Pages

Pages

Jumat, 22 Februari 2013

SIPIR DAN KALAPAS ABEPURA DIDUGA MENYIKSA 20 TAHANAN

LP Kelas II A, Abepura. Inz : Kalapas Abepura, Nuridin (Dok. Jubi)
Jayapura, 22/02 (Jubi)-Aktivis lokal dari KontraS Papua, Bersatu untuk Kebenaran (BUK), dan SKPKC Fransiskan Papua, melaporkan tiga tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Abepura dirawat di fasilitas kesehatan LP karena diduga mengalami penyiksaan oleh sipir penjara dengan cara dipukul dan dicambuk dengan kawat.

Laporan aktivis lokal Papua ini menyebutkan dugaan penyiksaan yang terjadi pada hari Kamis (21/02) ini berawal setelah penyambutan tahanan baru oleh tahanan lama di LP Abepura ini. Usai penyambutan yang dilakukan oleh tahanan lama ini hanyalah ucapan-ucapan seperti “Selamat datang ke hotel prodeo” dan “welcome to isolasi”. Namun penyambutan oleh dan untuk tahanan ini membuat dua orang sipir penjara memerintahkan kordinator narapidana (tahanan pendamping) untuk membuka sel nomor 5 dan memaksa lima orang dalam sel tersebut keluar dari sel mereka. Kedua sipir yang masing-masing bernama Bonifasius Manuputy dan Yulianan Wanane lalu memerintahkan kelima tahanan untuk berjalan dalam posisi jongkok ke kantor sipir ‘yang berjarak sekitar 100-150 meter dari sel mereka.

Ketika kelima tahanan ini sudah sampai di kantor sipir, Bonifasius, mulai memukuli kelima tahanan. Seorang sipir lainnya, yang bernama Eli Asip Wamuar disebutkan turut menyiksa kelima tahanan dengan mencambuk mereka menggunakan kawat. Meski tahanan lainnya meminta Bonifasius menghentikan pemukulan, namun sipir penjara ini masih terus memukul kelima tahanan. Menurut beberapa tahanan lain, pemukulan oleh sipir ini karena para sipir merasa tidak suka dengan cara penyambutan tahanan baru.

Di hari yang sama, sekitar pukul 18:30 WIT, Eli Asip Wamuar kembali memerintahkan koordinator narapidana ‘untuk membuka sel nomor 2 dan 3. Sel nomor 2 berisi tujuh tahanan sedangkan  sel nomor 3 berisi delapan tahanan. 15 tahanan dari kedua sel ini diminta untuk berjalan ke kantor sipir dalam posisi berjongkok juga. Tak hanya itu, seperti yang terjadi dengan tahanan dari sel 5, 15 tahanan ini juga dicambuk oleh Eli Asip Wamuar. Akibatnya, para tahanan mengalami luka dan cedera di berbagai bagian tubuh mereka, termasuk tangan, punggung, dan bahu. Beberapa bagian dari tubuh mereka juga berdarah dan memar. Salah satu tahanan, Pelius Tabuni, bahkan sampai mengalami patah lengan sebelah kirinya. Kepala LP Abepura, Nuridin, serta Kepala Satuan Keamanan LP, Juwaini disebutkan hadir dalam penyiksaan tahanan itu.

Usai melakukan pemukulan, para sipir menempatkan para tahanan kembali ke sel mereka tanpa memberi perawatan medis yang disediakan di LP, walaupun cidera yang dialami beberapa tahanan cukup serius.  (Jubi/Victor Mambor)

Nama-nama tahanan yang mengalami penyiksaan.
1. Pelius Tabuni, 32, patah tangan kiri dan luka serius di bahu
2. Gidion Hanuebi (Bob), 37, luka di bahu
3. Serko Itlai, 19, luka di bahu
4. Yoris Fernando W. Rengil, 17, luka di bahu
5. Ami Wenda (Soy), 25, luka di bahu
6. Roy Olvin Wally, 31, luka di bahu dan tangan kanan
7. Ormi Wandik, 17, luka di bahu dan lengan;
8. Roy Kabarek, 37 year old, suffers bruises in his forehead and jaws as well as wounds in his back
9. Irsan Mananggel (Irs), 19, luka di punggung dan lengan
10. Yosua Merahabia, 41, luka di punggung dan lengan kiri
11. Samuel Waren, 26, luka di punggung dan lengan
12. Yakobus Bue, 20, luka di punggung dan lengan
13. Hendro Wambrau, 21, luka di punggungnya, lengan kiri dan siku kiri
14. Ibe Huby, 22, luka di punggungnya serta memar di telinga kiri
15. Kaharudin, 28, luka di punggung dan lengan kanan
16. Kaleb Mantanaway, 21, luka di punggung dan lengan
17. Imanuel Mauri, 21, luka memar di punggungnya kepala dan telinga
18. Zikenele Hisage, 20, luka di punggung dan lengan kanan
19. Widodo Santoso, 26, luka memar di keningnya
20. Ahmad Alia, luka di punggung