News
Loading...

25 KASUS PEMBUNUHAN DAN PENYIKSAAN SERTA PENAGKAPAN RAKYAT PAPUA 2015 SAMPAI AWAL TAHUN 2016

Pembunuhan Warga sipil 2 Januari 2016 di setani
LAPORAN RESMI KNPB TENTANG
PEMBUNUHAN, PENYIKSAAN , TEROR DAN INTIMIDASI WARGA SIPIL
OLEH TNI-POLRI TAHUN  2015 dan AWAL TAHUN 2016  DI  WEST PAPUA

Kasus pelanggaran HAM di Papua Barat belum juga usai, dari tahun ke tahu dari bulan ke bulan dari harai ke hari selalu ada darah dan Air mata di west Papua.
ada sekitar 25 kasus kekerasan yang diduga dilakukan oleh aparat kepolisian dan juga TNI baik dari Militer Organik maupun non organik. ada sekian kasus yang kelihatan keterlibatan aparat kepolisian dan TNI namun ada kasus yang tidak kelihatan fisik karena dilakukan Oleh militer Non Organik . Maksud saya disini adalah kemungkinan operasi Intelejen dan kopasus sedang melakukan opersi di Papua. 

kasus kasus ini ada yang di ungkap namun ada yang belum di uangkap dan mengadili Para pelaku pelanggar HAK Asasi Manusia di Papua. 

Kemungkinan besar keterlibatan Aparat Kolonial indonesia untuk tetap mempertahankan wilayah Papua sebagai wilayah koloninya, dan ada konspirasi  Iperalis dan kapitalisme golobal tetap mendukung kolonial agar mereka lebih leluasa menanamkan saham di papua untuk mengexplorasi suber daya alam yang terkandung di bumi cendrawasih.

Hal ini bisa terlihat jelas kolonial indonesia sibuk untuk merebut saham PT.Freeport indonesia di jakarta tanpa memperhatikan nasib pemilik tanah Papua. Jakarta bicara kontrak karja PT. Freeport, mengalikan perhatian buplik sedangkan orang Papua yang meniggal di Ndugama tidak pernah dibicarakan. Sekitar 74 anak meniggal dunia, satu generasi habis dan lenyap secara sistematis, jakarta  tidak peduli sama sekali, media pun ikut mendukung peraktek tersebut, tidak pernah mengangkat kematian manusia di Nduga.

Sementara itu aparat kolonial TNI/POLRI terus membunuh rakyat papua yang tak berdosa tanpa manusiawi, untuk mempertahankan wilayah kolonialnya di papua barat. Pembunuhan Penyiksaan, diskriminasi, penagkapan terus melanada di papua. 

1. Penembakan tni,polri terhadap rakyat sipil kembali terjadi di timika gorong-gorong. 

Penembakan,penangkapan pembunuhan pemerkosaan dan lain-lain selalu akan ada selagi Negara colonial masih berada di kawasan  malanesia atau west papua dan semuanya ini tak mungkin hilangkan oleh siapapun kecuali rakyat west papua keluar dari Negara Kolonial Indonesia..         
 kemudian Penembakan,dari TNI,POLRI, terhadap rakyat sipil dimana-mana terjadi maka kronologis singkat mengenai penembakan yang di lakukan oleh TNI,POLRI di timika goron-gorong sebagai berikut :

Beberapa orang anak remaja keluar dari rumahnya bapak Kepala suku umum timika FIT NAWIPA  gorong-gorong timika  satu diantaranya anak kedua dari bapak kepala suku tersebut diatas kemudia sebelum mereka keluar bapaknya ungkap kepada mereka bahwa,situasi dan kondisi di kota timika kurang aman kemudian di pos polisi gorong-gorong terlihat Polisi yang biasanya piket disitu tidak ada kelihatannya semua muka-muka baru jadi,kamu jalan hati-hati.ungkap kepala suku FIT NAWIPA.kemudia mereka pergi lalu,mereka makan warung di sebuah warung yang berada di sebelah kiri pos polisi setelah mereka makan satu diantaranya,bayarnya kurang 2000 (dua ribu ) dari harga yang telah tetapkan di warung tersebut. Kemudian pemilik warung tidak menerima dan ia langsung lapor kepada pos polisi itu,lalu, beberapa polisi datang dan mereka memukul.kemudian beberapa anak remaja itu, tidak menerima dan secara emosional ambil batu dan melemparnya di pos polisi kemudian polisi langsung ambil tindakan dan menembak beberapa orang itu lalu, satu diantara mereka mengenai tembakan di dada dan langsung jatu lalu,,polisi membawah korban ke rumah sakit RSUD SP 1 Nawaripi timika papua. Kemudian korban tersebut masih dirawat dirumah sakit nama  korban adalah sebagai berikut :
                        Nama                           :  Meki Nawipa
                        Umur                           :  19 Tahun
                        Hari kejadian               :  Sabtu 10 januari 2015 tadi malam.
                        Tempat kejadian          :  Gorong-Gorong Timika
                        Jam Kejadian              :  09 : 45 tadi malam
Ungkapan seorang warga sipil west papua yang bersama dengan korban diatas di rumah sakit bahwa,tadi malam mereka membersihkan luka tembakan tetapi POLISI larang keluarganya  untuk menemani di ruangan RSUD yang sedang membersihkan tetapi saya merontak makanya mereka menyuruh saya untuk masuk tetapi,saat mereka membersikan luka tembakan, tidak ada peluru jadi, pasti mereka ambil ka,,atau saya tidak tahu karena saya datang juga lama..  tetapi,pandangan saya terlihatnya polisi menembaki dengan peluruh karet..ungkapan keluarga yang bersamanya di ( RS )

Demikian Kronologis singkat mengenai penembakan di timika gorong-gorong.

2. POLISI TEMBAK 5 WARGA SIPIL 1 ORANG MENINGGAL DUNIA 16 ORANG DITAHAN DI POLRES YAHUKIMO 

KORNOLOGIS PERTAMA 19 MARET 2015.
Pada tanggal 09 maret 2015 KNPB Yahukimo membuka panggung penggalangan dana di depan ruko putra daerah Yahukimo sesui dengan program kerja mereka. Pada tangal 11 maret 2015 KNPB bersama masyarakat melakukan penggalangan dana di depan Ruko putra daerah, kegiatan penggalangan dana ini berjalan secara damai selama 1 minggu sejak tanggal 11 -19 maret 2015.
 
Pada kamis tanggal 19 Maret direncanakan hari terakhir melakukan penutupan penggalangan dana tersebut, renca penutupan penggalangan tersebut hendak dilakukan pada pukul 15 .00 WPB dalam ibadah. Satu hari sebelumnya kegiatan berlangsung KNPB yahukimo sudah melakukan Kordinasi bahwa panggung penggalangan dana tersebut akan ditutup pada tanggal 19 Maret dalam bentuk Ibadah terbuka.

Kemudia Pada pagi hari tanggal 19 Maret 2015 KNPB yahukimo bersama ribuan rakyat sedang berkumpul di tempat penutupan panggung untuk mengikuti ibadah dan sedang melakukan persiapan, Namun pada pagi tanggal 19 maret 2015 pagi hari Polda Papua mengutus anggota Brimob polda Papua menuju Yahukimo menggunaan pesawat susi air menuju Yahukimo.

Kemudian pada pukul 09.25 langsung tiba ditempat kegiatan penggalangan dana tersebut dengan kekuatan penuh langsung mengeluarkan tembakan dan membongkar panggung tanpa kordinasi dengan pengurus KNPB dan kordinator yang melakukan persiapan ibadah penutupan panggung pencarian dana.

Anggota Brimob dan anggota polisi datang membonggar panggung tersebut degan membubarkan paksa masa yang berkumpul di tempat kegiatan dengan alasan bahwa kegiatan tersebut illegal katanya. Setelah anggota brimob dan dan kepolisian membongkar panggung dan menyita barang-barang milik KNPB seperti Spanduk ,Megapone, Spiker Toa dan Camera serta bendera KNPB bahkan juga uang Yang dikumpul oleh rakyat.

Dalam insiden pembubaran paksa tersebut anggota brimob mengeluarkan beberapakan penembakan terhadap masa untuk membubarkan secara paksa hal tersebut mengakibatkan 2 anggota KNPB terluka dan 1 anggota KNPB ditangkap polisi sementara di tahan polres Yahukimo.

KORNOLOGIS HARI KE DUA JUMAT 20 MARET 2015

2.Brimob Polda Papua dan Kepolisian dari Polres Yahukimo kembali Menagkap 5 aktivis KNPB dan 5 warga Sipil Ditembak, 1 orang Meninggal Dunia
Pada hari jumat 20 Maret 2015 kepolisian dari polres Yahukimo dan Brimob dari Polda Papua kembali melakukan penangkapan dan Penembakan terhadap rakyat sipil dan anggota KNPB.

Awalnya pada pukul 15.10 WPB kepolisian dari polres Yahukimo dan Brimob mendatangi sekertariat KNPB yang terletak di jalan Heluk, belakang pasar baru dengan kekuatan penuh membongkar sekertariat KNPB lalu tanpa melakukan negosiasi dengan pengurus dan anggota KNPB yang berada di sekertariat KNPB dan langsung mengeluarkan tembakan kearah sekertariat. akhirnya warga disekitar kompleks sekertariat berhamburan keluar dan lari menyelamatkan diri. Kemudian polisi langsung masuk ke sekertariat dan melakukan Pembonggaran terhadap sekertariat KNPB.

Dalam insiden ini polisi dan anggota brimob menangkap 3 aktivis KNPB dan menembak 4 warga sipil yang berada di sekitar kompleks sekertariat KNPB. Pada pukul 16.30 WPB kepolisian dan brimob menangkap 3 orang anggota KNPB antara lain :

1. ELKIUS KOBAK 17 Tahun
2. PUTIH BAHABOL 20 Tahun
3. ERA KOBAK 20 Tahun
Kemudian 3 warga sipil yang ditembak adalah
1. TITUS GIBAN 39 tahun ( kepala sekolah SD suru-suru) korban kena tembakan di Rusuk dan tembus perut
2. SIMSON GIBAN 32 Tahun kepala kampung silikon distrik silimo(kritis)
3. OBANGMA SEGENIL 58 Tahun (meninggal dunia)
4. INTER SENEGIL 16 tahun ( anak sekolah salah satu SMA di Yahukimo, Korban kena tembak di tangan kiri dan tangan kanan.
 

 Dalam kasus ini 3 orang ditakap  sedang menjalani Hukuman LP wamena Manison Kobak, Yakub Bahabol, dan Ernes Silak, mereka divonis masing –masing Manison 2 tahun, Ernes 1 tahun 6 bulan dan Yakub 1 Tahun Penjara.
Penembakan itu terjadi pada pukul 16.45 di sekitar kompleks sekertariat KNPB wilayah Yahukimo. Kemudian pada pukul 17 30 WPB dua orang ditangkap, antara lain 1. Yulianus Payage 2 pion Yelemaken.

Berdasarkan informasi kami dapat dari Yahukimo bahwa Birimob dari polda papua dan polres Kabupaten Yahukimo telah menangkap dan menahan 16 orang di polres Yahukimo sejak tanggal 19-20 Maret 2015.
Kemudian Jumlah korban penembakan 6 orang, dari 6 orang tersebut satu orang atas nama Obangma Segenil meninggal dunia.

3.    Penembakan di Dogiyai, Satu Orang Tewas dan Tujuh Orang luka-luka

Satu orang tewas dan tujuh orang luka luka saat beberapa orang berpakaian premena dan bersenjata melakukan penembakan terhadap delapan warga sipil di Ugapuga, Kamu. Timur, Kabupaten Dogiyai, Papua pada Kamis, 25 Juni 2015 pukul 10:00.
Korban tewas nama Yoseni Agapa 15 dan korban luka-luka Melianus Mote, 16 Podepai Agapa 14 Yulius Agapa 17 Yunias Agapa 16 Feri Goo 15 Neles Douw dan Menki Agapa
Menurut keterangan ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB ) wilayah Dogiyai David pigau mengatakan peristiwa penembakan terjadi bermula dari pemalangan jalan

Awalnya mereka korban pulang sekolah melewati jalan trans, tiba-tiba mobil lewat tujuan nabire enarotali menabrak anjing. Mereka korban memalang  jalan dengan tujuan mita pertanggung jawaban dari mobil yang menabrak anjing mereka. Tiba-tiba dari dalam mobil keluar orang-orang berpakian preman dan langsung menembak mereka kata ketua KNPB dogiyai.
Korban atas nama Yoseni Agapa 15 tahun tembus peluru pada dada sehingga tewas di tempat, sedangkan Yalinus Mote 16 mengalami luka robek dengan pisasu atau sankur pada tangan kiri, kemudian korban luka lainya belum diindtifikasi  luka-lukanya.

Aktivis Hak Asasi manusia HAM wilayah mepago, yones douw saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu menurutnya kejadian berawal aksi pemalangan jalan, mobil dari nabire menuju dogiyai . ada sekitar delapan pemuda palang jalan karena mobil menabrak anjing. Mereka mita uang 50 ribu hingga 100 ribu katanya.

Kata douw para pengendra yang merasa dirugikan melapor kepada aparat dan selanjutnya aparat yang berpakaian preman menggunakan senjata dengan mobil avanza hitam datang menembak mereka. Kita belum bias pastikan apakah yang menembak mereka korban anggota polisi atau TNI.

4.    ANGGOTA KNPB YAHUKIMO DIBUNUH OLEH KOPASUS

Nama Korban           :  Denny Bahabol
Umur                          : 16  tahun
Jenis Kelamin          : laki-laki
Status                         : Anggota KNPB / pelajar SMA

pembunuhan misterius anggota knpb yahukimo Knpb yahukimo nwes -pembunuhan misterius anggota knpb yahukimo kembali terjadi di dekai oleh kopasus indonesia laporan kornologis Badan pengurus komite nasional papua barat knpb wilaya yahukimo
hari rabu (04 maret 2015), memedia 5,000 rayat yahukimo mendukung kampanye papua merdeka di africa selatan oleh mr benny wenda. untuk mendukung kampanye papua merdeka di afrika selatan badan pengurus knpb wilayah yahukimo dalam rapat ling satu memutuskan turun aksi di yalan dan bentuk kordinator lapangan (wakorlap) yalan gunung sempat memberikan tugas kpd anggota knpb deny bahabol wakorlap titik kumpul di yalan gunung untuk mengarakan masa aksi ke titik kcenral kantor eks bupati yahukimo di dekai selama sehari deny bahabol memimpin massa aksi dgn baik sampe selesai .

Hari berikut nya jumat pagi 06-30 deny bahabol keluar dari kediaman keluarga menuyu ke secret KNPB dalam perjalanaan di pinggir kali Berazza di kepung oleh masyarakat asli dekai di pasang oleh kopasus indonesia lalu di siksa di pukul pake batu kemudian di tenggelamkan di kali brzza.
 setelah di tenggelamkan selama 4 hari mayatnya di bawa air sampai di temukan oleh masyarakat asli momona di kampung paripi wilaya kab asmat dan antar mayat 10 /03 2015 ke RSUD dekai untuk ketahui oleh keluarga pihak korban tersebut.


5. Kronologi Insiden/Peristiwa Tolikara & Sikap Presiden Gereja Injili di Indonesia (GIDI)

KRONOLOGI  VERSI  PIMPINAN GEREJA INJILI DI INDONESIA (GIDI) ATAS INSIDEN/PERISTIWA DI KABUPATEN TOLIKARA

Pada Jumat, 17 Juli 2015, pukul 08.30 WIT, beberapa Pemuda gereja mendatangi kelompok umat Muslim yang sedang melangsungkan Sholad ied, dengan maksud menyampaikan aspirasi secara damai dan terbuka, bahwa sesuai (Peraturan Daerah) Kabupaten Tolikara, berdasarkan aspirasi Gereja dan Masyarakat – isinya boleh melaksanakan ibadah, tapi tidak menggunakan toa atau penggeras suara karena dapat menggangu ribuan pemuda yang bersiap untuk melangsungkan seminar dan KKR, apalagi jarak toa atau pengeras suara dengan tempat dilangsungkannya ibadah umat GIDI hanya berjarak sekitar 300meter.

Para pemuda juga ingin pertanyakan surat resmi Gereja yang pernah dikirimkan kepada Kepala Kepolisian (Kapolres) Tolikara, AKBP. Suroso, sejak dua minggu sebelum kegiatan seminar maupun idul fitri dimulai, “bahwa menggingat akan diselenggarakannya Seminar dan KKR Injili Pemuda Tingkat Pusat bertaraf Nasional/Internasional, pada tanggal 15-20 Juli 2015, maka diminta kepada pihak Muslim agar tidak melakukan kegiatan peribadatan dilapangan terbuka; tidak menggunakan pengeras suara dan ibadahnya cukup dilakukan didalam Mushola atau ruangan tertutup.”

Sebelumnya, dua minggu sebelum pelaksanaan kegiatan ibadah, Bupati Tolikara, Usman Wanimbo, dan Presiden GIDI, Pdt. Dorman Wandikmbo, juga sudah mendapat konfirmasi langsung dari Kapolres Kab. Tolikara tentang tanggapan positif surat Gereja yang dikirimkan kepada beliau, dan akan ditindak lanjuti, yakni memberitahukan kepada ratusan umat muslim, untuk dan melangsungkan ibadah di dalam ruang Mushola, dan tidak menggunakan penggeras suara.

Kemudian Bupati Tolikara dan President GIDI juga menyampaikan kepada Kapolres, dan kelompok umat Muslimin, bahwa gereja tidak melarang mereka beribadah, namun jangan dilapangan terbuka karena mengingat situasi dan kondisi seperti yang disampaikan masyarakat dan demi keamanan kita bersama, demi menjamin kegiatan berjalan lancar, aman dan kondusif, baik itu Seminar Pemuda maupun peribadatan Muslim, maka disarankan agar ibadah diadakan didalam Mushola. Dan sebagai wujud toleransi ini, Bupati Tolikara menyumbangkan 1 ekor sapi bagi umat Muslim di Kab. Tolikara.

Nah, ketika Pemuda hendak menyampaikan aspirasi ini didepan umum, secara tertib tiba-tiba seorang Pemuda tertembak timah panas tanpa ada perlawanan. Dan TNI/Polri melakukan penembakan bertubi-tubi mengakibatkan 12 orang Pemuda terkena peluru.

Akibat 12 pemuda tertembak didepan kerumunan masyarakat, maka masyarakat tidak terima dengan perbuatan penembakan tersebut dan langsung melakukan pembakaran terhadap beberapa kios, yang merembet hingga membakar Mushola (artinya tidak benar kalau para pemuda melakukan pembakaran Mushola), yang kebetulan ada ditengah ruko/kios (yang dibangun mengelilingi Mushola). Selain Mushola dan ruko/kios, juga terbakar rumah masyarakat Papua dan non-Papua.

Pkl.14.15 WIT (17 Juli 2015), 12 korban luka tembak tersebut di evakuasi ke Jayapura dan ke Wamena dengan menggunakan pesawat Cessna dan Helikopter yang ditangani langsung oleh President GIDI bersama Bupati Tolikara.

Salah satu korban luka tembak meninggal dunia a.n. ENDI WANIMBO (15) dan 11 orang masih dalam perawatan intensif di RSUD Dok 2 Jayapura dan di RSUD Wamena. Setelah evakuasi dilakukan, Bupati Tolikara, DPR Kab. Tolikara, Kapolres, Tokoh Agama dan Masyarakat melakukan pawai damai mengelilingi Tolikara untuk mengajak masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa dan sampai saat ini aman terkendali.

Pimpinan gereja juga menahan masyarakat untuk tidak melakukan aksi balasan terkait tewasnya satu anak usia sekolah. (Baca: 8 Point Pernyataan sikap Presiden GIDI di lampiran).
Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua, 18 Juli 2015


6. TNI  TEMBAK  6 WARGA SIPIL DI TIMIKA

KRONOLOGIS VERSI KNPB, PENEMBAKAN 6 WARGA SIPIL PAPUA TIMIKA

Awalnya  atas nama,  Maker Rehata, bersama teman-teman  anggota  Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang belum ketahui namanya,  komsumsi Minuman Keras (MIRAS) di kampung Pulau Pisang Gorong-gorong sekitar jam 02:30 Waktu Timika. Setalah  mabuk mereka adu mulut baku kejar, oknum Anggota TNI tersebut, kembali ke Perumahan Polisi Militer (POM) untuk ambil senjata Pistol dengan Laras Panjang,  dengan tujuan untuk mengejar teman-taman yang tadinya mabuk sama-sama dan bertenkar.

Pelaku bersama satu orang temannya, menggunakan kendaraan Roda dua (motor),  mulai mencari teman-teman yang tadinya mimum bersama. Kemudian palaku jalan   ke arah Koperapoka, saat pelaku sampai depan gereja Katolik koperapoka. 
Pelaku tiba depan  Gereja katolik,  dengan kendaraan yang dia bawah dengan kecepatan tinggi,  lalu  ada pemuda gereja katolik  jaga  tegur,” kalau bahwa motor pelan-pelan”, di  jalan sudah pele dengan polisi tidur untuk persiapan Syukuran Adat sudah ijin di pihak kepolisian.

Pada pukul 02:40 Waktu Papua, Saat itu,  pemuda gereja  yang berlokasi Jalan Bayangkara Koperapoka,  mului persiapan pengukuan Acara  adat masyarakat suku kamoro,  yang baru selesai  pendidikand Kuliah Doktor di pilipina Atas
 nama Drs. Leonardus Tumuka.

Selanjutnya, Dua orang Tentara yang dalam keadaan mabuk ciri-ciri badan orang papua itu, langsung turuk masuk dan todong dengan pisau sangkur. Pisau tersebut dirampas oleh pemudah gereja yang jaga. Lalu kedua tentara itu langsung
 pulang ke kembali ke arah gorong-gorong.

Kemudian beberapa menit lamanya kurang lebih  lima menit kembali muncul tiga orang temannya berpakian seragam Tentara ciri-ciri Orang Pendatang  dengan senajata lengkap todong dan tembak mambabi buta depan gereja katolik  Fransiskus Koperapoka. Ada empat orang korban depan  gereja  yang  Yaitu, Yulianus Okoware (mati tempat Karyawan Security Freepot), Moses Emepo (Masih Kritis),  Tomas Apoka (Masih Kritis Siswa Pelajar SMA), dan Tinus Imapuka
 ( Masih Kritis) pelaku kembali  menghilang.

Setelah masyarakat mulai kumpul di gereja tidak lama sekitar  lima menit Dua orang dengan  satu berpakian lengkap dan satu pakian preman, satu bawah senjata todong masyarakat yang ada depan gereja Kalotik Fransiskus. Masyarakat suruh  Kedua Tentara itu keluar halaman gereja. Setelah keluar langsung mengeluarkan tembakan membabi
 buta di sekitar.

 Akhirnya masyarakat kejar sampai jalan turun gorong-gorong arah pasar pertigaan.  Kedua  Masyarakat  langsung ditembak oleh Tentara korban atas nama Tinus Afugafi   (Masih Kritis) dan Herman Maurimau ( Meninggal Dunia)

Setelah korban berjatuhan Tentara-tentara pakian lengkap dan Preman itu langsung pulang ke arah  Kantor Pom yang berlokasi Koperapoka Jl. Ahmad Yani. Kemudian masyarakat  asli Papua yang sekitar Lokasi kejadian Perkara mengumpulkan Jenasah Korban, lalu membawah korban jenasah  dan ke Rumah Sakit Daerah Umum  Satuan Pemukiman (SP IV) empat orang. Dan Rumah Sakit Mitra masyarakat Karitas dua orang.
Ini nama- nama Korban antarnya yaitu;

1.
 Emanuel Mairimau (Meinggal Dunia) ditembak di kepala
2.
 Yulianus Akoare (meninggal Dunia) di tembak paha
3.
 Tinus Afugafi (Masih Kritis)
4.
 Martinus Imapuka ( Pelajar SMA Masih Kritis) dadah kiri
5.
 Moses Tomas Epepu
6.
 Thomas Apoka
 Foto
 Kejadian Luar Biasa Pelanggaran Ham Pembantaian Orang Papua Bisa lihat
Sumber: http://knpb-timika.blogspot.com/2015/08/kronologis-penembakan-6-warga-sipil.html

7.  Kembali Terjadi Penikaman diasrama Putra Nabire,Kamkey

Jayapura-Salam Juang. Kembali terjadi penikaman terhadap Orang Asli Papua (OAP) di asrama putra Nabire,kamkey, Abepura, Selasa 09/06/15, Jam 18:30. Baca juga (Organda Tegang 7 Buah Rumah Tebakar)Korban atas nama Hendrikus Iyai mahasiswa STIH Umel mandiri semester VIII ditikam oleh warga non papua yang indentitasnya belum diketahu. Baca juga (KNPB : KERUSUAN DI ORGANDA, MURNI KRIMINAL).

Sementara Korban kena diperut tali pusatnya keluar dan ada beberapa korban lainya belum diketahui indentitas lengkap, Korban-korban penikaman masih dirawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abeputa, Jayapura 

8. TIMIKA KEMBALI BERDARA,APARAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMBALI MELAKUKAN PENEMBAKAN TERHADAP RAKYAT PRIBUMI WEST PAPUA,MENGGUNAKAN ALAT NEGARA (SENJATA)” 

Kronologis:
 KNPB TIMIKA NEWS----Pada hari ini senin tanggal 28 September 2015 Jam 19.00 wpb (Malam) telah terjadi penembakan terhadap 2 warga sipil yang statusnya sebagai Anak sekolah (Siswa) SMK Kelas Tiga. terjadi penembakan di pasar gorong-gorong kompleks biak Timika papua. Berikut Nama korban yang tertembak adalah KALEB BAGAU Umur (17 Tahun) tertembak Mati, Dan Efrando I.S Sabarofek Umur (17 Thn) di tembak di bagian Dada dan kaki, satatus masih Pelajar siswa SMK Petra Jl.Budi Utomo Timika Papua sementara lagi kritis di RSUD sp 1 Timika Papua, mereka dua masih anak sekolah SMA.

 Kronologis, Awalnya Kejadian pada jam 19.00 Wpb Malam KALEB BAGAU ,dan EFRANDO I.S SABAROFEK bersama kawan-kawannya sedang duduk - duduk di bawah tiang tower dan tiba2 polisi menggunakan mobil patroli masuk di Gorong-gorong kompleks biak dan mengkepung di rumah warga dan menanya kepada warga setempat bahwa,dimanakah anak-anak yang bikin kacau di sini , warga menjawab tidak tau dan situasi di kompleks biak itu masih aman-aman Akhirnya Mobil Patroli yang tadi pergi parkir di salah satu rumah warga tersebut bertannya tentang situasi di sekitar kompleks biak lalu ada warga yang lapor ke polisi bahwa anak-anak itu selalu bikin kacau di sini dan orang tuanya selalu bergabung dalam gerakan OPM. Setelah warga setempat melapor kepada polisi dan tidak lama 10 menit kemudian anggota kepolisian menggunakan 3 mobil dalamas dan 5 mobil Avansa dan sekitar 15 motor masuk dan mengepung di kompleks biak. 

Dan Komplek Biak ini Semua di kuasai oleh polisi kemudian karena polisi sedang melakukan pengerebekan di Gorong-gorong di Kompleks biak akhirnya korban atas Nama KALEB BAGAU akibat takut dia lari ke arah dalam kota di sekitar PLN, ternyata sampai lari di mata jalan bertemu dengan para anggota kepolisian. Dan Polisi ini langsung tangkap dan menggunakan senjata laras pendek yaitu Pistol Peredam tanpa Tanya sebab akibat polisi ini langsung keluarkan senjata dan tembak terhadap KALEB BAGAU dan EFRANDO I.S. SABAROPEK. 

Sebentara Kaleb Bagau tertembak di bagian dada dan kaki setelah berhasil membunuh Oleh kepolisian dan membawahnya ke RSUD SP1 Timika Papua dan sampai saat ini korban KALEB BAGAU ada di Kantor KNPB dan PRD wilayah Timika. AKIBAT PENEMBAKAN: Dalam Keterangan Saksi mata dan teman yang masi di rawat di rumah sakit, serta keluarga. 

Mereka memberikan keterangan yang positik Kepada KNPB terkait dengan akibat penembakan. 

Bahaw Kaleb Zerah Bagu dan Efrando I.S. Sabarofek sama sekali tidak tau-menyaut dengan persoalan yang di maksud oleh polisi dan mereka ini di tangkap dan di tembak secara brutal oleh aparat kepolisi Repuublik Indonesia POLRES MIMIKA Papua tanpa alas an yang jelas. AKTIVITAS RAKYAT PAPUA & TUNTUTANYA: Pada Hari ini selasa tanggal 29 September 2015 seluruh Rakyat West Papua akan lakukan aksi damai untuk meminta pertanggung jawaban kepad pemerintah republic Indonesia dalam hal ini pihak Apara Republik Indonesia POLISI sebagi pelaku kejahatan kemanusian untuk mempertang jawabkan. 

9. PEMBUNUHAN MISTERIUS KEMBALI TERJADI DI JAYAPURA 
Knpbnews, Jayapura-- Sungguh ironis nasib orang asli Papua mati secaraa misterius dari hari ke hari. Pembunuhan dan pemusnahan Ras Melanesia di Papua Barat terus terjadi. pembunuhan misterius ini dilakukan oleh BIN  dan Kopasus secara siatemasis, masif dan terstruktur dilakaukan beberapa tahun terakhir ini di Papua Barat.

Kali ini yang jadi korban pembunuhan misterius adalah atas nama YAMES Kogoya.
Kornologis kejadian masih simpang siur namun ada beberapa penjelasan yang disampaikan oleh keluarga korban sebagai berikut ;

KORNOLOGIS SINGKAT menurut keluara pada hari kamis tanggal 24 sebtember 2015 pada malam hari korban atas nama Yames kogoya, Pada pukul 7.00 WPB malam hari keluar dari rumah dengan tujuan makan pinang di depan terminal Entrop, tetapi korban malam itu belum pulang kembali ke Rumah. terus keluarga berfikir
 bahwa mungkin dia ketemu teman jadi tidak pulang ke rumah.

Korban belum juga pulang sampai dengan hari ini jumat 25 september 2015, Namun tadi Sore Jumat 25 september 2015, keluarga menemukan mayat di rumah sakit Abepura, Pada saat keluarga terima mayat korban di rumah sakit salah satu anggota KNPB sempat bertanya kepada keluarga tetapi keluarga mengatakan bahwa, kita tidak tahu siapa yang antar mayat kesini ? dan bagiana kejadiannya? diman kejadian pembunuhan
 ini ?

kami tidak tau baru ketemu mayat dan terima mayat disini kata salah satu keluarga di RS Abepura. karena menurut keluarga kemarin tanggal 24 september 2015 korban dalam keadaan sehat kemudian keluar dari rumah
 jam 7 malam untuk makan pinang di terminal entrop katanya.

lebih lanjut keluarga mengatakan siapa yang bunuh kami hanya dapat mayat sekarang ini kata keluarga. Jenaza Korban untuk sementara untuk ada bawah ke sentani asrama kembu jln naik pos 7.
Demikina info tentang pembunuhan misterius di jayapura
.

10. PENCULIKAN DAN PENYIKSAAN  3 WARGA SIPIL DI DOK 9 BASE G JAYAPURA 

KnpbNumbayNews_ Pada hari Kamis tanggal 27 Agustus 2015, pukul 11.00 WPB terjadi penculikan terhadap 3 warga sipil yang tinggal di Pantai Base G, Jayapura.

pada malam hari 3 orang yaitu 1. Wilhemus Awom (26), 2. Soleman Yom (27) dan Yavet Awom (19), pergi membeli rokok di kios depan rumah yang berjarak 100 meter dari rumah, dalam perjalan mereka dihampiri Mobil Avansa silver abu-abu kemudian seseorang dari dalam mobil memangil
 Wilhemus Awom lalu mengajaknya bicara.

 Mereka memgatakan mengenal Wilhemus Awom sedangkan Wilhemus Awom sendiri tidak mengenal orang yang berada dalam mobil lalu mereka menyuruh Wilhemus Awom dan 2 orang temannya  naik secara paksa ke dalam mobil dibawah todongan dengan tuduhan mereka bertiga mencuri motor orang dan harus segera dibawah untuk interogasi ke Polsek Dok 8. Tetapi bukan ke Kantor Polsek mala lanjut membawah mereka 3 ke Abe, Koya, Skow, Arso dan
 berakhir di Sentani Timur.

Dalam perjalanan mereka disiksa dengan sangkur dan dipukul dengan popor senjata SS1 dan Pistol Revover yang mereka
 bawah sampai muka mereka babak belur berlumburan darah.

Sampai di Sentani Timur Wilhemus Awom dan Soleman Yom disuruh turun dari mobil lalu di suruh lari ke hutan lalu mereka ditembak tetapi tidak terkena peluruh karena mereka lari sambil menghindar lalu lompat ke alang-alang hingga jatuh ke dusun sagu pinggir danau sentani tertidur hingga pagi. Keesokan paginya ada masyarakat yang tinggal dipinggir danau sentani menolong mereka mengatarkan kesentani dan pulang ke dok 9.

 Sedangkan teman mereka yang bernama Yavet awom sampai saat ini masih belum diketahui keberadaannya. Penyikasaan
 yang dialami sebagai berikut:

1. Wilhemus Awom: Pemukulan dimuka dan dibadan, Penikaman dibahu Kanan, Telingga dipotong hampir putu
s
2.
 Soleman Yom: Pemukulan di muka dan Badan,Penikaman di leher
3. Yavet Awom: dipukul dan ditikam dimulut



11.  KETUA KNPB MAMBERAMO TENGAH MENIGGAL DUNIA AKIBAT DISIKSA BIRIMOB

 JAYAPURA 09 NOVEMBER 2015. Ketua KNPB Mamberamo tengah RIGO WAMBO, selama 2 bulan menderita karena dipukul brimob di mamberamo tengah pada bulan agustus lalu. Pemukulan oleh anggota brimob tersebut terjadi pada bulan agustus 2015.


Menyelang perayaan HUT negara Kolonial Indonesia pada tanggal 17 angustus 2015, Ketua KNPB mamberamo tengah tersebut sempat disiksa oleh anggota brimob dari polda Papua yang bertugas di mamberamu tengah. Rigo Wambo ditangkap disikasa anggota Brimob, terkait Isu boikot 17 Agustus 2015, yang dikeluarkan oleh oknum tertenu untuk mengadu –domba KNPB wilayah Mamberamo.

Beredarnya isu boikot 17 agustus tersebu diketahui oleh aparat dan menudu KNPB mengeluarkan himbauan boikot tersebut akhirnya anggota Brimob menagkap Rigo Wambo lalu disiksa aparat hingga babak belur.

pada hal KNPB tidak perna mengeluarkan seruan boikot 17 Agustus 2015, baik KNPB dari badan Pengurus pusat maupun KNPB wilayah termasuk KNPB maberamu tengah tidak pernah keluarkan istu boikot tersebut.

Sejak kejadian itu Rigo Wambo menderita sakit selama 3 bulan, akhirnya keluarga bawah ke jayapura untuk berobat. Kemudian almarhun dibawah oleh keluarga ke rumah sakit umum Abepura beberapa hari lalu. Namun di ruma sakit namun tidak ada perubaha, lalu pada hari ini 9 November 2015 telah meninggal dunia di rumah sakit sekitar pukul 17.00 WPB.


12.  SEORANG ANGGOTA KNPB DITANGKAP OLEH POLISI
Merauke, KNPBNews - Rabu (02/12/15) Kurang lebih pukul. 15.30 WPB Anggota KNPB Wilayah Ha-Anim, Tn. Emerikus Kakupu ditangkap oleh polisi.

Kronologis kejadian: Berawal Tn. Emerikus Kakupu berencana pergi mengambil pesanan 6 buah bordir bendera Bintang Kejora, 1 buah bordir Bendera KNPB dan 2 buah bordir logo KNPB di tempat bordir, setibanya disana tempat bordir ternyata orang pembuat bordir melaporkan ke polisi dan kemudian lima anggota polisi datang menangkap Tn. Emerikus dan menyita semua bordir dan beberapa selebaran imbauan kemudian ia dibawah ke kantor Polres Merauke. Tn. Emerikus dikawal oleh Ketum KNPB, Tn. Gento Emerikus Dop, Ketua I KNPB, Tn. Carles Sraun, Jubir KNPB, Tn. Emanuel Metemko dan Sekjend Streeg Raad/PRD Wilayah Merauke, Tn. Petrus Katem di kantor polisi. 

Tn. Emerikus telah dipulangkan dan ia dipesan besok harus kembali ke kantor polisi untuk bertemu dengan Kasat Reskrim.


13.  SEORANG MASYARAKAT SIPIL DITODONG DENGAN PISTOL & DIANIAYA OLEH DUA ANGGOTA KOPASUS

Merauke, KNPBNews - Minggu (29/11/15) Kurang lebih pukul. 20.00 WPB seorang masyarakat sipil atas nama Kornelis Tapung Kambana, usia 38 Tahun dianiaya oleh dua anggota kopasus di Jln. Kelapa II Perikanan Darat Kelurahan Kelapa Lima Merauke.

Kronologis singkat: Awalnya korban atas nama Kornelis Tapung memiliki masalah keluarga, ia bertengkar dengan saudaranya di rumah namun saudaranya melaporkan korban ke pos kopasus di Jln. Dom Kelurahan Kelapa Lima Merauke. Selang beberapa menit kurang lebih pukul.

20.00.WPB dua anggota kopasus datang ke TKP dan bertanya siapa yang buat kacau dan korban mengaku kemudian korban ditendang tetapi korban menghindar lalu kopasus mengambil pistol dan menodong korban kemudia korban dipukul dengan slang yang berisi pasir pada pelipis kiri korba, ditendang pada pinggang kiri dan kanan lalu korban disuru tidur di atas tanah dan cambuk beberapa kali dengan slang yang berisi pasir di tulang belakang korban. Akibat penganiayaan korban mengalami luka memar di sebagian tubuh yang dipukul.

14. AKSI DEMO DAMAI TAPOL  PAPUA DIBUBARKAN PAKSA APARAT KEPOLISIAN  DAN 11 ORANG DITANGKAP DI WAMENA

Wamena 16 November 2015. Aksi demo damai yang dikordinir oleh Tahanan politik Papua ( TAPOL) untuk menutut pemerintah agar segera klarifikasi bantuan pemerintah kepada tahanan politik di Papua dibubarkan secara paksa oleh aparat kepolisian kolonial Indonesia dengan menagkap sejumlah aktivis secara sewenag-wenag.

Aksi damai tapol tersebut di wamena tersebut dibolokade oleh aparat kepolisian dengan kekuatan penuh di berbagai-titik kimpul masa aksi . Sejak tadi pagi pada pukul 08.00 WPB aparat kepolisian memblokade titik kumpul masa aksi masing-masing Sinakma Woma,  Pasar baru, Sinakma dan di hom-hom.
Aparat kepolisian bukan hanya memblokade masa aksi namun dibubarkan secara paksa dan melakukan penagkapan terhadap sejumlah Aktvis yang ditempatkan sebagai kordinator lapngan titik kumpul. Dalam pembubarna paksa terhadap demao damai tapol tersebut Linus Hiluka  Penanggungjawab umum  bersama 10 orang lainya ditangkap dan disiksa oleh kepolisian sementara masih di tahanan polres Wamena.

11 aktvis Papua merdeka dan aktvis tapol yang ditangkap kepolisian tersebut antara lain:
1.       Lekias Meaga
2.       Emanuel Wuka
3.       Alminus wuka
4.       Anius Hilapok
5.       Stef kalolik
6.       Denius hilapok
7.       Dani hiluka
8.       Domy Meaga korlap um
9.        Bpk Linus Hiluka, penanggung jawab aksi dan 2 Orang belum di ketahui nama, Jumlah 11 orang. 
Aktvis tapol yang ditangkap kepolisian tersebut masih ditahan di polres jayawijaya wamen
Aksi demo damai Tapol papua diadakan untuk  menuntut Klarifikasi bantuan pemerintah  Kolonial Indonesia terhadap tapol papua,  yang selama dikampanyekan oleh pemerintah maka Tapol papua yang dikordinir penaggung jawab Linus Heluka, namun aksi damai tersebut dapat dibubarkan oleh kepolisian. 

15.  KEBURUTALAN APARAT KEPOLISIAN KOLONIAL INDONESIA DI SERUI 1 DESEMBER 2015.
Korban Meninggal Dunia 

1. Herman Erik Manitori
Herman Manitori biasanya Disebut Erik Manitori (33 tahun (1982),tertembak pukul 06:26 WIT, di kedua kaki dan patah, tertembak di belakan dekat pinggang,kemudian dipakai sangkur bela dari pangkal dada dekat leher sampai batas perut dengan pinggang, dibela lagi dari dada kanan atas menurun dan menyamping ke kiri bawah perut. Kepala dipukul dengan popor Senjata sampai hacur sehingga isi otaknya keluar, dan mata kanan dicungkil.Dia meninggal dalam truk Brimob akibat penyiksaan sadis yang diterimanya.

2. Yonas Manitori
Yonas Manitori (38 Tahun, (1977) Wakil Komandan TPN-OPM, Yonas adalah kakak kandung dari Herman Manitori.Yonas Manitori tertembak di perut tembus belakan dan dada tembus belakan.Seketika itu juga Yonas meninggal di tempatkejadian.Sekitar pukul 06:28, Yonas ditembak mati paska terjatuhnya Herman Mamnitori dan Yulianus Robaha.

3. Darius Anderibi
Darius Anderibi (45 tahun) perwira TPN-OPM.Tertembak, sekitar pukul 06:28 bersamaan dengan Yonas Manitori, di paha kiri sehingga paha putus dan hanya kulit sebagian yang tahan.Darius Meninggal karena kehabisan darah.Dia diperkirakan ditembak Pakai senjata Beramunisi Besar.

4. Yulianus Robaha
Yulianus Robaha (50Tahun) ajudan Komandan, Herman Manitori, Tertembak pukul 06:27 paska terjatuhnya komandannya Herman Manitori.Yulianus Robaha tertembak di kedua lutut dan tak mampu bangkit lagi untuk berdiri.

Dia kemudian dinaikan dalam truk Brimob dan disiksa dalam truk, dipotong kedua kaki persis di lutut dan pangkal pahanya hingga putus.Bahkan kaki sebelah kirinya dibuang entah di mana dan hanya ada pahanya.Perutnya disobek dari arah kanan pinggang menuju kea rah kiri pinggangnya, hingga tali perutnya terbuang keluar.

Yulianus Juga meninggal dalam truk Brimob akibat disiksa begitu sadis.Mayatnya dibawa oleh Brimob ke RSUD serui untuk dijahit kembali.Hanya kaki kiri yang tidak ada karena dipotong dan dibuang oleh Brimob Polres Yapen.
Korban-Korban Luka Berat Yang Tertembak sedang kritis :

Waktu selebihnya sekitar pukul 06:29 – 06:40 korban lain berjatuhan, akibat kebrutalan Brimob polres Yapen. Berikut nama-nama korban luka-luka berat yang mengakibatkan cacat fisik:

1. Agus Manitori
Agus Manitori (23 Tahun) perwira TPN-OPM. Tertembak karena berlari hendak menolong Herman Manitori. Ketika itu anggota Brimob secara brutal menenbak ke arahnya, namun dia berlari menuju depan mobil polisi untuk berlindung. Di saat berlari hendak berlindung dia tertembak di kaki kirinya dan peluru bersarang didalam.

Ketika Brimob hentikan tembakan dia segera berlari mendukung Herman dan hendak masuk hutan namun dia ditembak lagi di kaki kiri dan tembus.Dia masih berlari sehingga dia kembali tertembak di Paha tembus sebelah sedangkan Herman Manitori kembali terkena amunisi di belakannya.

Agus terjatuh bersama Herman namun kembali bangkit berdiri dan membawa lari Herman tapi kemudian dia ditembak lagi di pergelangan kaki kanan dan peluru bersarang didalam.

Ketika itu Agus tidak kuat lagi dan terjatuh bersama Herman, sehingga Herman sebagai Komantan memerintahkan Agus untuk pergi meninggalkan dia agar Agus tetap hidup. Agus tidak menerima permintaan itu dan hendak mendukung Herman tapi Herman dengan tegas menyuruh Agus pergi. Kata Herman, “ini perintah” akhirnya agus Manitori lari masuk Hutan meninggalkan Herman sendirian.

Disaat lari masuk hutan Agus tertembak lagi di lengan atas kirinya dan peluru bersarang di dalamnya/tidak tembus sebelah.Dia juga tertembak di perut tapi hanya diluar kulit sehingga meninggalkan luka cukup besar di perut samping kiri dekat pinggang.

Agus mengalami luka serius, namun menolak rujukan berobat lanjut ke Biak. Menurut Agus Manitori para tenaga medis yang melakukan pelayanan pengobatan sangat lambat. Mereka tidak melakukan pelayanan pengobatan.Pengobatan pertama yang para korban semuanya terima adalah dari Rumah Sakit Randawaya. Sedangkan RSUD Serui hanya pasang cairan tapi obat yang dimasukan kedalam Tubuh sama kejamnya seperti militer Indonesia yang bunuh banyak orang Papua. Hal ini nampak dari pelayanan medis yang diberikan, kami tidak dilayani dengan rutin dan baik.

2. Yance Manitori
Yance Manitori (26 tahun) komandan logistik tertembak di pergelangan kaki kiri dan kanan serta juga di lutut kiri.Yance Tertembak saat hendak menolong Agus Manitori dan Korban Termbak lainnya.Peluru bersarang dalam kaki kiri dan kanan.

Walaupun kritis, Yance menolak dirujuk ke RSUD Biak untuk mendapat perawatan medis. Menurut Yance para tenaga medis yang bertugas/melakukan pelayanan pengobatan dan obat yang dimasukan kedalam Tubuh sama kejamnya seperti militer Indonesia yang bunuh banyak orang Papua. Hal ini nampak dari pelayanan medis yang diberikan, kami tidak dilayani dengan rutin dan baik.

3. Paulinus Wororowai
Paulinus Wororowai (26 Tahun) ajudankomandan logistik II.Dia tertembak dari rusuk belakan tembus pinggang. Penembakan ini mengakibatkan satu tulang rusuk patah dan peluru yang lain bersarang dalam tubuh. Paulinus kritis dan sedang dikirim ke RSUD Biak untuk mendapatkan perawatan yang serius.

4. Anton Toni Runaweri
Toni Runaweri (43 tahun) perwira TPN-OPM yang tertembak di samping batang leher belakan tembus rahang dan mulut.Tulang rahang kiri dan kanan Patah.Mulut tidak dapat digerakkan sehingga, Toni Runaweri sementara diberi makan melalui bantuan selang.Toni dalam keadaan kritis dan sedang dirujuk ke Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis secara serius.

5. Sakarias Torobi
Sakarias Torobi (35 tahun) komandan logistik II, tertembak di kaki kiri dan patah. Tulang kaki hancur dan peluru yang lain bersarang dalam kaki, namun kemudian pada tanggal 6 menjalani operasi dan sudah dikeluarkan di rumah sakit biak.

6. Alius Karimati
Alius Karimati (45 Tahun) masyarakat sipil yang juga menjadi korban penembakan oleh aparat Brimop polres serui.Saat itu penembakan dilakukan secara brutal sehingga dia hendak lari masuk hutan, namun akhirnya tertembak peluru nyasar di telapak tangan belakang tembus depan. Kondisi Alius menderita sakit dan teriak kesakitan.Alius Karimati juga Menolak rujukan berobat di Biak.

7. Daud Luther Ayomi
Daud Ayomi (53 Tahun) perwira TPN-OPM.Tertembak di tangan dan bahu. Tulang tangan patah dan peluru lain yang terkena di bahu bersanrang jauh kedalam. Luka serius dan dirujuk ke RSUD Biak untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

8. Pilemon Ayomi
Pilemon Ayomi (49 tahun) perwira TPN-OPM.Pilemon tertembak di tangan dan tulang tangan patah. Luka serius dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Umun Dareah Biak.


16.  Serui 18 Januari 2016. Akibat Penyisiran dan Operasi militer di Kampung Kontiunai – Serui 5 orang Warga sipil meninggal dunia.

Akibat Penyisiran dan Operasi militer di Kampung Kontiunai Serui 5 orang Warga sipil meninggal dunia.
Sekilas Laporan Indikasi Pelanggaran HAM di Kontiunai, Serui Tahun 2014
Sekitar bulan Februari hingga Maret 2014, pasukan keamanan Idonesia melakukan operasi di wilayah yang terdeteksi ada TPN-OPM di Serui. Mereka saat itu mendapat info melalui intelijen bahwa kelompok TPN-OPM pimpinan Rudy Orarei sedang berada di Kontiunai.

Akhirnya operasi militer diwilayah itu dilaksanakan. Saat sampai di Kontiunai terjadi aksi perlawanan antara kelompok TPN-OPM pimpinan Rudy Orarei dengan aparat keamanan Republik Idonesia (BRIMOB).

Dalam kurung waktu Operasi tersebut terjadi pelanggaran yang dinilai masuk dalam kategori pelanggaran HAM, yang dilakukan oleh aparat Republik Indonesia (BRIMOB). Sebab tidak menyerang kelompok TPN – OPM, tetapi justru menakut-nakuti rakyat sipil; memukul rakyat sipil; membakar rumah rakyat; mencuri 1 sepeda motor dan membakar 1 sepeda motor milik warga; mengambil alat berburu masyarakat Sipil; mendobrak masuk rumah-rumah warga secara sembarang. Bahkan mengakibatkan terjadinya beberapa korban jiwa, baik yang dilakukan secara langsung oleh aparat BRIMOB RI maupun yang karena dampaknya membuat korban itu terjadi. Dari informasi dan keterangan warga yang diliput Serui Voice News, terdapat lima korban jiwa akibat operasi tersebut. 1 korban lansia dan 4 lainya anak dan bayi. Daftar korban-korban tersebut adalah sebagai berikut:

A. Lansia
Nenek Anace Aurai (Berusia 72 tahun)
MakamNenek Anace Aurai lahir pada tanggal 18 Agustus 1942 dan meninggal dunia pada hari minggu 23 Maret 2014. Ia meninggal dunia akibat kekerasan aparat keamanan RI (BRIMOB) yang masuk rumahnya pada jam 9 malam. Aparat keamanan RI memecah-mecahkan jendela kaca dan mendobrak pintu hingga pintu tersebut terlepas dan mengenai kepala korban yang pada saat itu sakit dan sedang tertidur. Tidak hanya kepalanya terkena pintu yang jatuh, tetapi aparat RI juga memukul korban dengan senjata hingga kondisinya semakin para dan tidak lama kemudian sang korban meninggal dunia.

Pihak keluarga berharap jika ada tim yang datang untuk menyelesaikan kasus-kasus seperti yang juga dialami oleh Nenek Anace Aurai, mereka sangat membutuhkan bantuan untuk menyelasaikannya. Pihak keluarga juga mengatakan bahwa mereka tidak membutuhkan bantuan apapun sebagai imbalan atas meninggalnya nenek terkasih, tetapi mereka berharap agar cita-cita bangsa Papua yang selama ini diperjuangkan oleh para pejuang Papua Barat harus terwujud karena tanah Papua hanyalah milik orang Papua.

B. Daftar Korban Anak-anak
Nama anak-anak yang menjadi korban berkut ini terjadi karena orang tuanya membwa mereka mengungsi ke hutan. Ada juga yang menjadi korban kecelakaan kendaraan bermotor ketika orang tua ingin mengungsi ke daerah lain. Jadi mereka adalah korban secara tidak langsung akibat penyisiran dan kekerasan aparat keamanan RI.

1. Listra Worembai
Listra Worembai seorang bayi perempuan berusia 5 bulan lebih. Ia lahir pada tanggal 4 Agustus 2013 dan meninggal dunia pada 19 Februari 2014. Ia dibawa orang tuanya mengungsi ke hutan. Menurut orang tuanya Listra jatuh sakit di hutan karena ia masih kecil sehingga daya tahan tubuhnya menurun ketika beradaptasi dengan lingkungan baru di hutan. Artinya, tubuhnya tidak mampu bertahan terhadap suhu udara dingin atau angin di hutan. Setelah di bawah kembali dari hutan, kondisi kesakitannya semakin para. Orang Tuanya tidak tahu penyakit yang dideritanya karena mukanya hanya pucat beberapa hari dan meninggal dunia. Akhirnya secara tidak langsung ia menjadi korban akibat tindakan tidak manusiawi dari aparat keamanan.

2. Isak Merani
Isak Merani lahir pada tanggal 2 November 2011 dan meninggal dunia pada tanggal 13 Februari 2014. Ia berusia 2 tahun 3 bulan. Karena tindakan pengungsian yang dilakukan oleh orang tuanya, anak tersebut menjadi korban. Ia menjadi korban ketika ia dan bapaknya menggunakan sepeda motor untuk mengungsi. Ia dan bapaknya memakai sepeda motor ke pelabuhan dan terjadi kecelakaan. Dalam kecelakaan itu, ia terlempar dan tubuhnya terbentur dan pingsan. Setelah dibawa ke rumah sakit, ia pun meninggal dunia di sana. Hal ini terjadi karena tindakan pengungsian akibat tidakan kekerasan aparat keamanan RI.

3. Jaka Merani
Jaka Merani lahir pada tanggal 16 Oktober 2013 dan meninggal dunia pada bulan Maret 2014. Ia jatuh sakit karena kondisi tubuhnya tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan baru di hutan. Setelah ia dibawa pulang ke kampung, ia tetap sakit hingga menghembuskan nafas terakhir. Hal ini terjadi hanya karena tindakan pengungsian akibat tidakan kekerasan aparat keamanan RI.

4. Yulius Sineri
Yulius Sineri lahir pada tanggal 5 September 2013 dan meninggal dunia pada tanggal 3 November 2014. Ia jatuh sakit ketika orang tuanya membawanya mengungsi ke gunung. Ia jatuh sakit di sana karena kondisi tubuh yang tidak mampu bertahan terhadap kondisi dingin di hutan. Ia tetap sakit hingga orang tuanya kembali ke kampung Kontiunai. Kesakitannya tidak tersembuhkan hingga meninggal dunia di kampung. Kematian ini terjadi karena tindakan pengungsian dan daya tahan tubuh terhadap kondisi hutan yang lemah.

Dengan demikian, korban yang meninggal dunia pasca konflik yang terjadi di Kontiunai, Serui, Papua pada bulan Februari-Maret 2014 berjumlah lima (5) orang. Jika menganalisis kasus ini maka kita dapat mengetahui bahwa warga benar-benar berada dalam acaman.
17.  Brimob Intimidasi Rakyat di Jayapura 

Brimob Polda Papua kembali teror rakyat sipil menjelang 1 Desember nanti. Seorang Ibu bernama Natasya Aud bersama 4 saudaranya ditodong dengan senjata di jalan Kota Raja - Abepura, pukul 21:38 tadi malam (24/11/2015). Kesaksian ibu Natasya disampaikan kepada Bazoka Logo, Juru Bicara KNPB, tadi malam.
Awalnya, cerita ibu Natasya, Ia bersama keempat adiknya yang menggunakan sepeda motor dibuntuti oleh Brimob dari arah Expo, Waena.
"Ketika dalam perjalanan merasa kalau di belakarang kami di kejar oleh orang, sampai di depan Toko Saga macet karena di jalan lagi sedang pengaspalan. Kemudian pada pukul 10.00 kami tiba di depan rumah kami di BKKBN kemudian kami belok kanan tetapi tiba-tiba anggota brimob mengeluarkan Pistol dan menodong Ke saya bersama 4 orang anak dan bayi yang saya gendon sebanyak 2 kali"
"kemudian karena anaknya 1 tahun 4 bulan karena takut menangis sehingga anak-anak kejar pelaku kejahatan tersebut. Kemudian kejar sampai anggota brimob melarikan diri masuk di lokasi perumahan Brimob Polda Papua di Kota raja dalam" Jelas ibu.

Karena tidak terima langsung melakukan protes di Piket Brimob tetapi anggota brimob yang tugas saat piket tersebut menyangkal sehingga 3 orang melakukan pemeriksaan Mobil dan si Pelaku Oknum anggota Brimob ini. Kemudian sudah menemukan pelakunya. Kemudian kami melakukan protes untuk si pelaku mengaku tetapi Oknum Brimob melakukan penyangkalan kemudian Ibu di suruh sumpa dalam nama Tuhan Yesus sehingga anggota Brimob mengaku kalau itu adalah ia yang lakukan dalam keadaan sadar.

"Kemudian anggota Brimob menawarkan sejumlah uang kepada kami atas aksi penodongan senjata serta meminta maaf atas perbuatan tidak terpuji tersebut sesuai budaya Orang Wamena tetapi pihak korban tolak karena alat negara pakai bukan untuk membunuh rakyat sipil dan melakukan aksi di dalam kota. Kami akan tetap laporkan aksi atau perisitiwa tidak terpuji tersebut ke Propam dan Kapolda Papua," Jelas ibu Aud

Pada jam 23.00 korban datang Melaporkan peristiwa ini di Sekretariat KNPB Pusat, Vietnam, Port Numbay_West_Papua. Diterima oleh Jubir KNPB Bazoka Logo.


18.  APARAT KEMBALI MELUKAI 4 WARGA SIPIL DI JAYAPUA.

Jayapura 03 Januari 2016: Aparat yang bepakaian pereman kembali menembak 4 warga sipil di abe pante kota Jayapyra.
Penembakan terhadap warga sipil ini terjadi pada hari ini minggu 03 Januari 2016, pukul 15.20 WPB. Tempat kejadian di Abe Pante di depan SMK 6 Abe pante kota jayapura.
Kornologi awalnya korban 4 orang menggunakan dua sepeda motor dari abepura menuju ke abe pante kemudian aparat yang berpakian pereman sengkol korban terjatu, melihat hal tersebut rekan korban dua orang marah kepada aparat dan suruh bajar karena ada kerusakan motor.
Lalu aparat bukanya bilang minta maaf kepada korban mala ancam mereka, lalu memukul korban.

Berapa lama kemudian pelaku menelpon di pos penjagaan pertigaan tanah hitam abe pante datang dengan sekitar 5 sampai 6 orang semuanya berpakian pereman kemudian pukul ke 4 orang tersebut.

Hal ini membuat mereka (korban ) marah lalu mau pukul aparat tersebut namun aparat mengeluarkan Pistol Peredam lalu menembak 4 orang tersebut.
Akibat dari tembakan tersebut 4 orang terluka . Korban terluka masing-masing :
1.
 MARTEN PASE 22 tahun tertebak di kepala bagian belakang
2.
 YANES GIBAN 19 tahun tertebak di tangan
3.
 EPINUS GIBAN 20 tahun
4.ZET GIBAN 18 tahun
Akibat dari penembakan tersebut korban megeluarkan darah akhirnya korban di bawah ke UGD Rumah sakit Abrpura namun ditolak akhirnya empat korban bawah ke rumah sakit dian harapan. saat ini sedang berada di rumah sakit dian harapan perumnas II Waena.

19.  MENGETAHUI PELAKU PENIKAMAN PAKIN WEYA KELUARGA KORBAN MENDATANGI POS POLISI PASAR LAMA SENTANI.

Sentani-Ketidak jelasannya pelaku penikaman PAKIN WEYA alm. dengan RENDI WEYA sedang luka tikam dada, bahu, tangan kanan keluarga korban mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan TKP tdk terlalu dari pos polisi sentani.

Sekitar jam 4 sore keluar korban datang situasi kota sentani mencekam dan sekitar pasar sentani pendagang tidak satu orangpun mrmbuka kios dan toko karena ketakutan.

Setelah ke TKP langsung duduk di depan pos polisi mereka menuntut agar berikan penjelasan pihak kepolisian karena tau persoalan terjadi jemput tahun baru itu dan minta nama pelaku pembunuhan.

Akhirnya polisi memberikan penjelasan dan nama pelaku . Dan pelaku seorang pedatang asli Makasar Bugis tetapi polisi blm berhasil tangkap karena sudah melarikan diri.

Polisi brrjanji akan berupaya agar pelaku dpt tangkap cepat
Mendegar penjelasab itu keluarga korban langsung ke rmh duka.
Tadi jam 9:00 wt jenazah diterbangkan ke wamena.

20 .  Satu Masyarakat kembali ditembak Mati oleh Intelijen Indonesia Di Kilo meter 4 Kontiunai-Serui.

Soni Fairumbab (2)13 Feruari 2015 lalu Penembakan terhadap seorang warga yang diduga dilakukan oleh oknum Intelijen Indonesia kembali terjadi di kilo meter 4 kampung Kontiunai – Kecamatan Angkaisera – Kabupaten Kepulauan Yapen.

Pada Februari 2015 telah terjadi penembakan terhadap warga sipil tak bersalah. Pada sore hari sekitar pukul 04: 30 ada preman-preman yang pakai mobil avansa menuju jalan Saubeba. Menurut pengakuan masyarakat mereka itu anggota yang ada di serui. Ada beberapa yang sering kami lihat. Jadi kami yakin mereka itu anggota militer Indonesia, ucap beberapa warga yang tak mau namanya disebut.

Malam sekitar pukul 21:40 Y. Sineri dan Iparnya Soni Fairumbab, hendak kembali ke kem tempat mereka kerja. Keduanya saat itu, berangkat dengan menggunakan kendaraan beroda dua. Saat sampai di kilo meter 4 keduanya dihadang oleh sekitar 5 orang lengkap dengan senjata.

Namun saat itu, ketika melihat orang-orang itu mencoba menghentikan keduanya, dengan mengarahkan mencong senjata kea rah kedua masyarakat itu, keduanya jadi panic dan tidak mau berhenti. Keduanya berhasil menerobos kelima orang yang palang jalan tersebut, dan terus berlari.
Ketika keduanya lari berjarak sekitar lima meter, kelima orang tersebut menembaki keduanya. Soni Fairumbab terkena di kaki dan Y. Sineri peluru kikis tangan jadi lengan baju yang putus.

Soni Fairumbab (3)Soni Fairumbab dan Y. Sineri terus melaju dengan motor sampai di kilo meter 6, Soni Fairumbab sudah tidak kuat lagi dan meminta diturunkan di Pinggir Jalan. Y. Sineri di suruh oleh korban (Soni) untuk pergi ke Kem di dekat Saubeba di mana keduanya kerja proyek jembatan agar meminta bantuan teman-teman.

Ketika sampai di sana informasi itu diberitahukan kepada teman-teman kerjanya, namun karena takut mereka mmemutuskan untuk datang pada pagi hari saja. Malam itu juga Sineri disuruh lari terus ke kampong dan bersembunyi di sana. Biar iparnya nanti besok pagi saja akan ditolong.

Keesokan paginya Soni Fairumbab ditemukan sudah tidak bernyawa lagi. Soni meninggal karena kehabisan darah. Korban kemudian dibawa lari ke kampong Yobi dan dimakamkan disana.

Sementara itu, ditemui secara terpisah pada 12 Desember 2015 dan ditanya mengenai kasus penembakan itu, M. Merani, seorang Pimpinan TPN-OPM membenarkan adanya penembakan. Namun dia mengaku bukan itu perbuatannya. Saya tidak menembak Soni Fairumbab dan Y. Sineri. Mereka berdua orang sekampung saya dan saya tidak mungkin menembak masyarakat saya, ucap Merani.

Soni Fairumbab (1)Jadi tuduhan terhadap saya sebagai pelaku itu tidak benar. Justru saya diberitahu oleh beberapa orang tertentu dan melarang saya untuk keluar jalan karena ada militer Indonesia yang mau bunuh saya, ucap M. Merani, salah satu pimpinan TPN-OPM. Saya yang TNI/Polri mau bunuh tapi karna tidak dapat saya, Y. Sineri dan Soni Fairumbab menjadi korban penembakan sekitar jam 10 malam. Ketika itu keduanya sedang kembali ke tampat kerjanya, Kata M. Merani.

Soni dan Y. Sineri dihadang dan ditembak. Soni Fairumbab akhirnya terkena tembakan di kakinnya. Soni meninggal karena kehabisan darah. Sementara Yosias melarikan diri dan memberitahu kepada warga kampung saubeba dan teman-teman kerjanya, agar datang menolong Soni. Tapi karena malam semua jadi panic dan takut datang membawa Soni.

Menurut kesaksian masyarakat kedua korban ditembak oleh TNI-POLRI Indonesia. Bukan oleh yang lain. Menurut keterangan ada sekitar 5 orang lebih orang yang ada di situ. Semuanya pegang senjata. Dan ada mobil Avansa yang parker. Jadi jelas bukan TPN-OPM yang menembak kedua korban tapi TNI-POLRI. Karena yang kami tau itu TPN-OPM tidak punya mobil, yang punya mobil dan pakain mobil Avansa itu kan pembunuh elit, ucap M. Merani.
https://seruivoicenews.wordpress.com/…/satu-masyarakat-kem…/


21.  TNI KEMBALI MENEBAK WARGA SIPIL TEWAS SEBAGAI KADO SPESIAL BAGI RAKYAT PAPUA.
Jayapura 23 Desember 2015. Menjelang Natal TNI kembali spsialkan Kado Natal bagi Rayat Papua dengan Menebak Warga Sipil oleh anggota TNI Di Kerom.
Penembakan terhadap warga sipil Atas Nama MARCEL DOGA, ini terjadi pada hari minggu 20 Desember 2015. Korban Marcel merupakan salah satu karjawan perusahaan kelapa sawit di kerom.

Kornologi siangkatnya sekitar pukul 22.32 WPB, korban bersama rekan lainya datang ke pemilik Kantor perusahaan perusahaan kelapa sawit untuk minta Tunjangan Hari Raja THR.

Karena semua karjawan sudah menerima gaji dan THR namun korban belum terima ahirnya korban datang untuk meminta THR, pihak perusahaan tidak merespon permintaan karjawan dan mengusir korban dengan alasan bosnya tidak ada di tempat.

Lalu korban tanya lagi dimana bos dan gaji dan juga uang THR, namun pihak perusahaan tidak meberikan penjelasan, mala meminta aparat TNI mengusir korban. 

Korban marah para anggota TNI bahwa, bukan kalian yang kerja saya yang kerja tegas korban.

pihak perusahaan kelapa sawit memang yang dibekap Aparat TNI mengusir paksa korban namun korban tetap menuntut haknya sehingga anggota yang bertugas di perusahan langsung menembak Marsel Doga Hingga tewas di tempat.

Sungguh ironis heran di depan kantor -kantor koramil, di depan kantor polisi di depan pos aparat di setiap dudut kota ada Tulisan terpapang Dami Itu Indah, Kami Siap melayani Anda. 

Ada juga pondok natal dihiasi lampu natal yang indah dengan tulisan selamat hari Natal Yseus Membawa Damai dan lainya, tetapi semua hanya sadiwara dan topeng, ssungguhnya merupakan sologan palsu tanpa makna. Aktor kekerasan pembunuh manusia papua adalah anggota TNI/POLRI.

separatis pengcau kriminal OTK adalah aparat kolonial berbulu domba hatinya harimau.

Setiap Tahun tak pernah sepi dengan kado-kado Natal yang spsial bagi rakyat papua. 

Menyabut kelahiran sang pelamat umat manusia Yesus 25 desember setiap tahun Rakyat Papua dihibur dengan Air mata dan darah sebagai kado spesial yang diberikan oleh aparat kolonial Indonesia TNI/POLRI di
 Papua.
Ada beberapa catatan peristiwa pembakan sebagai kado Natal bagi rakyat papua.

Pertama pada 10 November tahun 2000 Theys H Elluay dan sopirnya diculik oleh kopasus lalu Theys H Elluay ditemukan tewas dalam mobil.
Pada tanggal 16 Desember 2009 Kelly Kwalik dibunuh densus 88 dan polisi di Timika 

Pada tanggal 16 Desember 2012 Hubertus Mabel dibunuh di Wamena oleh Densus 88 dan polres jayawijaya wamena
Pada tanggal 8 desember 2014, 4 Siswa SMA ditembak sparat di Paniai puluhan lainya terluka.

Pada tanggal 1 Desember 2015, 4 orang ditembak mati dan 8 orang lainya gritis di serui.

Pada tanggal 1 desember 2015, 306 mahasiwa papua ditangkap puluhan lainya disiksa dan satu orang ditembak di jakarta. Pada tanggal 21 Desember 2015, salah satu warga di kerom ditembak oleh Anggota TNI.
Aparat kolonial indonesia jelas-jelas menunjukan sikap kolonialismya di papua dengan menebak warga sipil menggunakan alat negara. Semoga penembakan di kerom ini kado spesial terakhir bagi rakyat papua natal tahun 2015 ini.
22. Seorang Mahasiswa Papua Ditemukan Tewas di Karang Asem 
Seorang Mahasiswa asal Papua ditemukan tewas, korban bernama kematian Boy Wenda pelajar SMK jurusan otomotif, Karang Asem,Bali korban diduga dibunuh oleh orang tak di kenal,peristiwa ini terjdi Rabu 22 Juli 215 sekitar pukul 13.30, WITA  saat korban sedang olahraga joging. Kematian Junus Wenda(Boy). 

Masih belum diketahui siapa pelakunya, tetapi ini diduga bentuk balasan dari apa yang baru saja terjadi di Tolikara, Papua.(yuapne).wempi doo.

23.  Seorang Ibu Rumah Tangga Ditikam OTK Dalam Toko


Timika, (KM)---Pada hari Minggu, 23 Agustus 2015, sekitar pukul 13:37 waktu Timika terjadi kejadiaan penikaman oleh orang tak dikenal (OTK) di Toko Swalayan 2000 Jl. Budi Utomo, Kelurahan Inauga Distrik Mimika Baru. 
Menurut cerita yang dihimpun KM bahwa, kejadian terjadi saat ibu alias korban sedang belanja dalam toko itu dan tiba-tiba orang datang masuk langsung cabut pisau dan ayungkan tangan pelaku pada bagian tubuhnya. 

Pertama diayungkan tangannya dibagian kedua lengan tangan kemudian diayungkan tangan pelaku menikam pada bagian ketiak pusatnya jantung si korban dan korban sedang disemayamkan untuk diotopsi RSUD Mimika di Nawaripi SP4 dalam kondiri kritis. 

Setelah itu, korban diantar oleh seorang pemuda asal suku Sunda Warga Timika, menurut keterangan nya orang sudah korban terjatuh ditanah namun masih hidup alias bernafas saya antar karena semua orang disekitar itu hanya lihat-lihat korban, tandas orang yang antar korban ini. 

Kejadian ini didepan orang banyak tetapi tidak mau menjelaskan kronolisnya dan pelakunya karena dengan alasan bahwa takut mereka curigai. 
KM membenarkan bahwa benar-benar kejadian ini sangat menakjubkan karena siang bolong bisa dilakukan penganiayaan hingga menewaskan ibu rumah tangga (IRT) yang tidak bisa mengungkapkan pelaku dan kronologis kejadian.
 
Menurut sang suami korban Bapak Yance Jitmau memintah agar kronologis dan para saksi tolong diperjelas dan meminta kepada pihak kepolisian Indonesia yang bertugas pihak keluarga korban tidak tutup mulut untuk mengungkapkan pelaku dan kronologis kejadian hingga menewaskan istri saya, tutur Yance Jitmau dengan nada keras Indonesia bunuh kami orang asli Papua (OAP) dengan berbagai cara.

 Suami korban, Yance meminta agar semua orang TKP juga perlu investigasi dan melakukan intelinsi agar pelakunya dapat ditangkap, keluhnya dengan irama sedih dan Hal ini dihimpunan langsung di TKP oleh KM.

24.  Pembunuhan Di Hari Raya Natal, 1 Kado Natal Lagi Tepat 25 Desember 2015

KNPB Timika News - Lagi lagi terjadi pembuhan terhadap orang Asli Papua, dimana tepat orang Papua merayakan hari raya Natal 25 Desember 2015.

Tepat tanggal (25/ 12/ 2015) Pukul 05.00 WPB, kembali lagi terjadi pembunuhan terhadap salah satu rakyat sipil Papua, atas Nama :SAVERIUS IYAI (30), status sebagai Karyawan PT.Freeport Indonesia di Undeground, suku Mee. mayatnya ditemukan di Jl. Yos Sudarso belakang apotik Arguni.


Awalnya sekitar pukul 03.00 dini hari subu WPB, korban Severius sempat duduk-duduk dan sambil cerita dengan keluarganya dirumah, namun tepat pada pukul 04.00 WPB Alm. Iyai tidak minta izin atau pamit sama keluarganya untuk keluar rumah.


Alm. tanpa ijin atau pamit, diam- diam saja Iyai  keluar kemana dia pergi keluarga tidak mengetahui, sampai akhirnya di temukan mayatnya di belakan apotik Arguni.


Korban ditikam oleh orang tak dikenal (OTK) di bagian belakan ada 4 lobang/bekas tikaman, kemudian sampai saat ini korbannya di antar pergi ke Rumah sakit RSUD SP 1. dan sementara lagi di Evakuasi.

Demikian laporan yang kami dapat melalui Telepon dari pihak keluarga korban. KNPB Timika.


25. PELAJAR ASAL PAPUA TEWAS DI TEMBAK APARAT KEPOLESIAN METRO JAYA"

Mahasiswa Papua sesalkan tindakan anggota Kepala Kepolisian Republik Indonesia yang sewenang-wenang, menembak salah satu pelajar papua di Tanah abang Jakarta Pusat.
Aksi penembakan yang di lakukan oleh anggota Kapori pada 1 Desember lalu ini mendapatkan kecaman dari mahasiswa Papua.
Fajar kuban sekertaris Umum Iaktan Mahasiswa muslim Papua sesalkan tindakan anggota polisi yang menembak pelajar dengan tanpa alasan (30/12)
"Yang berhak mengambil nyawa manusia itu hanyalah allah, sebab ia yang menciptakan bumi dan langit beserta isinya, polisi tidak punya hak melakukan tindakan kekerasan pada rakyat" Ujar Fajar Quban sekertaris umum Ikatan Mahasiswa muslim Papua yang juga kader Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Ciputat. (30/12)
Kader Himpunan Mahasiswa Islam ini juga menuturkan pada bulan tanggal satu Desember lalu, beberapa oknum aparat Kepolisian Metro Jaya melakukan penembakan kepada salah satu pelajar asal papua
"Pelajar yang di tembak oleh polisi tersebut bernama ifan wetipo adapun peristiwa penembakannya terjadi di Tanah Abang Jakarta Pusat hingga meninggal dunia" Ujar Fajar, (30/12)
Namun yang aneh lanjut Fajar, pihak keluarga korban baru mengetahuinya pada 27 Desember, di Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur setelah pihak keluarga mendapatkan Informasi dari Kepolisian Metro Jaya.
"Sungguh tidak rasional tindakan aparat kepolisian negara ini, dan dalam waktu bersamaan kami mahasiswa papua yang terhimpun dalam Ikatan Mahasiswa Papua menggelar Aksi Protes, tapi kami Di tuduh represif" Ujar Fajar
Fajar juga sesalkan dari kasus penembakan ini tidak di ekspos secara masif oleh media. (30/12)
"Sementara aksi damai yang dilakukan oleh ratusan mahasiswa papua, dalam rangka menyambut hari jadi Papua Barat, mendapatkan sorotan dari semua media, dati media lokal sampai Internasional, ini ada apa" Ujar Fajar Quban (30/12

Laporan ini dibuat berdasarkan data dari berbagai sumber, Baik media sosial media cetak, Media Elektronik bahkan jugan laporan langsung yang kami terima dari lapangan.

By. Ones Suhuniap

http://nestasuhunfree.blogspot.co.id/2016/01/24-kasus-pembunuhan-dan-penyiksaan.html
Share on Google Plus

About Suara Kolaitaga

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Poskan Komentar