Pages

Pages

Kamis, 26 November 2015

ORANG PAPUA BUKAN KAYA DENGAN OTONOMI KHUSUS (OTSUS)





Orang Papua bukan kaya dengan otonomi khusus yang diberikan oleh pemerintah Jakarta kepada rakyat melalui Tim seratus yang saat itu langsung ketemu dengan presiden Republik Indonesia BJ Habibie di istana Negara Jakarta.
 
Papua adalah Negeri yang sudah diberkati langsung oleh TUHAN sendiri, hal itu sudah sejak lama di kenal oleh baik oleh orang Papua itu  sendiri oleh pemerintah Jakarta bahkan dunia Internasional sudah sejak lama mengenalnya.
 
Bukan saja itu tapi, karena dunia sudah sejak lama mengenal bawah Papua adalah punya Sumber Daya Alam (ADM) yang cukup berlimpah dan Tanah West Papua ini di pandang sebagai surga kecil yang jatuhdari surga. 
 
Indah dan luas; tetapi karena perampasan hak orang lain sumber daya orang lain Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merampas dari dulu hingga saat ini juga masih terus di rampas tak ada hentinya.
 
Meman sudah jelas tertuangkan dalam otonomi khusus merupakan suatu program Negara yang sudah, ada dalam. Undang-Undang Nomor 21 tahun 2001tentang otonomi Khsusus Papua dan Ace.
 
Tetapi rakyat Papua melihat secara fakta, Akurat yang tak bisa kita pungkiri bersama tidak ada kesejahteraan  yang kami rasakan sejak otonomi di berlakukan di atas tanah ini hingga saat ini.
 
 Mulai dari garis kemiskinan sampai kaya dan kami rakyat Papua tahu bawah, Otsus itu benar-benar nikmati oleh Militer, pejabat Papua bersama pemerintah Jakarta sendiri bukan orang Papua, karna tidak ada  realisasi  lapangan yang sungguh nayata tak ada sama sekali bahkan tidak di prioritaskan  dengan benar-benar yang artinya mu mandiri dan sejahtera dalam hal, pendidikan, kesehatan, Ekonomi, Politik dan tidak di prioritas oleh pemerintah hingga saat ini.
 
Ada program lain yang harus diprioritaskan dari Negara untuk itu kami dari pemerhati rakyat Papua menyatakan bahwa otsus bukan untuk mensejahterakan orang Papua tapi otsus adalah sebuah gula-gula manis dari pemerintah untuk meredam Lepasnya Papua dari (NKRI) ini.
 
Dan menjadi Urcen bagi pemerintah program yang di perioritaskan adaah Pemberian atau memasan jabatan dalam Ranah birokrat sepertinya Sekda, Bendahara, dan sebagainya selalu memasan jabatan hanya orang pendatang terlalu banyak dan tidak hanya saja birokrat di ranah Akademisi juga hal yang sama hanya dengan satu Visi,Misi  untuk mau menghilangkan apa yang menjadi otsus diatas  itu tutur dia.
 
Penulis Adalah Marten Degei Mahasiswa Universitas Cenderwasih Fakultas Fisip Jayapura-Papua
 
http://majalahmaapapua.blogspot.co.id/2015/11/orang-papua-bukan-kaya-dengan-otonomi_26.html?spref=fb