Pages

Pages

Selasa, 26 Februari 2013

Kami Ingin Mereka Bisa Baca dan Sekolah

Agus Kadepa
Jayapura – Pada  Bumi Perkemahan (Buper) terdapat sekelompok anak – anak yang bermain dan belajar. Diantara sekian puluh anak kecil terdapat dua orang remaja yang terlihat diantara anak-anak.“Kami mendirikan kelompok bermain ini, atas dasar keprihatinan terhadap anak-anak. 

Dimana orang tuamereka dari pagi hingga sore berada dikebun atau berjualan hasil kebun. 
Sehingga perhatian orang tua kepada para anak-anak cukup minim” ujar Agus Kadepa mengawali pembicaraan saat ditemui di Perumnas 4 Padang Bulan Minggu (24/02).

Para anak-anak hanya mendapatkan perhatian orang tua ketika para orang tua pulang dari kebun ataupun berjualan dari pasar saat malam hari tukasnya.  Keprihatinan dirinya dan Yohanna Pulalo terhadap anak-anak inilah yang membuat mereka secara aktif melakukan kegiatan nyata.

Agus menjelaskan bahwa kegiatan kelompok belajar ini berdiri sejak Januari 2012 dan hingga sekarang  mempunyai 25 orang anak-anak asuh yang berusia 5-12 tahun. Kami dalam 1 minggu melakukan tiga kali pertemuan yakni hari Minggu, Rabu dan Jumat. Kegiatan yang diajarkan adalah mengenal huruf, membaca, mengenal angka , bernyanyi dan mewarnai gambar tambahnya.

“Untuk biaya dan kebutuhan lainnya , kami dapatkan secara mandiri, misalnya untuk membeli buku, pensil, pensil warna ataupu buku menggambar. Kami tlas idak mendapatkan bantuan dari pihak manapun” ujar pria yang masih kuliah di FKIP Uncen.

Sementara Yohanna Pulalo menambahkan bahwa untuk ruang belajar  mereka menggunakan areal  di alam terbuka . “Kami kadang melakukan aktivitas  bawah pohon ataupun seputaran Gua Maria Buper Waena ” ujar aktivitas perempuan. Dan para orang tua sangat merespon positif kegiatan yang kami lakukan terhadap anak-anak mereka tambahnya dengan mimik penuh senyum.
Foto bersama pendamping, Yohanna Pulalo
Kendala yang dihadapi saat ini adalah mengenai alat belajar , buku dan tempat yang represetatif  untuk menunjang  proses belajar mengajar. Kedepannya mereka akan membangun sebuah Honai belajar sehingga mereka bisa punya tempat yang baik dalam proses belajar mengajar. “ Bahkan orang tua mereka juga akan membantu membangun honei  belajar. Namun kami masih mencari dana untuk hal itu”  ujar alumni Uncen.

 Sementara untuk ketersediaan buku  sedang diupayakan oleh @MarthenGoo yang telah mengontak komunitas @BukunUntukPapua melalui twitternya. Yohanna berharap buku yang nantinya dikirim untuk usia 4-12 tahun atau anak-anak.

Selain ketersediaan  buku yang mendesak dirinya juga prihatin karena dalam kelompok belajar kami, masih terdapat beberapa siswa kelas 3 dan 4 yang masih belum bisa membaca dan terdapat 4 orang anak yang putus sekolah. “Kami berdua pada berharap tahun ini keempat anak tersebut bisa sekolah kembali. ” ujar Yohanna Pulalo sambil semangat.
Para anak-anak yang antusias mengikuti pelajaran
Aktivitas yang dilakukan oleh kedua remaja asli Papua ini patut diacungi jempol  walaupun tanpa dana namun mereka telah mendedikasikan dirinya untuk mengasuh anak-anak untuk membaca dan menulis di Buper Waena tanpa pamrih. Komunitas ini mempunyai blog : http://gmptigapapua.blogspot.com  dan dapat mengontak mereka melalui email : gmptigapapua [at] gmail.com  (wirya)

Sumber :  http://infojayapura.com/24/02/2013/150.html/