Pages

Pages

Sabtu, 14 Juni 2014

LUKAS ENEMBE : PT. FREEPORT JANGAN MAIN-MAIN TERKAIT PERMINTAAN PAPUA

Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe.(Jubi/Alex)
Jayapura, 13/6 (Jubi) – Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe meminta agar PT. Freeport Indonesia tidak main-main dengan permintaan Pemerintah Provinsi Papua soal pembangunan smelter di Bumi Cendrawasih.

“Kita sampai pada hari ini masih tetap pada 17 point yang kita ajukan, termasuk pembangunan smelter dan saya dengar smelter akan dibangun di Jawa Timur bersama Newmont. Ini tidak bisa terjadi, pembangunan harus dilakukan di Papua. Kita konsisten dengan itu, jangan main-main soal ini,” kata Gubernur Lukas Enembe kepada wartawan, di Jayapura, Papua, Jumat (13/6).

Sementara mengenai pembelian saham Freeport, ujar Gubernur, pemerintah provinsi belum bisa memastikan berapa besar saham yang akan dibeli, karena hitung-hitungannya harus sesuai, apakah dibeli sesuai dengan harga pasar atau apa, namun pembicaraan awal kemungkinan bisa sebesar 10,4 persen.

“Kemungkinan bisa 10,4 persen, tapi kami kan tidak punya uang, jadi harus dengan cara apa kita bisa dapatkan apakah dengan libatkan perbankan atau dengan perusahaan-perusahaan besar untuk membeli. Jadi belum ada kepastian, yang jelas angka-angka yang pernah kita taHu itu 10 lebih dan pada waktu itu 25 persen, tetapi sekarangkan yang dilepas 30 persen, jadi muda-mudahan ini ada kenaikan sedikit atau seperti apa. Atau tetap di 10,4 itu,” ujarnya.

Sebelumnya, renegoisasi Kontrak Karya Freeport menyepakati setidaknya enam poin. Salah satunya adalah divestasi saham sebesar 30 persen.

Pertemuan Renegoisasi Kontrak Karya Pertambangan antara Pemerintah Indonesia dengan Direktur Freeport Indonesia Rozik B Soetjipto serta Chief Executive Officer Freeport McMoran Copper & Gold Inc Richard C Adkerson pada tanggal 3 Juni lalu akhirnya menyepakati Freeport Indonesia melepas (divestasi) 30 persen saham Freeport Indonesia. Kesepakatan ini bisa dikatakan mengejutkan karena selama ini Freeport hanya bersedia melepas 20 persen sahamnya.

Vice President Corporate Communications (Corcom) PTFI, Daisy Primayanti membenarkan pertemuan yang berujung divestasi 30 persen saham Freeport Indonesia ini.

“Divestasi merupakan bagian dari poin-poin strategis dalam kontrak karya yang dibahas dalam renegosiasi kontrak karya denga pemerintah,” kata Daisy.

Daisy menambahkan sepanjang pertemuan, diskusi antara kedua belah pihak berjalan sangat baik, positif dan banyak kemajuan.

Namun mengenai bagaimana tahapan divestasi, kepada siapa saja 30 persen saham ini akan ditawarkan, apakah Pemerintah Daerah Papua juga akan mendapatkan penawaran kepemilikan saham ini hingga landasan hukum untuk proses divestasi ini, belum bisa dijelaskan oleh Daisy.

“Maaf, kami belum dapat merinci. Nanti jika sudah final akan diumumkan,” ujar Daisy. (Jubi/Alex)