Pages

Pages

Jumat, 22 Februari 2013

Serangan ke Personel TNI di Papua Diduga akan Berujung Operasi Keamanan

TNI RI, yang di siapkan ke papua.
Metrotvnews.com, Jayapura: Warga Papua, terutama yang berdomisili di wilayah Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya, diminta lebih selektif menyaring informasi dan isu-isu berkembang yang sengaja dihembuskan orang atau kelompok yang tidak bertanggung jawab menyusul penyerangan kelompok bersenjata yang menewaskan sejumlah anggota TNI pada Kamis (21/2).

Salah seorang tokoh pemuda Papua, Handrik Yance Udam yang dikenal sebagai aktivis Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Asli Papua, di Jayapura, Jumat (22/2), juga meminta aparat TNI dan Polri untuk bisa menahan diri dari kemungkinan melakukan tindakan berlebihan terhadap rakyat yang tidak berdosa.

Udam juga mengingatkan para tokoh adat untuk tidak tinggal diam. "Jangan hanya melontarkan pernyataan keras ketika ada warga sipil yang menjadi korban kekerasan. Sementara ketika aparat TNI-Polri yang menjadi korban, tidak ada pernyataan keprihatinan," kata Udam.

Ia menambahkan, hal itu penting karena aparat TNI-Polri juga memiliki hak sebagaimana warga sipil.

Dari serangkaian serangan bersenjata, Udam memperkirakan akan ada operasi di wilayah terjadi gangguan keamanan. Karena itu, dia berkali-kali mengingatkan aparat keamanan untuk bisa menahan diri untuk berlebihan bertindak karena bisa mencederai perasaan rakyat yang tidak berdosa, yang kemudian berbuntut pada antipati.

Dia menyarankan aparat TNI-Polri untuk lebih mengedepankan pendekatan persuasif dan bukan menggunakan pendekatan militer dalam menangani kasus di Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya.

Pada Kamis (21/2), delapan anggota TNI tewas karena menjadi korban penyerangan orang bersenjata di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, dan Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya. Lalu, pada Jumat (22/2), kelompok bersenjata sempat menembaki helikopter TNI yang hendak mengevakuasi korban di lapangan terbang Distrik Sinak. Sejumlah masyarakat sipil juga tewas akibat serangan itu. (Ant/Hnr)