Pages

Pages

Kamis, 26 September 2013

Prabobowo Sugianto Menjalankan Misi Negara Untuk Membunuh Manusia Papua di Papua.

Foto Steven Peyon  Sorong
SORONG 25 SEPTEMBER 2013. Pembunuhan terus berjalan berturut-turut selama Empat bulan yang lalu sampai dengan hari ini, di Seluruh tanah Papua, namun pembunuhan ini tidak hanya dari TNI/Polri, tetapi ada juga dari orang asli papua yang sudah dipasang oleh    Prabobo, namun Prabobo menjalankan misi Negara untuk membunuh  Aktivis Papua Merdeka. Namun rakyat papua saat  ini trauma karena rakyat mendengar bahwa, Prabobo dipasang orang ada 8 Tim, dan didalam satu tim sebanyakt ada 15 orang. Namun Prabobo  memberikan perjanjian kepada 8 tim tersebut digaji oleh Prabobo  Rp 50 Lima puluh Juta Rupiah  Perbulan,  dan mereka membunuh satu orang  Aktivis Papua Rp 100,000,- seratus  Juta Rupiah perkepala.

Hal ini terjadi di sorong selatan dari beberapa bulan yang lalu sampai dengan hari ini, dengan cara mengunakan ojek lalu di bunuh dan buang di pingkiran jalan, dan yang lain disengkol dengan kendaraan roda dua maupun roda empat, jika wanita dengan senganja menjalani pacaran, lalu diminta ketemu dan setelah ketemu diberkosa dan buang di hutan. Lalu rakyat melihat hal ini, Kemudian rakyat papua menangkap 1 orang papua yang di pasang oleh Prabobo tersebut, Daud Sraun, ditangkap oleh masyarakat dari kampung Woloin Distrik Seremuk Kabupaten Sorong Selatan, namun sebelum mereka membawa orang tersebut ke Polres Sorong Selatan Rakyat Interviuw terhadap Daud Sraun,“ ia menjelaskan bahwa, kami beberapa anak dari sorong selatan diambil sebagai penunjuk jalan, dan kami berkabung degang kelompok yang berpake topeng merupakan orang-orang yang disuruh oleh Prabobo, untuk membunuh activist papua merdeka, dengan transaksi akan dibayarperorangan Rp. 5o Juta Rupiah, kalau kita membunuh Aktivis Papua  Perkepala Rp 100,000,- Juta Rupiah, dan kami 8 tim ini tersebar di sepanjang jalan Teminabuan Sorong.” setelah mendengar dari Daud Sraun, maka mereka berusaha menankap Edison Momot lalu serakan ke pihak Kepolisian, namun saat ini mereka ditahan polisi.
 
Kejadian ini terjadi pada hari Sabtu 14 September 2013 pukul 07.00 wpb. Gabungan masyarakat dari kampung woloin, Distrik Seremuk  Kabupaten sorong Selatan, menangkap 2 orang papua yang dipasang oleh Prabobo. Namun pada saat itu ada sala satu anggota KNPB juga ikut terlibat menangkap 2 orang papua tersebut, dan ia melaporkan kejadian itu melalui via Tlp kepada kami media KNPB Wilayah Sorong, pada hari jumat 20 September 2013 pukul 03.00 wpb. Bahwa “selama ini kami bingun siapa yang melakukan pembunuhan secara diam-diam, di sekitar kabupaten sorong selatan. Sorong Kota dan Kabupaten Sorong Aimas. Selama ini  kami ketemu mayat di sepanjang jalan dan di pingkir rumah-rumah, ada mayat yang tidak bernyawa  lalu kami sangka kepada orang Indonesia, yang membunuh  kami orang papua  tetapi ada juga orang papua yang ikut terlibat, untuk membunuh  dan menghilangkan nyawa orang asli papua atas perintah Prabobo, ujarnaya”.
 
Setelah kami mendapatkan informasi dari kawan – kawan aktifis KNPB di Wilayah sorong selatan, maka kami juga kembali kominikasi melalui via Tlp, untuk membuat laporan, namun orang yang melaporkan ini tdk diberi nama karena ia takut di cari oleh TNI/Polri yang ada di sorong selatan, namun Komite Nasional Papua Barat sebagai media rakyat wajib membuat laporan tentang kejadian ini. 
 
Demikian kami lambirkan sebagai bahan bukti untuk menjadi ada beberapa gambar dari TKP (Tempat Kejadian Perkara), dan mohon dukungan dari semua pihak, bahwa hal ini merupakan tidak adil di mata Tuhan, sebab Tuhan Allah Menempatkan Kami berbagai suku dan bangsa, untuk menjamin hidup di muka bumi ini. Sekali lagi kamu mohon dukungan dari semua pihak untuk menjelesaikan Masalah papua secara Hukum, sebab ada banyak orang  yang dibunuh mulai dari bulan Mei 2013 – September 2013.
 
Laporan  Rincian 
Setelah penembakan yang terjadi di Aimas Sorong  pada tanggal 30-01 Mei 2013 terus berjalan sampai dengan hari ini,  pembunuhan, penembakan, penculikan, secara diam-diam masih terus berjalan di seluruh tana papua, namu pada bulan Juni lalu setingan Prabobo mulai kentara terjadi di sorong terhadap rakyat sipil melalui orang papua, orang papua  tersebut membantau keberadaan Bapak Salmon Jumame di Kediamanya  sorong. Korban tersebut keluar dari rumah menuju ke kantor pada pukul 08.15 wpb. Pada saat itu ia dalam keadaan yang sehat, sampai di kantor ia Makan Dan Minum di warung makan, setelah ia makan siang kembali kerumah di Yohan, tiba-tiba ia sakit perut di kediamanya, lalu keluarganya Almarhun mengantar dia ke rumah sakit umun  di kampung baru sorong. Pada 02.17 wpb. Ia begitu tiba di rumah sakit umum tidak lama Almarhum tersebut muntan kuning, apa yang dia makan pada siang harinya, setelah 30 menit lewat. lalu  ia meninggal dunia pada pukul 06.00 wpb. sehingga keluarganya membawa pulang Almarhumnya kerumah mereka dengan mengunakan Ambulanze milik rumah sakit umum. Hal ini merupakan pembunuhan secara halus, dan secara diam diam terhadap rakyat papua di seluru tanah papua.
 
Ada juga yang terjadi pada bulan Agustus 2013 atara Polisi dengan Rakyat sipil di Rufei Pante Sorong.pada tanggal 8 Agustus 2013 waktu 08.00,
Kejadian ini terjadi  seorang oknum Polisi yang bertugas di Polres Raja Ampat yang bernama, Ako Noride,  bertempat tinggal di Komplex Inanwatan RT 2/RW 9 dimana telah membuat masalah yang memang rakyat  tidak tahu dari awalnya, dan oknum tersebut melakukan tindakan kekerasan dengan alasan  terkenanya lemparan batu Kapolresta Sorong di bagian Kepala,  namun ia mengundang  petugas Kepolisian Kaporles sorong turun untuk mengadakan Razia di Komplex tersebut namun mereka memeriksa dari rumah ke rumah warga sipil kota untuk menemui pelaku, tetapi mereka tidak menemukan pelakunya, sehingga mereka pindah ke  Komplexs  Serui dan Biak yang berdomisi di sorong. Namun mereka menangkap dua orang rakyat sipil tanpa alasan yang tidak jelas. Orang tersebut bernama Yosias Waromi  27 Tahun,  orang tersebut berada didalam rumahnya dan keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi di komplexs  tersebut. Tetapi  ia juga ikut tertangkap polisi Resor sorong kota. Dan yang satunya  seorang anggota polisi Polsek Raja Ampat, sebentara ia berpakaian preman sedang duduk dengan keluarganya di rimah, lalu polisi masuk kerumah menangkap dia secara tidak terhormat, namun ia berkata bahwa, saya adalah seorang anggota polisi raja Ampat, tetapi mereka tidak percaya bahwa ia seorang anggota, namun kabuangan aparat kepolisian menyeret dia di depan istri dan anak-anak serta keluarga besar dari atas rumah sampai pukul tendang dan sempat kepalanya di toki dengan belakang senjata sehingga mengeluarkan darahnya di depan semua keluarga.
            Hal–hal yang dilakukan oleh polisi terhadap rakyat adalah satu tindakan Anarkis terhadap manusia papua dari tahun ke tahun, mereka terusmelakukan. Namun  dalam pencapaian VISI MISI sebagai aparat  adalah
· Penegak Hukum
· Pengayom dan Pelindung Rakyat
·Kesejahtraan  Rakyat

Hal ini polisi Indonesia  tida mempelajari, namun yang ada hanya pembunuhan, penculikan, perkosaan, dan penganijajaan di tanah papua.


salam Revolusi Wa... Tolong upload di knpn news, 

By. GN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar