Pages

Pages

Rabu, 30 Oktober 2013

KMPB MINTA SEGERA BENTUK TIM INVESTIGASI

Jumpa Pers KMPB (Jubi/Aprila)
Jayapura, 30/10 (Jubi)Masalah Bantuan Sosial (Bansos) yang menguat di media masa akhir-akhir ini menuai berbagai pro kontra di masyarakat. Koalisi Mahasiswa Pemuda Bangkit (KMPB) Papua meminta berbagai pihak untuk menindaklanjuti kasus ini dengan membentuk tim investigasi untuk asas keadilan bagi semua.

“Selama ini rakyat dijadikan obyek demi kepentingan individu maupun kelompok tertentu. Tentu saja hal ini tidak beranjak dari realita yang selama ini terjadi,” ungkap Mully Wetipo, Koordinator KMPB dalam jumpa pers yang digelar di Prima Garden Caffee, Abepura, Jayapura, Rabu (30/10).

Beberapa realita yang ditemui KMPB adalah pertama, penyalahgunaan beras miskin (Raskin) di Kabupaten Jayawijaya. Kedua, penyalahgunaan dana pendidikan dan dana hibah di Distrik Warsa, Kabupaten Biak Numfor. Ketiga, penyalahgunaan Bantuan Sosial (Bansos) oleh anggota DPRP.

“Untuk itu, kami mendesak Polda Papua dan Kejaksaan Tinggi Papua untuk segera menindaklanjuti kasus-kasus korupsi yang telah dilaporkan oleh lembaga yudisial,” kata Mully lagi.

Senada dengan hal tersebut, Vincen Saky, salah satu anggota KMPB juga meminta lembaga yudisial agar segera memeriksa oknum-oknum pengguna Dana Bansos di DPRP. Pihak Polda dan Kejati segera membentuk tim investigasi dan melakukan investigasi di seluruh tanah Papua. Demikian juga dengan BPK untuk segera mengumumkan hasi audit penggunaan Dana Otsus Papua secara transparan.

“Selain itu, kami juga menolak dengan tegas tiga puluh tiga Daerah Otonomi Baru dan draft Otsus Plus di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat,” tutur Vincen kepada wartawan. (Jubi/Aprila Wayar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar