Pages

Pages

Jumat, 29 Januari 2016

Masyarakat Jangan Gampang Terpengaruh Ormas Tak Jelas

Sekretaris Komisi I DPR Papua, Mathea Mamoyau – Jubi/Doc
Jayapura, Jubi – Maraknya pemberitaan mengenai Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) belakangan ini, salah satu organisasi yang dinyatakan terlarang oleh pemerintah disikapi Komisi I DPR Papua bidang pemerintahan, politik, hukum dan HAM.

Sekretaris Komisi I DPR Papua, Mathea Mamoyau mengingatkan masyarakat Papua tak gampang terpengaruh dan mengikuti berbagai Organisasi Masyarakat (Ormas) yang tak jelas.

“Masyarakat harus hati-hati terhadap Ormas yang tak jelas arahnya. Misalnya saja Gafatar. Seingat saya beberapa tahun lalu, Ormas ini sudah ada di Papua. Mereka melakukan berbagai kegiatan sosial di sejumlah wilayah. Tapi ketika itu, belum ketahuan kalau Ormas ini terlarang,” kata Mathea kepada Jubi via pesan singkatnya, Selasa (26/1/2016).

Kata Mathea, seorang ibu di Kota Jayapura yang pernah menjadi bagian Gafatar bercerita kepadanya, jika dulu kegiatan sosial yang dilakukan Ormas itu diantaranya donor darah, pengobatan massal dan lainnya.
“Ibu itu mengaku, dana Ormas itu diambil dari swadaya anggota. Sepertinya Ormas ini melakukan berbagai kegiatan sosial untuk menarik simpati masyarakat bergabung,” ucapnya.

Katanya, untuk mencegah masuknya Ormas tak jelas ke Papua, Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesabangpol) Papua perlu pro aktif dan jeli dalam hal ini. Jika ada Ormas yang ingin mendaftar ke Kesbangpol, perlu diteliti dengan jelas AD/ART nya.

“Kesbangpol harus melihat organisasi yang ada di Papua. Jangan sampai ada Ormas yang tak jelas dan meresahkan masyarakat,” katanya.
Sementara Kepala Badan Kesbangpol Papua, Musa Isir mengatakan, sejak 2014, atau sebelum Gafatar heboh dibicarakan, organisasi itu sudah dilarang di Papua.

Katanya, ketika itu pengurus Gafatar dua kali datang ke Kesbangpol sempat, 2014 dan 2015 lalu. Ketika menerima pengurus Gafatar lanjut Isir, ia menanyakan apakah Ormas tersebut sudah terdaftar di tingkat pusat.
“Ketika kami periksa persyaratannya, ada hal-hal prinsip yang bertentangan dengan nilai-nilai kemasyarakatan di Papua. Sebabnya kami dengan tegas menolak kehadiran Gafatar sejak itu,” kata Musa Isir beberapa waktu lalu. (Arjuna Pademme)

http://tabloidjubi.com/2016/01/26/masyarakat-jangan-gampang-terpengaruh-ormas-tak-jelas/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar