Pages

Pages

Kamis, 26 September 2013

Papua Hidup dalam Budaya Kekerasan TNI/POLRI

Diseluruh tanah Papua Barat sedang menjalankan operasi terbuka maupun tertutup dilakukan oleh Tentara Nasioanal Indonesia (TNI) bersama Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) seperti di   Kabupaten Deiyai Pius Mote di tembak mati oleh kepolisian,   di Kabupaten Sorong dilakukan pengejaran, penangkapan dan penculikan masyarakat sedang berlangsung oleh aparat keamanan Republik Indonesia.

Sementara ini, (klik) di Jayapura  Kepolisian Rebuplik Indonesia dibawa Pimpinan kapolresta Jayapura  AKBP Alfret Papare, Wakapolresta Kompol Kiki kurnia dan  Kapolsek Abepura serta TNI angkatan darat dari dari Korem hari ini, 26/9. melakukan  Pengerebekan dan penyisiran di rumah ketua Parlement Nasional West Papua (PNWP) Bucthar Tabuni di Kamwolker Perumnas III waena.

Penyisiran dan pengerebekan itu terjadi pada pukul 14 .00 WPB di perumnas 3 waena, aparat kepolisian dari polresta jayapura , TNI angkatan darat dari korem jayapura dan kapolsek abepura datang degan kekuatan 2 buah dalmas dengan peralatan perang lengkap, 2 buah mobil patroli milik polreta dan polsek , 2 buah mobil avanza yang didalamnya diisi oleh densus 88 degan persenjataan lengkap, serta sejumlah perwira dan yang dipimpin langsung oleh kapolresta dan wakil kapolresta Jayapura datang melakukan penyisiran di kediaman Ketua parlemen Nasional West Papua Bucthar Tabuni di perumnas 3 waena.

Tujuan penyisiran dan pengerebekan ini belum diketahui apa sebab sehingga mereka datang degan kekuatan lengkap, pada saat mereka datang ke rumah ketua PNWP mereka melakukan pemeriksana dan masuk keluar rumah, samapai dengan masuk ke kamar mandi sampai dengan masuk ke kamar-kamar.

Kepolisian Republik Indonesia bersama Tentara Nasional Indonesia sedang mempraktekkan pembunuhan masyarakat Papua di seluruh Papua Barat, setiap hari sedang dilakukan pengejaran, dan pengintaian di lakukan oleh Intelijen, kepolisian dan tentara.

Kepolisian adalah pengayom, pelindung dan pelayan rakyat tetapi mereka juga yang pelanggar, perusak, penembak  dan pembunuh rakyat Papua.
Kepolisian adalah penegak hukum tetapi mereka sendiri juga pelanggar dan pemutar balik hukum yang mereka tegakkan.
Kepolisian mereka sendiri yang menetapkan hukum tetapi mereka sendiri juga yang merobek hukum, menginjak-injak hukum. INILAH WAJAH KEPOLISIAN INDONESIA  DI TANAH PAPUA. (ad)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar