Pages

Pages

Selasa, 19 Maret 2013

BAIKNYA PAMERAN OTSUS DI JAYAPURA

Ketua Wirya Karya Provinsi Papua,
Denny Patty (Jubi/Musa)
Jayapura, 17/3 – Kritik terhadap rencana pelaksanaan pameran keberhasilan pelaksanaan UU Otonomi khusus bagi Papua di Jakarta pada 3-7 April 2013 mendatang, terus berlangsung. Ketua Wirya Karya Provinsi Papua, Denny Patty mengatakan, sebaiknya pameran Otsus berlangsung di Jayapura bukan di Jakarta.

Menurutnya, lebih baik pameran tersebut berlangsung di Papua. Daerah yang paling cocok dan strategis serta mudah dijangkau adalah Jayapura. “Jayapura cocok untuk pegelaran pameran Otsus. Tidak perlu ke Jakarta,” kata Denny kepada wartawan di Abepura, Sabtu (16/3). Denny mengaku, tak setuju kalau pameran Otsus digelar di Jakarta. “Kalau pelaksanaan pamerannya di Jakarta, jelas masyarakat Papua tidak tahu keberhasilan otsus sampai dimana,” tuturnya.

Tapi, lanjut dia, sebaliknya pameran tersebut dilakukan di Jayapura maka jelas masyarakat Papua akan tahu sejauh mana keberhasilan Otsus. Lagi pula selama ini pelaksanaan UU ini bukan di Jakarta tetapi di Papua. “Baiknya, pameran di Jayapura supaya masyarakat tahu sampai dimana Otsus berhasil,” tuturnya lagi. Kebijakan-kebijakan dari Pemerintah Papua diera otsus juga harus disosilisasikan dalam pameran ke warga Papua bukan di Jakarta. Proteksi dari otonomi khusus juga harus disampaikan ke masyarakat.

Denny meminta Pemerintah Papua perlu mempertimbangkan biaya yang bakal di keluarkan. Jika di Jayapura, maka biaya yang dikeluarkan oleh sejumlah daerah di Papua ke Jayapura tak terlalu besar di banding ke Jakarta. Denny menambahkan, daerah Jayapura dipilih sebagai tempat strategis karena selain mudah terjangkau, ada bangunan expo yang dibangun pemerintah di Perumnas I Expo Waena, Abepura, namun tak dimanfaatkan secara baik, bisa dimanfaatkan.

Sebelumnya, tokoh gereja dan akademisi telah mengkritisi rencana pameran ini. Mereka rata-rata mengaku Otsus gagal. Antopolog Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Frans Apomfires mengatakan, delapan puluh persen dari pelaksanaan UU Otsus oleh Pemerintah, gagal. Akhirnya, pameran pelaksanaan keberhasilannya berlangsung diluar Papua yakni di Jakarta. “Bagi saya, UU ini sudah gagal 80 persen, tapi bisa jadi lebih dari 80 persen. Karena gagal, maka pemerintah takut menggelar pameran tentang keberhasilannya di Papua,” kata Frans kepada tabloidjubi.com di Abepura, Senin (4/3).

Ketua Sinode Kingmi Papua, pendeta Benny Giay kepada wartawan di Jayapura, Rabu (6/3) mengatakan, keberhasilan Otsus yang hendak di pemerkan oleh Pemerintah Papua adalah keberhasilan pemekaran Provinsi, pemekaran kabupaten tanpa pelibatan masyarakat. Keberhasilan lain adalah memamerkan kasus korupsi yang tidak terungkap ke permukaan.

Ketua Umum Badan Pelayan Pusat Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua, Socrates Sofyan Yoman menuturkan, pameran yang hendak dilakukan adalah bargening politik. Karena, Otsus Papua lahir atas tuntutan ‘Papua Merdeka.’ Sebaiknya pemerintah tak melakukan pameran Otsus karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyon sendiri telah mengakui Otsus Papua gagal. Pemerintah Amerika Serikat juga mengakui kegagalan otsus. (Jubi/Musa)