Pages

Pages

Senin, 15 April 2013

MAHASISWA PAPUA DI SURABAYA TUNTUT PERUSAHAAN ASING DITUTUP

Mahasiswa Papua demo di Surabaya (Jubi/Ones)
Surabaya, 15/4  – Belasan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Papua di Surabaya, Jawa Timur menggelar demo damai untuk mendesak pemerintah Indonesia menutup semua perusahan asing, seperti PT Freeport Indonesia (milik Mc Moran), MIFEE, dan BP Migas yang ada di tanah Papua.
Juru bicara aksi Solidaritas Peduli Papua, Donatus Micky Mote, mengatakan, aktivitas pertambangan PT Freeport Indonesia di Papua, yang dimulai sejak tahun 1967 hingga saat ini telah berlangsung selama 42 tahun. Selama ini, kegiatan bisnis dan ekonomi PT Freeport Indonesia di Papua telah mencetak keuntungan finansial yang sangat besar bagi perusahaan asing, tapi belum memberikan manfaat optimal bagi orang asli Papua.

“Selama 42 tahun PT Freeport Indonesia tidak mampu memberikan manfaat yang optimal bagi orang asli Papua, dengan demikian harus ditutup,” kata Donatus Micky Mote, Juru Bicara Aksi Solidaritas Peduli Papua, dihadapan sejumlah wartawan, di Grahadi Surabaya, Senin (15/4) siang. 

Menurut Mote, dari tahun ke tahun PT Freeport Indonesia terus mereguk keuntungan dari tambang emas, perak, dan tembaga terbesar di dunia. Namun, keuntungan PT Freeport Indonesia tak serta merta melahirkan kesejahteraan bagi warga setempat. “Kondisi masyarakat di wilayah penambangan, bagai api dalam sekam. Tak ada kondisi stabil yang menjamin masa depan penduduk Papua, sehingga PT Freeport Indoensia harus ditutup,” katanya. 

Selain itu, lanjut Mote, banyak dampak negatif yang akan mengancam habitat ekologi seperti pencemaran lingkungan mengancam ekosistem hutan, udara dan air yang ada di Papua, terjadi konflik horizontal antara masyarakat pribumi mengakibatkan banyak korban berjatuhan. Tak hanya itu, dirinya mengatakan akan terjadi banyak pelanggaran hak asasi manusia, penyempitan lahan pertanian bagi rakyat Papua. “Dampak negatif sangat banyak, sehingga Investor asing dilarang masuk di Papua dan tutup perusahaan asing dari tanah Papua,” pungkasnya. 

Mote memaparkan, aksi ini juga bertetapan dengan Kongres Asia Pasific Economy Cooperation (APEC) yang sementara sedang diselenggarakan di Kota Surabaya, Jawa Timur. Sehingga menurut dia, agar negara-negara Asia-Pasifik harus mendukung aspirasi rakyat Papua untuk tutup Freeport. “Saya harap negara-negara Asia-Pasifik dapat memperhatikan realita yang terjadi di Papua, guna mendukung aspirasi masyarakat,” pintahnya. (Jubi/Ones Madai)

Sumber :  tabloidjubi.com