 7. PM Vanuatu: PBB Harus Akui Kesalahan Masa Lalu Atas Papua (7)
8.  PM Vanuatu: Resolusi Dewan HAM PBB Mendukung Janji SBY Soal Dialog Jakarta-Papua (8-Habis) 
Share on Google Plus

About Suara Kolaitaga

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment