News
Loading...

Tak Mampu Berantas Miras, Malah Hadirkan Mako Brimob di Wamena

Brimob (Foto, MS)
Wamena, MAJALAH SELANGKAH -- Rakyat Papua di Wamena Kabupaten Jayawijaya masih terus melakukan penolakan atas rencana pembangunan Mako Brimob di wilayah itu. Walaupun demikian, Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo dan Kapolres Jayawijaya, AKBP Adolf Beay menilai pembangunan Mako Brimob adalah sebuah kebutuhan di wilayah itu.

Sumber majalahselangkah.com di Wamena siang tadi, Selasa (31/3/2015) mengabarkan, DPRD Jayawijaya telah memfasilitasi masyarakat, pemilik ulayat, pemerintah daerah dan kepolisian untuk berdialog di Gedung DPRD Jayawijaya. Namun, tak ada hasil.

"Tidak ada hasil baik. Semua pertahakan pendapat. Malah ada keributan. Tapi, ini seluruh rakyat sudah komitme untuk menolak barang itu (Mako Brimob)," kata sumber itu dalam wawancara telepon sore tadi.

Ia mengutip pernyataan salah satu tokoh pemuda saat dialog siang tadi, "Bupati bilang, mau bangun Mako Brimob karena banyak orang mabuk di sini. Kenapa dia tidak tutup semua penjualan minuman keras di sini. Ada apa harus bangun Mako Brimob hanya gara-gara orang mabuk, ada apa?"

"Kami semua di sini, di depan Bupati, Kapolres, anggota dewan, kepala distrik, tokoh adat, tokoh agama, dan semuanya sudah sampaikan, rakyat tolak Mako Brimob. Sudah cukup kami terus dan selalu dihadapkan dengan senjata dan kekerasan," kata dia. 

Sumber ini lebih jauh menjelaskan, pada dialog itu Kapolres Jayawijaya, AKBP Adolf Beay memaparkan bahwa wacana pembangunan Mako Brimob di Wamena sudah ada sejak tahun 2003,  bersamaan dengan pembangunan Batalyon 756/WMS.

"Dia (AKBP Adolf Beay: red) bilang karena  Batalyon 756 sudah ada dan Mako Brimob juga harus ada. Tapi, kami bilang, kalau ada orang mabuk, kenapa Polisi biarkan, kenapa Polisi tidak kendalikan, kenapa polisi tidak tutup Miras, kenapa polisi tidak kerja. Jangan buat seakan-akan daerah ini kacau dan rawan," kata dia tegas.

Sumber ini menegaskan, "Kami mohon Bupati dan Kapolres jangan bayar-bayar masyarakat kami untuk setuju bangun Mako. Awalnya, semua masyarakat tidak setuju, tetapi sekarang ada pendekatan uang dan ada yang mulai setuju. Kami di sini bisa masalah antara kami sendiri. Kami mohon dengar suara kami."

Hingga malam ini, majalahselangkah.com belum berhasil konfirmasi Bupati Jayawijaya dan Kapolres Jayawijaya terkait rencana pembangunan Mako Brimob ini. (Yermias Degei/MS)

Baca berita-berita seputar pembukaan Mako Brimob di Wamena: #mako-brimob


Sumber : http://majalahselangkah.com/content/-tak-mampu-berantas-miras-malah-hadirkan-mako-brimob-di-wamena
Share on Google Plus

About Suara Kolaitaga

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment