Pages

Pages

Sabtu, 04 Juli 2015

Kesalahan Memaknakan Bangsa Indonesia



 
Bendiktus Degei - Foto Profil Facebook
Oleh : Benediktus Degei
Yogya_SBT:-Dikatakan bangsa Indonesia itu kesalahan besar dalam pemaknaan, seakan mereka buatkan seperti satu etnis. Karena negara indonesia ini secara faktanya bukan hanya satu bangsa, tapi dalam negara ini terdiri dari banyak bangsa. Bangsa jawa, sumatera, kalimantan, bali, sulawesi, NTT, maluku, ambon, dan papua. Ringkasnya, bangsa-bangsa nusantara, bukan bangsa indonesia.
Memaknai bangsa adalah dimana wilayah kehunian yang didiami oleh satu etnis yang memiliki sejarah hidupnya sendiri, budaya sendiri, bahasa sendiri yang berbeda dari bangsa di wilayah lain.
Setiap bangsa itu memiliki kedudukan yang sama dalam hal penghidupan dan perjuangan demi mempertahankan etnis dan budayanya, dan alamnya, dan atasnya bangsa lain patut menghormati atas perjuangannya. Termasuk juga menyatakan kemerdekaan tanpa intervensi bangsa lain.
Kata lainnya, untuk mengatakan merdeka diri dari status bangsa tergantung sejauh mana persiapan dan kesiapan bangsanya sendiri dalam perjuangannya. Jika, bangsa tersebut sudah layak/memenuhi syarat sebagai satu negara, maka bangsa tersebut layak mengatakan merdeka dihadapan bangsa lain atau negara lain yang terlebih dahulu mengatakan merdeka.
Maksud dari merdeka diri esensinnya adalah bukan bebas dari penjajahan bangsa/negara lain, karena setiap bangsa adalah sama status dan haknnya untuk berekspresi apapun dihadapan bangsa lain. Tapi, menyatakan merdeka bangsa diri demi membebaskan diri dari segala belenggu yang dialami sebelumnnya dan memasuki dunia kehidupan yang layak.
Hal tersebut di atas pantas dijaga semua bangsa itu dan saling menghormati atas kehidupan dan perjuangannya, termasuk perjuangan kemerdekaan diri. Karena, apabila terjadi intervensi dan mendominasi dari bangsa lain maka konflik dan penindasan bersama kemiskinan selalu bersamanya. Faktanya seperti, konflik dan penjajahan di papua, konflik di kalimantan atas eksploitasi alam, sumatera, NTT juga banyak warga miskin dll.
Saya kira, apabila setiap bangsa saling dihormati atas kehidupan dan perjuangan dalam maksud tertentu termasuk kemerdekaan, maka setiap bangsa itu akan menjadi bangsa yang besar. bangsa yang besar adalah dimana pemilik bangsa itu memiliki sejarah hidup yang kuat, budaya yang stabil, manusiannya merasa aman dan sejahtera dihadapan bangsa besar yang lain.
Jika hal tersebut dipahami bersama dan kelak diwujudkan disetiap bangsa maka namanya nilai keadilan dan kemanusiaan serta kesejahteraan itu terjadi di setiap bangsa yang besar itu.
Mari setiap bangsa harus berjuang dan kelak menyatakan merdeka diri dari bangsanya sendiri demi menjaga sejarah hidup, budaya, alam, dan manusianya tanpa intervensi dan dominasi apapun dari bangsa tertentu. Apalagi setiap bangsa ingin menjaga dan membesarkannya atas eksistensinnya menjadi lebih stabil dan produktif dihadapan sesama bangsa. (Dg)
Pikiran Anak Gila Jalanan

Penulis Adalah Mahasiswa papua di Kota Kolonial Yogyakarta.