Pages

Pages

Jumat, 21 Juni 2013

Aparat MILITER Gabungan Indonesia Culik Mahasiswa di Yahukimo

NOBERTH MAGAYANG.
Misi Negara Indonesia Untuk membunuh
rakyat Papua terus dilakukan di Kabupaten
Yahukimo dan darah lain di Papua.
Sebelumnya insiden penculikan ini terjadi, polisi dari satuan Polres Resort Yahukimo telah menembak salah seorang pelajar  (SMA) Carles Suhun 18, di Kali Biru Dekai dan pemukulan terhadapan Nenepsa Sobolim, maka kali ini kiliran Nobeth Magayang. Nobeth Magayang di culik oleh orang bertopeng. Siapa mereka dan bagaimana terjadi penculikan? Berikut laporannya.
KRONOLIGIS :
Pada 11 Juni 2103, pukul 22.15 (Waktu Papua Barat) Nobeth Magayang (Korban Penculikan) pulang ke rumah dari rumah keluarganya di Komplek Kwelandua.  Setibanya  di dekat salah satu kios di pertigaan jalan Braza,  200 km dari Koramil Dekai, saya rencana mau beli lilin di kios itu, karena di rumah tidak ada lampu, saya mau beli disitu tapi saya takut tiba-tiba, sedangkan teman saya sama – sama itu dia sudah menjauh jalan turun dekat Koramil Dekai.
Dari arah jalan gunung truk warna kuning  tanpa DS, tiba – tiba berhenti dekat saya. Dua orang turun dari truk, seorang memegang tangan kiri saya dan yang lainnya memegang tangan kanan saya lalu mereka membuang saya ke dalam truk seperti orang muat atau kasih naik beras dalam truk.
Sampai di atas truk saya tanya mereka kenapa kamu tangkap saya? Salah seorang dari mereka menjawab,  “ Ah kita mau makan – makan. Kata salah satu orang dari mereka.  Saya punya banyak makanan di rumah jadi saya tidak mau, tetapi mereka dengan paksa membawa saya ke jalan gunung sampai di material tiga.
Dari material tiga mereka bawa saya kembali ke tempat dimana awal mereka tangkap saya. Dari situ mereka bawa saya putar ke Bandara Dekai, dari Bandara Dekai menuju ke jalan halapok, dari jalan halapok ke kilo 6, dari kilo 6 menuju ke  logpon, mereka membawa saya terus samapi di Logpon, di logon kami tinggal 3 menit di atas truk yang lain mengawal saya dengan begitu ketat dan salah satu dari mereka turun cek jadwal kapal ke pos penjagaan KP3 laut di logpon.
Tidak ada jadwal kapal, mereka bawa saya kembali ke kota, sampai di kilo 7 sebelum kediaman Bupati saya lompat dari truk dalam kecepat tinggi. Mereka tangkap saya dan bawa saya keliling kota Dekai, saya dalam keadaan sadar samapi di kilo 7 mereka yang mengawal saya ini semua mengantuk, dalam kesempatan itu saya manfaatkan untuk menyelamatkan diri.
Begitu saya lompat dari truk tidak ada yang mengetahui, saya sudah sampai di  tanah, mereka lihat saya tidak ada dalam truk. Mereka karena truk dalam kecepatan tinggi, mereka berhenti 300 m dari tempat yang saya lompat.
Saya masuk ke dalam kolam, saya rendam beberapa menit. Setelah itu saya masuk ke dalam hutan. Saat itu saya mau keluar ke jalan, ternyata saya sudah di dalam hutan, saya lihat  jam sudah pukul 02.00 (malam) saya tidur disitu.
Pada pukul 09.00 saya panjat pohon lalu telphon kelurga di rumah minta tolong jemput. Para pelakupun ikut bermain di jaringan satelit, sampai jam 4 saya dengan pertolongan Tuhan, naik ikut kali biru sampai di perempatan pemukiman. Para pelaku terus memantau saya namun, dengan pertolongan Tuhan, Bapak ketua Wilayah datang dengan mobil dan bawa saya pulang. Jelasnya.
Saya di tangkap oleh Gabungan Densus 88, Kopasus, Milisi NKRI dan Satpol PP. Saya belum bisa pastikan mereka itu orang Jawa, orang pantai atau orang pegunungan Papua, karena mereka semua memakai topeng tertutup dari kepala sampai kaki, tinggal mata yang kelihatan.
Dari cara kerja mereka, cara balap mereka dari pakaian mereka itu saya pastikan bahwa mereka semua itu gabungan.  Mereka tangkap saya murni karena perjuangan Papua Merdeka. Tidak ada masalah yang saya buat disini. Jelas korban saat di wawancarai media KNPB wilayah Yahukimo pada 13 Juni 2013 di kediamannya.
Tiga  orang saksi yang merupakan keluarga korban yang datang melaporkan tentang peristiwa nas yang di alami oleh NM di Kantor Secretariat Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Yahukimo, mereka menjelaskan korban setelah di tangkap korban keluarkan pesan (sms) kepada semua keluarga bahwa dirinya di tangkap oleh gabungan Kopasus, Densus 88, milisi KNRI dan satpol pp dan sekarang dalam pengawalan mereka. Isis sms.
Sms ini kami teruskan kepada semua orang kami, malam itu juga kami menggunakan motor kejar mereka. Mereka ke jalan gunung, kami jejar kami baku lewat  mereka kembali ke kota. Begitu juga ke logpon. Mereka kembali dari logpon, karena suadara kami NM lompat selamatkan diri sehingga para pemburu manusia ini langsung ke kota dan salah orang yang sama – sama mengawal saya dengan motor itu langsung masuk ke rumah dan yang lain di truk itu hilang jejak.
Kami masuk menanyakan orang itu tentang saudara kami, dimana kamu taru? Di masuk ke kamar dengan celana pendek namun keluar dari kamar dengan pakain kantor. Ketika ditanya dia mengatakan pertama dia bilang saya pulang kantor, kedua saya dengan teman – teman mau bakar ayam tapi tidak jadi sehingga kami pulang.  Benarkah dia pulang kantor? kantor sampai pulang  jam dua malam?
Dia itu salah seorang PNS orang Papua dari Pantai di Yahukimo.  Jadi dalam penculikan ini PNS juga ikut terlipat.  Jelasnya. Di tempat yang terpisa salah seorang saksi juga menjelaskan hal yang serupa.
Identitas Korban :
Nama             : Nobeth Magayang
JK                    : Laki – Laki
Umur             : 21 Tahun
Pekerjaan     : Mahasiswa
Fakultas         : FKIP, Uncen, Extensi Kelas Yahukimo
Diculik Pukul  : 22.15 Waktu Papua
TKP                 : Jalan Gunung,  Depan Gereja  GKI Jemaat Metanoia Dekai
Asal Distrik    : Kwelamdua, Kab. Yahukimo
Suku               : Kimyal
Kebangsaan  : Papua
Luka yang dialami : Dua pukulan di belakang dengan menggunakan popor Senjata
Identitas Pelaku :
Nama :
suku                                  : Pantai Dan Jawa
Bangsa                              : Indonesia
Dari satuan : Gabungan Denssus 88, Kopasus, milisi NKRI dan satpol PP di Yahukimo
Jumlah                           : 7 Orang
Alat Yang digunakan    : 1 Unit truk warna kuning, Tanpa DS
                                           : 1 unit motor milik anggota PNS di Yahukimo asal Pantai
                                          : 7 buah senjata Api
Ciri – cirinya: memakai topeng tertutup dari kepala – kaki, tinggal mata yang kelihatan, kerja 5 bawa lima menit, sulit di kenali kecepatan: 300 – 500 meter permenit
 Dalam kesempatan ini kami Rakyat Bangsa Papua Barat menyerukan kepada seluruh pemerhati kemanusiaan di seluruh belahan dunia,  bahwa hal  yang terjadi  Yahukimo ini hal yang serupa juga terjadi di seluruh tanah Papua, Ini merupakan salah satu contoh bukti.