Pages

Pages

Sabtu, 14 Juni 2014

KEMBANGKAN BUDAYA NOKEN DI LINGKUNGAN TVRI PAPUA

Jayapura, 13/6, (Jubi) – Kurang lebih empat setengah tahun menjabat sebagai Kepala TVRI Stasiun Papua, Telman Roringpandey mampu mengembangkan filosofi ‘noken’ di lingkungan kerjanya, sehingga karyawan karyawatinya mendapat prestasi yang signifikan. Hal itu terungkap dalam serah terima jabatan Kepala TVRI Stasiun Papua.

“Noken adalah landasan untuk ikat kita semua dalam bekerja,”bilang Telman Ringpandey mengawali sambutan perpisahannya, Jumat, (13/6) di Studio TVRI Papua, Bhayangkara Kota Jayapura-Papua.

Noken, menurutnya, sengaja dikembangkan dalam lingkungan kerjanya dengan menganalogikan sebagai bagian dalam merangkul semua orang sebagai bagian kearifan lokal.

Lebih jauh pria asal Manado itu mengatakan, noken di Papua biasanya dipakai untuk menggendong anak, ternak bahkan bahan makanan lokal. “Kami punya semangat untuk naikan dan merangkul semua yang ada dalam lingkungan kerja kami,”optimis Telman yang ditempatkan pertama kali di Papua 22 Januari 2009.
Salah satu karyawan senior TVRI Papua, Mely Mansmor mengakui, selama empat setengah tahun di Papua,Telman telah membuat banyak hal yang luar biasa.

“Karena ketika pa Telman datang di TVRI, dia telah memperhatikan semua bidang, baik program, teknik dimana saat itu kami tidak punya ruangan untuk kerja. Pa Telman datang dan memposisikan aspirasi kami,”ujarnya.

Telman Roringpandey selanjutnya menjabat sebagai Kepala LPP TVRI, Manado, Sulawesi Utara. Adapun Kepala LPP TVRI Papua dijabat Immanuel Raya yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala LPP TVRI Kalimantan Tengah. Dia berjanji akan mengupayakan studio yang representatif, karena saat ini studio yang ada belum penuhi standar.

“Kami sudah punya gambaran untuk studio dan kami sudah punya gambaran untuk minta bantuan ke pemprov,”ujar lelaki asal Batak Sumatera Utara itu. Pada bagian lain soal kesejahteraan juga menjadi atensinya bagi karyawan/karyawati di TVRI Papua.

Sebelumnya Direktur Teknik LPP TVRI Pusat, Syafulah saat menyaksikan serah terima tersebut mengharapkan TVRI Papua dapat dijadikan salah satu  stasiun untuk konsultan terbaik di Indonesia.

Dia juga mengapresiasi pejabat lama yang telah menerapkan tapak-tapak pembenahan yang cukup berarti dan sangat dirasakan di TVRI Papua.

“Mudah-mudahan dengan kedatangan Immanuel Raya, akan semakit berlari cepat,”ujar Syafulah. (Jubi/Roberth Wanggai)