Pages

Pages

Senin, 21 Juli 2014

TUJUH MAHASISWA DITANGKAP DI MESS KEDOKTERAN UNCEN

Arman Faknik dan Kawan-kawan di Polsek Abepura (Jubi/Aprila)
    Jayapura, 21/7 (Jubi) – Tujuh Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (Uncen) bersama seorang siswa SMU ditangkap paksa di Mess Kedokteran Uncen Jayapura, Pkl. 09.00 WP, Senin (21/7).
    “Kami baru pulang menjenguk teman yang sakit saat polisi bersama beberapa kakak senior dari kedokteran Uncen datang menangkap kami di Mess Kedokteran Uncen,” kata Arman Fakni, anggota Gerakan Mahasiswa Kedokteran Peduli Orang Asli Papua (GMKP-OAP) kepada tabloidjubi.com di Polsek Abepura, Senin (21/7) sore.
    Saat ditangkap menurut Armand, dirinya sempat menanyakan surat penangkapan. Polisi tidakbenar-benar menunjukan kertas atau surat penangkapan tetapi hanya membuka lembaran kertas lalu mengatakan, ini namanya ada. Arman tidak bisa terima proses penangkapan ini karena tidak membaca surat penangkapan dengan baik.
    “Ada beberapa senior yang datang bersama polisi, diantaranya Alexander Sem Tabuni, Harun, kakak-kakak senior yang sedang koas dan lain-lain,” ungkap Armand lagi.
    Ada salah tangkap juga, lanjut Armand. Seorang siswa SMU yang sedang berlibur di tempat kakaknya yang tinggal di mess tersebut yang juga ditangkap namun telah dilepaskan oleh pihak kepolisian. Nama siswa tersebut adalah Nerius. Adapun mahasiswa kedokteran yang ditangkap adalah Armand Faknik, Norbert Bobi, Ekiton Weya, Jufri Wenda, Luther Kogoya, Desyon Yoman dan Yospri Wandik.
    Salah satu petugas di Polsek Abepura yang ditemui tabloidjubi.com mengatakan, penangkapan ini karena ada laporan pengrusakan fasilitas kampus.
    “Mereka ini kena pasal pengrusakan fasilitas umum,” kata polisi tersebut sambil berlalu dari hadapan tabloidjubi.com. (Jubi/Aprila)