Pages

Pages

Jumat, 24 Juli 2015

Pemerintah Diminta Adil, Penuhi Hak-Hak Korban Tolikara

korban penembakan di tolikara
Jayapura, Jubi – aktivis Hak Asasi Manusia,Elias Petege berharap Pemerintah dan aparat negara harus memberikan keadilan dalam pemenuhan hak-hak korban insiden Tolikara 17 Juli 2015. 

Hak ganti rugi bagi pemilik kios yang terbakar dan penegakan hukum demi pemenuhan keadilan bagi korban penembakan yang tewas maupun yang terluka.

“Pemerintah harus bertindak adil dalam memberikan hak-hak korban dari warga muslim maupun Kristen. Tidak boleh ada nepotisme dalam pemenuhan hak-hak korban. Pemerintah Wwjib penuhi semua hak korban tanpa membedakan atas dasar perbedaan apapun,”kata Elias Petege, di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (23/7/2015).

Sebelumnya, Jubi merilis, Sekretaris Dewan Adat Papua Wilayah Lapago, Dominikus Surabut mengatakan semua pihak harus mengatakan bertanggungjawab terhadap semua yang menjadi korban dalam insiden di Tolikara 17 Juli 2015.

“Kalau Pemerintah daerah mengatakan akan memberikan ganti rugi kepada pemilik kios dan ganti rugi mushola yang terbakar, lalu pertanyaannya, siapa yang bertanggungjawab terhadap 11 korban penembakan?”tanya Surabut dalam konferensi persnya di Kantor DAP, Expo Waena, Kota Jayapura, Papua, Selasa (21/7).

Kata Surabut, Pemerintah harus menjelaskan secara baik, siapa yang akan bertanggungjawab. Pemerintah harus mempertimbangkan bahwa anak-anak adat yang menjadi korban, mana yang lebih penting dan tidak penting. “Nyawa manusia itu lebih penting, walaupun satu daripada barang”.
Karena itu, kata Surabut, soal siapa yang bertanggungjawab atas korban penembakan harus jelas. Pihak- pihak yang melakukan penembakan secara brutal dan babi buta harus bertanggungjawab. “Entah itu pihak mana, Republik ini yang pegang senjata hanya dua. Polisi dan TNI”. (Mawel Benny)

http://tabloidjubi.com/2015/07/23/pemerintah-diminta-adil-penuhi-hak-hak-korban-tolikara/