Pages

Pages

Minggu, 17 Mei 2015

Kami OAP Ingin Hidup Bebas dan Berdiri Sendiri di Atas Tanah Kami!

Oleh Martinus Iyai
Black Koteka - Kami Ingin Berdiri Sendiri dan Bebas
Ilustrasi pelanggaran HAM berat NKRI terhadap OAP. Foto: MI/BEKO.
Sejak Pepera 1969 hingga kini, tangisan air mata dan tumpahan darah orang asli Papua (OAP) kian berlarut di tanah Papua, dari Sorong sampai Samarai. Selain itu, Papua sudah ditimpa berbagai bencana sosial (baca : Papua Dalam Intimidasi Bencana Sosial). Kekerasan, pemerkosaan (SDA), pembunuhan, penangkapan, dan penyiksaan dari NKRI sangat melebih batas atau yang lazim kita sebut “pembunuhan HAM” yang dibuat NKRI sendiri. Mereka (NKRI) yang membuat UUD dan merekalah yang menginjak-injakannya. Aneh, tapi ini kenyataan yang terjadi di Papua.
Dengan berbagai taktik, Indonesia selalu membunuh orang Papua demi mengusai tanah dan sumber daya alam Papua. Sejak awal (Pepera 1969), Indonesia dengan liciknya menipu orang Papua dan Indonesia sudah tidak menghormati orang Papua. Sedangkan, sumber daya manusia (SDM) OAP yang berkulit hitam, berambut keriting dianggap “binatang”  oleh Indonesia. Bagi Indonesia, orang asli Papua tidak berharga. OAP yang penting menurut Indonesia adalah mereka yang berkepentingan sepihak. Tapi, OAP yang dianggap penting oleh Indonesia Jadi, Indonesia akan dibunuh nantinya oleh Indonesia sendiri atau mungkin saja dengan kerja alam Papua. 
Kami OAP ingin hidup bebas dan berdiri sendiri di atas tanah kami, tanah Papua. Kami sangat bosan akan hari-hari yang kami lalui dengan pemerkosaan, pembunuhan, penyiksaan, teror, intimidasi, dan lainnya. Tuhan, jika yang mereka (Indonesia dan OAP yang menjual harkat dan martabat OAP) lakukan itu menyenangkan di hati-Mu, maka biarlah ini terjadi. Tetapi, jika tindak kejahatan yang mereka lakukan itu tidak menyenangkan di hati-Mu, maka lihatlah kami di atas tanah pemberian-Mu. Ini kami anak-anakMu. Kami juga ingin bebas dari cengkraman NKRI. Mari melangkah dan tetap di jalan yang kita pilih! Salam juang OAP!

(Redaktur : Aten Pekei)

http://majalah-blackkoteka.blogspot.com/2015/04/kami-oap-ingin-hidup-bebas-dan-berdiri.html