Pages

Pages

Senin, 25 Maret 2013

DPRP dan Pemerintah Tipu Mama - Mama Papua

SUASANA HEARING (JUBI/APRILA)
Jayapura – Herman Rahail, Anggota Komisi D DPRP mengatakan, DPRP dan pemerintah selema ini telah menipu Mama-mama Pedagang Asli Papua. Hal ini dikatakan dalam hearing Komisi D DPRP dengan SOLPAP hari ini, Jumat (22/3) di Ruang Banggar DPRP Jayapura.

“Semua orang tahu, dana Otonomi Khusus (Otsus) yang mengucur ke Provinsi Papua bukanlah jumlah yang kecil. Sekian tahun Mama-mama pedagang asli Papua memperjuangkan pasar permenen ini tetapi sekian lama juga DPRP dan pemerintah seolah ‘menulikan telinga’. Di dalam ruangan ini, saya pernah mengatakan jangan sampai pemerintah dan DPRP sendirilah yang telah menipu Mama-mama Papua kita,” ungkap Herman Rahail.

Dalam hearing yang yang dihadiri berbagai pihak tersebut, Rahail berharap berapapun besarnya anggaran bagi pembangunan pasar permenen ini, tolonglah dibantu mama-mama pedagang asli Papua ini dalam mendapatkan hak-haknya. “APBD Provinsi Papua dalam setahun saja mencapai 7 Triliun. Kemana semua uang itu? Mengapa menolong Mama-mama Papua menjadi sesuatu yang sulit?” tanya Rahail dalam hearing.

Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Papua, Victor Mambor mengatakan pembangunan pasar terkait erat dengan dua instansi besar yaitu BUMN dan Dinas Perhubungan Darat sehingga perlu menitikberatkan keputusan pembangunan pasar pada dua lembaga ini.

“Ini keputusan pembangunan pasar permanen terkait dengan dua lembaga ini adalah keputusan vertikal sehingga perlu dititikberatkan di sana agar pembangunan pasar permenen dapat berjalan,” demikian kata Mambor dalam hearing yang menyedot perhatian jurnalis karena perjuangan mendapatkan pasar permenen bagi Mama-mama Pedagang Asli Papua juga banyak melibatkan jurnalis.

“Kami hanya ingin kepastian, kalau memang tidak bisa membangun pasar bagi mama-mama Papua, harus jelas agar kami juga tidak berharap terus pada pemerintah dan tidak perlu lagi pertemuan-pertemuan seperti ini,” sesal Djitmau di penghujung hearing. (Jubi/Aprila Wayar)

Sumber : Tabloid Jubi