News
Loading...

Ketakutan Terus Menghantui Orang Asli West Papua

Selama kurang lebih seminggu di Kampungku Enarotali, banyak peristiwa mengenaskan terjadi. Saya hanya bingung dan bengong mnyaksikan itu semua. Bingung karena pelaku atas peristiwa itu tidak pernah berhasil diungkapkan oleh pihak keamanaan.

Ketika aparat atau pihak keamanan ditanya terkait persoalan-persoalan itu, kata mereka yang melakukannya adalah kaum pemberontak yang ada di hutan sana tanpa berdasarkan bukti.

Dengan begitu, aparat biasanya bertindak seenak mereka. Swiping brutal terjadi dimana saja semau mereka. di Pasar, Rumah Sakit, Sekolah dan di tempat umum lainnya.

Cara senonoh dan sikap tak terpuji dari aparat ini membuat masyarakat ketakutan. Banyak yang kesal dan kecewa tapi tak bisah melawan karena tentu resikonya tinggi.

Selain itu, yang membuat saya agak sedikit heran, swiping yang dilakukan bukan saja barang bawaan yang ditanya, paras tubuh dari setiap masyarakat yang membuat mereka curiga juga ditanya habis-habisan. misalnya jenggut dan kumis yang panjang, rambut lingkar, badan besar, dan lainnya.

Padahal belum tentu itu adalah pelaku. Hal ini jelas kalau aparat sengaja mau melempar persoalan ke tangan masyarakat yang tidak tahu apa-apa.

Karena capeh menyaksikan permainan bodoh ini, saya memutuskan turun ke Nabire untuk sekedar menyegarkan otak.

Namun hal serupalah yang saya rasakan. Baru sehari di Nabire, saya dikagetkan dengan pembunuhan misterius.

Menurut cerita dari teman saya, pembunuhan terjadi di Kompleks Kali Harapan. Korbannya adalah mas ojek. Dia dibunuh dengan cara di tikam pakai pisau oleh orang tak dikenal.

Akibat dari ini, masyarakat nabire dalam keadaan wanti-wanti hingga saat ini.

Saya mencoba telusuri persoalan ini kepada teman saya yang telah menjadi Polisi. Saat ditanya, dia mengatakan belum ada kepastian dari atasan siapa sebenarnya pelaku atau tersangka.

"yang jelas adalah OTK kawan", kata dia kepada saya.

dengan demikian saya dapat menarik sebuah benang merah bahwa orang papua yang di bumi papua, sedang berada dalam ambang pintu kepunahan, kemarjinalan dan kemusnahan. 

Sumber :  http://tangisantanah.blogspot.com/2013/03/ketakutan-terus-menghantui-oap.html
Share on Google Plus

About suarakolaitaga

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment