News
Loading...

Mahasiswa Jayawijaya Tolak Pembongkaran Asrama Nayak

Yosep Meaga (kiri) diteman rekan Asrama(Mawel Benny)
Jayapura, Jubi – mahasiswa asal Kabupaten Jayawijaya yang berdomisili di kota studi Jayapura menolak rencana Pemerintah Kabupaten Jayawijaya membongkar Asrama Nayak dengan rencana pembangunan gedung baru. 

“Rencana bangun tiga lantai. Pemerintah kasih informasi melalui surat yang tidak jelas kapan. Mahasiswa harus kosongkan asrama paling lambat 3 Agustus,” ujar Ketua Asrama Nayak, Yosep Meaga, di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Senin (3/8/2015).

Kata Yosep pemberitahuan itu disertai ancaman. Kalau mahasiswa tidak segera mengosongkan asrama, Pemerintah akan meminta bantuan Kepolisian untuk melakukan tindakan tegas, memaksa mahasiswa untuk meninggalkan asrama.

Pemberitahuan disertai ancaman ini, menurut Yosep sangatlah tidak etis. Pemerintah mestinya mendatangi mahasiswa menjelaskan semua maksud dan memberikan solusi kepada mahasiswa yang diminta mengosongkan asrama. Minimal Pemerintah memberikan tempat sementara selama asrama dibangun.
Kalau Pemerintah memaksa mahasiswa keluar, menurut Yosep ada indikasi kepentingan. Sebab jika bicara soal kebutuhan mahasiswa, mahasiswa yang tinggal di Asrama Nayak Kamkey tidak butuh gedung baru.

“Gedung yang ada sudah cukup. Kita butuh renovasi dan butuh fasilitas yang kurang. Kami butuh air dan bantuan beras. Yang perlu gedung itu teman-teman yang tinggal di wilayah Sentani dan Jayapura,” tegasnya.
Jika Pemerintah ngotot membongkar untuk membangun yang baru, menurut Yosep, sangat tidak masuk akal dan tidak realistis dengan kondisi asrama yang sudah ada. Asrama yang sudah ada, Asrama Nayak 1, 2 dan 3 dan Asrama Lauk 1 dan 2 banyak kamar yang kosong.

“Gedung bagus tetapi tidak ada yang isi karena di dalam kosong. Tidak ada air, bantuan beras pun triwulan 5 karung 15. Kg. Teman-teman memilih tinggal di luar,” tegasnya. Karena itu, Meaga berharap Pemerintah perhatikan asrama yang sudah ada sebelum memikirkan asrama baru.

Meky Wetipo,senior pada Himpunan Mahasiswa Pemuda Jayawijaya (HMPJ) mengatakan Pemerintah mestinya tidak membongkar asrama itu. Mestinya, dipikirkan untuk menjadikannya museum, sebagai jejak peradaban orang Kabupaten Jayawijaya sebelum pemekaran.

“Semua pejabat yang ada di kabupaten-kabupaten pemekaran Jayawijaya pernah tinggal di situ jadi jangan sampai jejak peradaban itu hilang,” tegasnya dalam satu bincang-bincang. (Mawel Benny)

http://tabloidjubi.com/2015/08/03/mahasiswa-jayawijaya-tolak-pembongkaran-asrama-nayak/
Share on Google Plus

About Suara Kolaitaga

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment