Pages

Pages

Senin, 23 Maret 2015

KNPB ONES : MENEMUKAN PISTOL DI SEKRETARIAT KNPB YAHUKIMO BOHONG, MEDIA CENDRAWASIH POS

Logo KNPB, ISt,Foto, WK)

Senjata milik intel bukan dirampas oleh simpatisan KNPB dan selanjutnya ditemukan di markas KNPB itu tidak benar dan bohong. Sebenarnya pada pembubaran paksa intelkam polres Yahukimo melakukan negosiasi dengan pengurus KNPB dan kordinator kegiatan dengan baik. Tetapi ada masyarakat mara karena BRIMOB megeluarkan tembakan akhirnya dua warga sipil terluka melihat hal tersebut datang pukul intelkam sedang melakukan negosiasi. Pada saat itu PISTOL jatu atau sengaja dilepas dari badan akhirnya di ambil oleh salah satu masyarakat, dan saat itu juga mau kembalikan tapi karena aparat kepolisian dan Brimob melakukan tembakan babi buta sehingga lari ke hutan,dan mau kembalikan hari esoknya namun takut polisi melakukan penyisiran. 

Sehingga KNPB kordinasi dengan orang yang ambil senjata dan selanjutnya serahkan kepada pendat  dan hamba Tuhan ke Polres. Jadi apa yang diberitakan melalui Cendrawasih pos dapat di markas KNPB itu tidak benar dan berita bohong. Pada peristiwa itu, dikabarkan pula senjata laras pendek milik Ipda Kasat Intel Polres Yahukimo itu sudah dikembalikan sejak Sabtu, (21/3/2015) Pukul 10.00 waktu setempat.

Pemberitaan media masa yang terkesan meliput dan membesarkan pistol yang dirampas dari pada1 satu orang yang tewas ditembak dan 5 lainnya. 

Kenapa media lebih meliput dan membesar-besarkan satu pistol yang dirampas? 

Sedangkan 6 orang yang ditembak, lalu satu warga yang mati, dan belasan yang dipenjara tidak diliput? 

Apakah bagi Indonesia orang Papua adalah hama dalam NKRI yang harus dibasmikan?

" "Kenapa Polisi yang merupakan aktor perusak di Yahukimo tidak diliput media? Kenapa kebanyakan media di Papua hanya bersumber dari Polisi, kenapa media tidak turun ke bawah," Polisi di Papua adalah menjadi aktor perusak nilai diri bangsa Papua yang solider dalam segala hal.

"Rakyat menggalang dana untuk kemanusiaan saudara-saudarinya di Vanuatu, tapi bila polisi bubarkan, tangkap dan tembak rakyat, apakah ini tidak sama dengan binatang?

" kenapa Polisi terus menerus sibuk pada aksi perjuangan KNPB?"Sudah 6 tahun KNPB di Papua, dan sudah berapa banyak aktivis KNPB yang dibunuh, dipenjara, diintimidasi dan diteror Polisi kolonial Indonesia, bahkan KNPB terus dikriminalisasi oleh Polisi kolonial yang didukung wartawan dan media pro kolonial?

Tetapi bukankah KNPB tetap ada bersama rakyat untuk berjuang dengan cara yang damai dan bermartabat? Polisi harus berhenti dengan tindakan menangkap angin (upaya menghancurkan gerakan damai KNPB yg tidak akan pernah berhasil),". menyerukan agar aksi kemanusiaan untuk saudara kita Vanuatu terus harus dilakukan di seluruh tanah Papua,termasuk di Yahukimo. Dimana pancasila, yang berbunyi Kemanusiaan yang adil dan beradap ? keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia? Inikah negara Hukum dan Negara Demokrasi?

POLDA PAPUA tidak usa putar balik fakta dan melakukan kebohongan publik. Penggolongan seperti menunjukan bahwa, tidak profesional dan publik akan tau polisi menutupi kesalahannya menembak rakyat sipil di Yahukomo. Polisi tidak perlu lempar batu sembunyi tangan lalu menyudutkan KNPB harus mengakui kesalahannya. KNPB bukan organisasi teroris,hentikan kriminalisai KNPB, karena berjuang di kota bersama rakyat secara terbuka. Dimana fungsi dan tugas polisi pelindung pengayom dan mitra kerja masyarakat itu?

Seharusnya POLDA PAPUA secara gentlemen mengaku bahwa anggotanya telah menembak 5 warga sipil dan satu orang meninggal di rumah sakit Yahukimo. Sebab POLDA PAPUA instruksikan Brimob diri wamena ke Yahukimo dan anggota polisi aktor utamanya. Polda Papua segera bertanggung jawab, jangan salahkan KNPB sebab selam ini KNPB melakukan aksi secara damai komunikasi selulu dibangun dengan polisi namun yang terjadinya korban skenario POLDA kriminalisasi KNPB. 

POLDA PAPUA harus bertanggung jawab atas 4 orang ditembak kepolisian dan satu orang meninggal dunia akibat ditembak polisi atas nama OMBANG SEGENIL Polres Yahukimo segera bebaskan anggota KNPB dan rakyat sipil yang ditahan di polres setempat. 

Komnas HAM Segera turun ke Yahukimo untuk investigasi korban di sana jangan hanya komentar di media cetak, supaya bisa ungkap apa sebab terjadinya korban di Yahukimo. DPRP segera bentuk Tim investigasi dengan melibatkan lembaga kemanusian yang independen sepeti LSM Gereja dan turun ke Yakini. Polda Papua hentikan pembangkangan demokrasi dan segera tarik BRIMOB dari Yahukimo.


By.Nesta Ones Gimbal