Pages

Pages

Senin, 15 April 2013

SOLIDARITAS PEDULI HAM LAPORKAN KEKERASAN KE DPRP

Pertemuan Perwakilan Masyarakat Paniai
Dengan Komisi A DPR Papua. (Jubi/Arjuna)
Jayapura, 15/4 – Prihatin dengan kasus yang terjadi di Kabupaten Paniai, Papua, sejak Januari hingga April 2013, perwakilan Solidaritas Peduli Ham dan Kekerasan, AMPTI serta tokoh gereja menemui Komisi A DPR Papua dan para anggota DPR Papua asal Dapil V yakni Paniai, Nabire, Mimika, Intan Jaya, Dogiayai dan Deiyai, Senin (15/4).

Ketiga orang tersebut yakni Sekertaris Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Indonesia (AMPTI), Nathan Tebay, Ketua Solidaritas Kekerasan dan Peduli HAM Papua, Andreas Gobay, serta tokoh gereja Markus Iyai. Dalam pertemuan itu mereka mengadukan aksi kekerasan yang terus meningkat di wilayah itu.

Andreas Gobay mengatakan, sejak Januari hingga April 2013 dari 11 kali kejadian di Paniai, sudah ada 10 korban. Pihaknya juga meminta DPR Papua memanggil Pejabat Bupati Paniai dan DPRD setempat yang tidak berada di tempat tugas sehingga terkesan tidak melindungi masyarakat.

“Masyarakat yang jadi korban ada karena ditembak, ada juga yang diperkosa, karena kasus terus bertambah, kami akhirnya menemui komisi A DPR Papua. Kami juga minta agar anggota Brimob yang ada di sana ditarik karena masyarakat trauma. Untuk apa mereka di sana. Di sana kan sudah ada anggota Polisi dari Polres Paniai serta anggota TNI dari Koramil. Biarkan mereka saja yang menjaga keamanan di Paniai,” ujar Andreas Gobay usai bertemu Komisi A DPR Papua.

Sementara itu, Sekertaris Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Indonesia (AMPTI), Nathan Tebay mengatakan, pihaknya mengingkan agar bupati terpilih Paniai saat akan melakukan pembangunan mendatang tidak dengan cara ekstrim yang merugikan masyarakat. “Kami ingin bupati baru sebelum melakukan pembangunan berdialog dengan masayarakat terlebih dahulu. Jangan langsung melakukan pembangunan secara ekstrim dan mengorbankan masyarakat,” kata Nathan Tebai.

Ketua Komisi A DPR Papua, Ruben Magay berjanji akan mengundang Kapolda Papua, Pangdam XVII Cenderawasih serta bupati terpilih Paniai untuk membicarakan masalah tersebut karena sesuai pengaduan warga, beberapa kasus kekerasan diduga dilakukan onum aparat baik TNI maupun Polri. “Kami akan undang Kapolda, Pangdam, dan bupati terpilih, Kamis mendatang membicarakan ini agar mereka juga tahu bagaimana anak buahnya di lapangan,” kata Ruben Magay. (Jubi/Arjuna)

Sumber : tabloidjubi.com