Pages

Pages

Sabtu, 14 Juni 2014

ASOSIASI GEREJA KRISTEN KEPULAUAN SOLOMON DUKUNG PERJUANGAN PAPUA BARAT

Kepulauan Salomon, termasuk dalam Ujung Tombak Persaudaraan Melanesia, sebuah kepulaian di Samudera Pasifik sebelah timur dekat kepulauan Bouganville Papua Nugini, Negara merupakan bagian dari Persemakmuran. Merdeka dari Inggris pada 7 Juli 1978, negara ini terrdiri dari 992 pulau yang secara keseluruhan membentuk wilayah seluas 28.450 km².(jubi/ist)
Jayapura, 12/6 (Jubi)-Gereja di Kepulauan Solomon  telah menyepakati untuk mendukung secara aktif perjuangan kemerdekaan politik rakyat Papua Barat. Desakan ini muncul seminggu sebelum Presiden Indonesia menghadiri pertemuan Kepulauan Pasifik Development Forum Summit di Denarau, Fiji pada 18-20 Juni nanti.

“Kami di Kepulauan Solomon telah mendengar tangisan rakyat Papua Barat dan kami berkomitmen untuk mengadvokasi hak- hak mereka dalam menentukan nasib sendiri, yang menguntungkan hak politik dan kebebasan sejati,” kata Pastor Peter Houhou, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Anglikan Honiara, ibukota Kepulauan Solomon yang dikutip tabloidjubi.com dari Pacnews Kamis(12/6).

Menurut dia, komitmen ini telah sejalan dengan mandat dari Konferensi Majelis Umum Gereja Pasifik pada pertemuan yang sama tahun lalu.

Dikatakan, majelis telah meminta agar semua gereja-gereja Pasifik untuk mengadvokasi kebebasan masyarakat masih di bawah kekuasaan kolonial di Kepulauan Pasifik.

“Sementara kita di Kepulauan Solomon perlu memulai lagi untuk memikirkan kembali tekad kita, agar membuat pernyataan ini sebagai pengakuan atas tanggung jawab moral a untuk mendengar teriakan saudara-saudara kita di Papua Barat yang setiap hari berjuang untuk keadilan, “kata Fr Houhou.

Dua pekan lalu, kata dia para pemimpin gereja di Kepulauan Solomon telah belajar bahwa Gereja harus terus menujukkan suara kenabian tanpa rasa takut, peran kenabian dalam ‘berbicara kebenaran berkuasa’.

Dalam mereklamasi suara ini, pihaknya harus berdiri untuk membela, menegaskan dan mengumumkan solidaritas dengan semua orang yang masih menderita  di bawah penindasan kolonial.

Pendeta Wilfred Kurepitu, Moderator Gereja Anglikan Inggris di Kepulauan Solomon (UCSI) meminta agar gereja-gereja tetap melakukan tugas mereka.

“Ini adalah tugas moral gereja untuk melawan rezim yang menindas otoritas dan untuk secara aktif terlibat dalam perjuangan untuk keadilan, kebebasan dan perdamaian. Kami  tidak hanya berharap kebebasan pada orang-orang yang tetap berada di bawah pemerintahan kolonial, tetapi secara aktif bekerja dalam memperjuangkan semua yang kebebasan rakyatnya tertindas termasuk saudara-saudara kita di Kanaky (Kaledonia Baru) dan Maohi Nui (Polinesia Perancis), “katanya.

Dukungan Pemerintah sangat penting dalam mensponsori Maohi Nui  (Polinesia Perancis) ke dalam daftar wilayah-wilayah  dekolonisasi di UN tahun lalu, gereja-gereja di Kepulauan Solomon meminta pemerintah untuk segera menunjukkan dukungan serupa dengan perjuangan Papua Barat untuk kemerdekaannya dalam solidaritas seperti yang selama ini dilakukan Pemeirntah Republik Vanuatu. (Jubi/dominggus a mampioper)

Sumber :  www.tabloidjubi.com