Pages

Pages

Sabtu, 28 November 2015

KEMATIAN 31 ANAK DI MBUA, BUKTI KEGAGALAN DINKES PAPUA DAN NDUGA

Ilustrasi Anak-anak Papua - Ist
Ilustrasi Anak-anak Papua – Ist
Jayapura, Jubi – Assosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua se-Indoneisa (AMPTPI) Dewan Pimpinan Wilayah Indonesia Timur, Natan Naftali Tebai mengatakan, kematian 31 anak di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga  merupakan wajah pemerintah di Papua yang tidak serius untuk memutuskan mata rantai kematian.
“Ini bukti kegagalan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Nduga yang tidak memiliki keseriusan untuk memutuskan mata rantai kematian. Padahal triliyuan rupiah mengalir untuk kesehatan,” tegas Natan Naftali Tebai kepada Jubi di Jayapura, Kamis (26/11/2015).
Oleh karena itu, menurut Tebai, pihaknya menuntut kepada Pemprov Papua dan Pemkab Nduga slain kematian di Mbua juga harus dipublikasikan kematin yang sedang berlangsung di distrik lain.
“Kami meminta untuk pemerintah, selain di Distrik Mbua kami melihat ada juga kematiaan yang cukup tinggi pada distrik lain. Mohon dipublikasikan. Kami menilai Pemerintah dalam hal Dinkes sengaja sembunyikan kebobrokaan. Ya, kami meminta agar jumlah kematiaan selama iini yang terjadi di Nduga bisa di publis,” ujar Natan.
Dijelaskan, pihaknya menakutkan jangan sampai Dnkes ikut memain peran untuk bagaimana agar generasi Papua di masa mendatang tidak ada terutama umuran anak yang baru dilahirkan.
“Generasi Nduga besar dalam suasana trauma. Pemerintah harus pastikan dan jamin kwalitas pelayanan. Jangan sampai dengan sudahnya kematiaan ibu-ibu tidak mau ke Puskemas atau RSUD,” tukasnya.
“Dan, kami pikir pasti banyak gedung kesehataan yang dibangun tapi tidak ada medisnya,” katanya singkat.
Sementara itu, Ketua Lembaga Investigasi dan Informasi Kemasyarakatan (LIDIK) Provinsi Papua, Hendrik Abnil Gwijangge mengatakan, tak hanya puluhan anak dan ternak di wilayah itu juga mati, namun belum diketahui pasti penyebabnya.
“Dari laporan yang kami terima, sebanyak 41 anak usia tujuh tahun kebawah meninggal dunia sepanjang November ini. Informasinya, gejala yang diderita para korban mirip penderita malaria. Ciri-cirinya mengalami flu, demam, dan buang air besar terus menerus,” kata Abnil Gwiangge via pesan eletroniknya kepada Jubi, Rabu (25/11/2015) petang.
Menurut Gwijangge, Dinkes Nduga sudah mengirim tim medis ke Distrik Mbuwa, namun belum bisa disimpulkan penyebab meninggalnya puluhan anak itu.
“Tak hanya anak-anak yang meninggal dunia, namun juga ternak warga mati. Keterangan Kepala Distrik Mbuwa, Erias Gwijangge, ternak mati sebelum anak-anak meninggal dunia. Tak hanya di Mbuwa, di Distrik Mugi juga kabarnya hewan ternak mati,” ucapnya. (Abeth You)
Editor : Angela Flassy

http://tabloidjubi.com/home/2015/11/26/kematian-31-anak-di-mbua-bukti-kegagalan-dinkes-papua-dan-nduga/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar