Pages

Pages

Kamis, 28 Mei 2015

AKSI KNPB JAYAPURA DI BUBARKAN PAKSA OLEH KEPOLISIAN POLDA PAPUA

Aparat mengkap aktivis KNPB di Jayapura
Tadi pagi, 28 Mei 2015, tepat di depan Gapura Kampus Universitas Cenderawasih Jayapura, Papua, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) melakukan aksi demonstrasi damai mendukung The United Liberation Movement for West Papua - ULMWP yang akan mendaftarkan Papua Barat menjadi anggota Melanesia Spearhead Group (MSG). 

Pertemuan akan berlangsung di Honiara, Solomon Island, dan akan dimulai sejak tanggal 21 Juni. Baru sekitar satu jam massa KNPB melakukan orasi2 politik, aparat Kepolisian Resort Kota Jayapura, dibantu oleh aparat Kepolisian Daerah Papua, membubarkan secara paksa aksi tersebut, dan menangkap 30 orang; Ada puluhan tembakan dikeluarkan untuk membubarkan massa aksi, dan bahkan wartawan dilarang mengambil foto; Ada sekitar 12 truck polisi disiagakan di tempat aksi; Jokowi berbicara akan buka ruang demokrasi, ijinkan wartawan masuk, dialog dengan warga Papua, dan bicara dari hati ke hati, kenyataan di lapangan tidak demikian; Ruang demokrasi benar2 dibungkam; Saya ingat pernyataan Pdt. Benny Giay saat bertemu SBY beberapa tahun lalu, "Pak Presiden, kira-kira di Indonesia presiden ada berapa kha?". 

Mungkin pertanyaan ini perlu ditanyakan juga kepada Jokowi; Saat aksi demonstrasi di Papua, yang jadi presiden adalah Kapolda Papua, dengan gampangx akan memerintahkan Kapolres atau Kapolresta untuk membubarkan aksi demonstrasi dengan paksa; Dibubarkan dengan kekerasan, intimidasi, dan teror; Aksi hari ini ada lima anggota KNPB luka parah, bibir pecah, kepala darah, dan salah satu orang kena peluru karet di kepala; Kitong akan tetap melawan kalau negara terus mempertontonkan kebodohan dengan cara2 premanisme; Merdeka!

Okto P