News
Loading...

Pater Jhon: TNI Kembali Melukai Hati Rakyat Papua

Korban atas nama Paskalis Kosay saat mendapat perawatan di IGD RSUD Wamena - Jubi/Ist
Korban atas nama Paskalis Kosay saat mendapat perawatan di IGD RSUD Wamena – Jubi/Ist

Wamena, Jubi – Aktivis Hak Asasi Manusia Pegunungan Tengah Papua, Pater Jhon Jonga, Pr. menilai bahwa tertembaknya Paskalis Kosay oleh oknum TNI Subden PM 17 B Jayawijaya berinisial FA yang diduga dipengaruhi minuman keras (miras) menunjukkan TNI di Papua kembali melukai hati rakyat Papua.
“Ini memang satu luka besar lagi untuk masyarakat Papua atas tindakan seorang anggota POM. Apa lagi dia (pelaku) itu POM berarti itu orang yang paling elite lah, dalam arti dia punya keseimbangan emosional. Ini tindakan yang sungguh menambah luka bagi orang Papua,” kata Pastor penerima Yap Thiam Hien Award 2009 itu ketika ditemui Jubi di Wamena, Jayawijaya, Sabtu (29/11/2015).

Jumat (27/11/2015) dini hari, sekitar 01:00 seorang oknum TNI Subden PM 17 B Jayawijaya yang diduga dipengaruhi miras menembak seorang warga sipil atas nama Paskalis Kosay (18).

“Sudah sering saya tegaskan ini supaya para komdan bahwa orang yang mabuk tidak usah diberi senjata. Saya dengar juga pelaku ini dalam keadaan mabuk, kalo dia mabuk, ini seruan saya kepada komandan-komandan orang yang mabuk tidak usah dikasih senjata. Kali lalu juga di Timika anggota yang mabuk tembak orang. Ini bagaimana kalau terus-terusan begini?” katanya.
Ia bahkan menagih janji Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Muliyono yang menyatakan akan menindak tegas oknum TNI yang menyalahgunakan kewenangan untuk melukai rakyat Papua.

“Beberapa waktu lalu kan Pa Kasad berkomitmen tindak tegas to? Sesuai dengan janji Pak Kasad maka saya mau menyampaikan baik kepada panglima atau dandim supaya anggota POM yang melakukan penembakan sewenang-wenang ini supaya diberi sanksi hukum yang berat,” katanya.

Menurut dia, insiden tersebut dalam rangka para kondisi menjelang peringatan kemerdekaan orang asli Papua pada 1 Desember mendatang.
“Tiap kali menjelang Desember peristiwa begini (penembakan) selalu terjadi. Menurut saya pola-pola begini sudah diatur,” katanya.

Salah satu keluarga korban Paskalis Kosay, Marten Kosay menyebutkan bahwa peristiwa yang terjadi di Jalan Sulawesi, Wamena, sekitar pukul 01.00 WIT ketika ia dan kawan-kawannya berada dekat lokasi kejadian, tepatnya di depan toko Himalaya Wamena. Ia dan rekan-rekannya bermaksud mengikuti acara dansa yang sudah sejak dimulai jam 9 malam, di salah satu rumah warga.

“Kita sudah di tempat acara, begini bunyi tembakan tapi kita pikir itu bunyi ban mobil atau apa begitu jadi kita biarkan saja. Terus tidak lama adik laki-laki yang bernama Dedi dia lari dan memberitahukan bahwa adik Paskalis sudah kena tembak dan serentak kita berdiri. Kakaknya Paskalis yang namanya Yoel langsung memegang pelaku yang menembak dan pelaku itu gemetar tapi ada lagi anggota yang lain datang terus dorong Yoel,” jelas Marten.

Paskalis Kosay tertembak saat asyik makan pinang di para-para pinang Jalan Sulawesi. 

“Ade laki-laki (korban) ini berdiri makan pinang di sini, terus pelaku memang sudah mabuk dari luar baru duduk di kursi dekat para-para pinang, kita sudah liat dia mabuk lalu parkir motor di sana, sudah, dia duduk lalu mungkin karena mabuk langsung tembak ke ade laki-laki (korban) yang ada makan pinang,” katanya.

“Kayaknya dia (pelaku) ada beban pikiran. Dia duduk di situ lama, baru ditembak. Untung kena balok, kalau tidak peluru tembus ka,” kata seorang Mama Papua, pemilik para-para pinang yang sempat disinggahi korban. (Wesai H.)    
Editor : Timoteus Marten
 
http://tabloidjubi.com/home/2015/11/29/pater-jhon-tni-kembali-melukai-hati-rakyat-papua/
Share on Google Plus

About Suara Kolaitaga

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar