Pages

Pages

Rabu, 30 Oktober 2013

DI UJUNG CINTA, HANYA ADA AIR MATA DUKA

YOGYA. TIMIPOTU NEWS. Saat itu, hati berderit-derit melihat sang kekasih yang datang mendekati sambil melampiskan senyum di wajahnya. Sungguh saya tidak menyangkah bahwa, senyuman dia itu membuat saya tidak tersenyum. Dalam penuh kesenyuman, tubuhnya telah mendekati saya dan saya pun ikut tersenyum. Itulah awal terjadi cinta.

Dalam penuh suka cita, ungkapan cinta pun selalu saja terdengar di telinga saya dan saya mulai bertanya “kenapa engkau mencintai saya?” tidak tahu kenapa saya mencintai kamu. Demikian jawaban dia sambil tersenyum.

Tak lama kemudian, hati pun menjadi satu dalam lembaran-lembaran kisah cinta di bangku study. Sebab sesungguhnya, cinta itu pada suatu saat akan datang kepada seorang pria maka, situasi meyakinkan saya bahwa dialah satu satunya cintaku. Pikiran pikiran kecil saat cinta terbentuk.

Akhirnya, benar juga bahwa, seorang gadis itu telah menjadi cinta yang datang membuka lembaran baru untuk menuliskan kisah-kisah dalam perjuangan hidup sebagai seorang pelajar.
Kini, bersama cinta (seorang gadis) itu; saya mencoba melangkah ke dunia dunia pendewasaan. Kini, bersama cinta itu; mulai terjung dimana ada pengetahuan pembebasan hidup. Kini, bersama cinta merumuskan harapan harapan akan kehidupan di masa mendatang.

Ya,,, karena masih hidup dalam penuh kasih sayang yang membahagiakan antara saya dengan dia maka, tidak terasa juga hari hari. Secara tidak sadar, diri saya dengan diri dia terdampar di tanah rantauan dimana tempat berstudy mencari nasip hidup.

Biar pun disana adalah tanah orang yang penuh dengan berbagai budaya, bahasa dan agama. Cinta tetap saja eksis tanpa dipengaruhi oleh keragaman tersebut.

Dari sekian banyak goresan goresan cinta di lembaran hidup, akhirnya kertas lembaran pun hanya tersisa beberapa lembar. Ketika melihat kembali.

Okelah kita sepakat untuk hidup dalam satu keluarga yang sah melalui perkawinan. Demikian kesepakatan cinta dari perjalanan panjang. Hati pun selalu bernyanyi-nyanyi dalam cinta sambil hidup berkeluarga disamping kisah membuat semakin cinta.

Pena cinta tetap semangat untuk menulis perjalanan cinta, lembaran kertas pun tidak habis habis untuk memuat kisah cinta dalam hidup berkeluarga. Tangan manusia pun tidak merasa cape untuk membuka lembaran-lembaran baru dalam hidup menuju pembebasan.

Namun, sementara diri saya dengan si gadis itu keasikkan menikmati hidup dalam penuh kasih sayang, entah apa alasannya? Pena cinta telah hilang dan tidak bisa menuliskan kembali, kertas buku juga habis yang diakibatkan oleh terkuncinya buku agenda kehidupan cinta. Apakah cinta hanya sampai disini? Tanya saya dalam hati.

Saya kembali mencari dan mencari dimana pena cinta itu, ternyata bukan pena yang hilang tetapi cinta yang sudah melekat pada diri saya itu telah pergi dengan sebuah alasan “saya dipanggil oleh pemilik manusia”. Saya bertanya, siapa pemilik kamu sementara saya adalah tidak menginzinkan engkau pergi tinggal saya? Kenapa engkau mau pergi sementara kita masih serius dalam menuliskan cinta dalam kehidupan? Apakah engkau sudah bosan untuk membuka lembaran-lembaran baru untuk menuliskan kisah cinta?

Semua pertanyaan itu tidak ada jaman selain jawaban dari orang-orang yang ada di bumi bahwa “dia telah dipanggil oleh pemilik manusia”. Adaikan saya tahu bahwa dia akan dipanggil oleh pemilik manusia, saya tidak mungkin menuliskan kisah cinta dalam buku agenda saya. Pikir saya saat itu karena tidak bisa menahan air mata duka.

Dari sekian banyak kisah cinta itu dan dari sekian banyak lukisan-lukisan cinta sejak SMP sampai kuliah, akhirnya kembali menjadi sia-sia tanpa ada harapan yang baik.

Saya hanya bisa mengatakan dengan penuh kesedihan “di ujung cinta hanya ada berita duka” yang akan terinstal dalam pikiran saya bahwa “kapan akan sembuh memikirkan wajah-wajah yang penuh senyum itu”

Bukannya dia diciptakan untuk menghibur dan hidup bersama-sama dengan saya tetapi dia diciptakan untuk meninggalkan duka di ujung perjalanan cinta yang bersemi. Seruan saya kepada pencipta manusia.

Selamat jalan cinta, selamat jalan sayang, selamat jalan hati, selamat jalan jantung, selamat jalan harapan hidup saya. Semoga doa doa saya orang berdosa ini bisa diterima oleh Allah untuk menerima rohmu dalam kerajaan Allah.” Saya akan menanti dalam mimpi. (Bidaipouga)/http://timipotu.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar