News
Loading...

Empat Pimpinan GIDI Tak Penuhi Panggilan Pemeriksaan Polda Papua

Bekas kios yang terbakar akibat kerusuhan di Kecamatan Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, Senin (20/7/2015). Berbagai pemangku kepentingan di Karubaga menegaskan bahwa kendati konflik diawali penolakan salat id, tetapi konflik disebabkan faktor miskomunikasi.
JAYAPURA, KOMPAS.com — Empat orang pimpinan Gereja Injili di Indonesia (GIDI) tidak memenuhi panggilan pemeriksaan dari Kepolisian Daerah Papua, Senin (27/7/2015), terkait kerusuhan Tolikara.
Keempat orang yang rencananya diperiksa Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Papua itu adalah Presiden GIDI Pendeta Dorman Wandikbo, Ketua dan Sekretaris Badan Pekerja GIDI Wilayah Tolikara, Pendeta Nayus Wenda dan Pendeta Marthen Jingga, serta Ketua Panitia Seminar dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Pemuda Internasional GIDI berinisial YJ.
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Kombes Patrige Renwarin mengatakan, surat panggilan terhadap keempat pimpinan GIDI tersebut sudah disampaikan sejak Jumat (24/7/2015) lalu. Rencananya, menurut Patrige, pihaknya akan meminta keterangan terkait pelaksanaan seminar dan KKR Pemuda Internasional GIDI yang sedianya dilaksanakan tanggal 22 hingga 27 Juli, tetapi tiba-tiba berubah menjadi tanggal 15 hingga 20 Juli.
"Empat pimpinan GIDI yang berstatus saksi ini akan dimintai keterangan terkait jadwal pelaksanaan seminar," ujar Patrige di Mapolda Papua, Senin.
Salah seorang kuasa hukum keempat pimpinan GIDI, Olga Hamadi, membenarkan bahwa keempat kliennya tidak menghadiri pemeriksaan karena masih sibuk mengurus jemaat. Tim kuasa hukum berencana menemui Direskrim Umum Polda Papua untuk menjadwalkan pemeriksaan terhadap keempat kliennya.
Insiden di Kabupaten Tolikara mengakibatkan puluhan bangunan kios dibakar, termasuk Masjid Baitul Muttaqin yang ikut terbakar. Saat itu, ada dua acara yang dilaksanakan berdekatan. Selain perayaan Lebaran yang ditandai dengan shalat Idul Fitri, juga ada pertemuan pemuka gereja.
Ratusan orang membubarkan shalat Id yang digelar di rumah ibadah tersebut. Polri kemudian melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan massa. Lantaran tak ada yang menaatinya, polisi kemudian melepaskan tembakan ke tanah.
Seorang dikabarkan tewas dan 11 orang luka-luka akibat terkena tembakan polisi. (Baca: Komnas HAM Minta Polri Terlibat dalam Penyidikan Insiden Tolikara)

http://regional.kompas.com/read/2015/07/27/22285061/Empat.Pimpinan.GIDI.Tak.Penuhi.Panggilan.Pemeriksaan.Polda.Papua
Share on Google Plus

About Suara Kolaitaga

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment