Pages

Pages

Rabu, 22 Oktober 2014

MAHASISWA PAPUA MENADO TAKUT DAN TRAUMA, RENCANA SEMUA PULANG PAPUA


MANADO—Mahasiswa dan mahasiswi Papua yang berada kota MENADO, yang berstudy merantau di Tanah Sulawesi Utara, berada dalam keadaan yang tidak aman takut dan mengalami trauna karena atas kejadian yang menimpa mahasiswa Papua dua orang meninggal dan empat orang luka berat dan beberapa lainnya luka ringan. Informasi ini di kabarkan memalui dunia maya ke madia online ini. Pada malam ini situasi di Menado dalam keadaan darurat.

Saat ini kota study menado dalam keadaan darurat akibat terjadi suatu pertikaian antara mahasiswa Papua dengan orang asli menado (tondano) yang kejadiannya terjadi tadi malam di tondano yang menewaskan Dua orang mahasiswa Papua asal wamena sehingga saat ini seluruh mahasiswa Papua dengan Tni-Polri sedang bahas masalah tersebut.

Namun isu yang sudah beredar di kalangan mahasiswa bawah seluruh mahasiswa Papua yang ada di kota study Menado rencananya akan di pulangkan ke Papua apakah hal tersebut benar akan terjadi tunggu info selanjutnya.

Kemudian media online majalahselangkah.com, bahwa Petius meninggal di tempat dengan luka di sekujur tubuh. Diketahui, ia kuliah di Politeknik Negeri Manado.Sementara itu ada 5 orang Papua lainnya luka-luka dan dirujuk ke rumah sakit terdekat.

"Saat ini, keadaan kami di Manado tidak aman sekali. Kami bahkan takut keluar dari asrama," jelas seorang mahasiswa dari Manado kepada majalahselangkah.com siang ini.
Kejadian bermula ketika mahasiswa Unima asal Papua Sabtu malam (18/10/2014) menggelar acara pesta syukuran wisuda di Asrama Mahasiswa di Kelurahan Tataaran Patar Minahasa.

Korban dikabarkan dalam kondisi mabuk, ke luar. Kira-kira pukul 03.00 subuh, ia menelpon kakak dan teman-temannya bahwa ia diserang. Ketika sekitar 5 orang temannya datang ke tempat kejadian, korban sudah terlentang tak bernyawa.
Belum sempat mereka memarkir motor, mereka diserang orang-orang yang telah diaga di sekitar. Kelima orang itu yang mengalami luka-luka. 
Seorang dari lima orang itu, yang telah menyelesaikan S2 dikabarkan meninggal dari rumah sakit.Dikabarkan, puluhan mahasiswa Papua di Tondano sedang terjebak di kos dan di tempat tinggal mereka. Mereka tak berani ke luar, bahkan dengan mobil sewaan. Karena di sana, ada informasi beredar, para pelaku masih siaga mencari orang Papua untuk dibunuh juga.

Menurut Tribun Menado, bahwa Kejadian bentrokan di Tataaran Minahasa ini bermula ketika mahasiswa Unima asal Papua Sabtu malam (18/10/2014) menggelar acara pesta syukuran wisuda di Asrama Mahasiswa di Kelurahan Tataaran Patar Minahasa. Mahasiswa yang menghadiri syukuran bukan hanya mahasiswa Unima asal Papua tapi juga ada teman-teman mereka yang lain termasuk mahasiswa dari Politeknik Manado.
Usai syukuran, sekitar pukul 3 pagi, Minggu (19/10/2014), sejumlah mahasiswa yang sudah dipengaruhi minuman keras saat melintas di kawasan pertokoan Tataaran kemudian mengacau dan melempari kios-kios yang ada dengan batu, mengakibatkan kaca pecah berserakan.
Tak terima dengan perlakuan mahasiwa ini, warga kemudian keluar rumah dan melakukan perlawanan. Bentrokan pun tak bisa dihindari.
Informasi sementara yang dihimpun dari Wartawan Tribun Manado di lokasi kejadian, akibat bentrokan ini satu mahasiwa asal Politeknik Negeri Manado meregang nyawa, dan sejumlah mahasiwa dan warga luka-luka (UN/Online)

Sumber: Online