Pages

Pages

Jumat, 24 Juli 2015

Emus Gwijangge: Kinerja Kapolda Papua Dipertanyakan

Anggota Komisi I DPRP, Emus Gwijangge - Jubi/Arjuna
Jayapura, Jubi – Berbagai insiden kekerasan yang terjadi di Papua selama Inspektur Jenderal (Pol) Yotje Mende menjabat Kapolda Papua disoroti anggota Komisi I DPR Papua bidang Politik, Pemerintahan, Keamanan, Hukum dan HAM, Emus Gwijangge. 

Emus mengatakan, sejak jaman Kapolda Papua kini, berbagai kekerasan terjadi di Papua. Ia mencontohkan kasus penembakan yang menewaskan empat siswa di Paniai dan melukai belasan warga sipil pada 8 Desember 2014 lalu, kasus pembubaran massa Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Yahukimo.

“Kasus Mimika, kasus penembakan warga sipil di Dogiyai oleh Orang Tak Dikenal (OTK) seperti yang disebutkan polisi, dan terbaru insiden Tolikara. Dalam kejadian itu ada 12 orang tertembak, 11 luka – luka dan satu anak berusia 15 tahun meninggal dunia, Toni Wanimbo,” kata Emus Gwijangge, Rabu (22/7/2015).

Kejadian Tolikara kata Emus, Kapolres dan Danramil setempat harus diganti. Ia menilai, kedua pimpinan keamanan di wilayah itu gagal memberi rasa aman kepada masyarakat, dan meredam situasi.

“Yang harus diluruskan, Muslloh itu terbakar, akibat api yang membakar beberapa kios dan merembet ke Musollah, bukan dibakar. Saya di sana, jadi saya tahu. Masyarakat tak berniat membakar Musollah. Selama ini di Papua tak pernah ada masalah agama. Ini kelalaian pihak keamanan,” ucapnya.

Katanya, media jangan membesar – besarkan insiden Tolikara. Dalam pemberitaan, jangan hanya menyoroti kebakaran, padahal ketika itu ada penembakan terhadap warga sipil.

“Kenapa hanya masalah kebakaran itu yang diberitakan media. Padahal ada 11 orang terluka akibat tertembak dan satu anak 15 tahun meninggal dunia. Kalau masalah bangunan terbakar, pemda bisa bangun. Tapi nilai nyawa manusia lebih penting,” ucapnya.

Anggota Komisi I DPR Papua lainnya, Laurenzus Kadepa mengatakan, pemberitaan berbagai media massa dengan banyak kepentingan mengenai insiden itu menjadikan masalah ini seakan – akan serius, dan membuat mahasiswa dan masyarakat Papua di luar Papua terancam. (Arjuna Pademme)

http://tabloidjubi.com/2015/07/22/emus-gwijangge-kinerja-kapolda-papua-dipertanyakan/