Pages

Pages

Jumat, 31 Oktober 2014

Orang Asli Papua Di Kabupaten Merauke Tinggal 40 Persen

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka.(JUbi/Frans L Kobun)
Merauke, Jubi- Orang asli Papua di Kabupaten Merauke sampai dengan sekarang, hanya tersisa 40 persen. Sisanya merupakan pendatang dari berbagai daerah. Dengan demikian, daerah ini sudah sangat heterogen dan persaingan dari berbagai aspek, masih sangat jauh.

Hal itu disampaikan Bupati Merauke,  Romanus Mbaraka ketika memberikan arahan dalam kegiatan  Bappeda Provinsi Papua yang berlangsung di Swissbelt Hotel Kamis (30/10). “Saya terkadang berdoa dan meminta kepada Tuhan jika masih ada jalan potong untuk masyarakat Papua agar dari waktu ke waktu terus berkembang seperti orang di lokasi transmigrasi, agar bisa memberikan petunjuk lebih lanjut,” katanya.

Berbagai terobosan telah dilakukan pihaknya, termasuk mengirim anak-anak untuk melanjutkan studi di Jerman serta beberapa perguruan tinggi lain di Jawa agar mengambil fakultas kedokteran, namun tentunya membutuhkan waktu  agak lama.

“Justru yang kita butuhkan sekarang adalah bagaimana memberikan dorongan dan atau motivasi kepada masyarakat asli Papua agar dari waktu ke waktu terus berkembang, terutama dari sisi pendapatan ekonomi keluarga. 

Pemerintah harus bisa menyusun program sekaligus mengirim anak-anak Papua untuk belajar tentang keterampilan di luar. Sehingga nantinya kembali dan menerapkan di kampung halaman,” katanya.

Kepala Bappeda Kabupaten Merauke, Daswil menambahkan, berbagai program yang dijalankan pemerintah di bawah kepemimpinan Romanus Mbaraka-Sunarjo adalah dengan menurunkan dana ratusan juta ke kampung-kampung setiap tahun.

Dengan demikian, masyarakat bisa dapat mengelola dan atau memanfaatkan dana yang ada untuk berbagai kegiatan pembangunan. (Frans L Kobun)

Sumber :  www.tabloidjubi.com