Pages

Pages

Senin, 18 Mei 2015

GempaR Akan Melakukan Aksi Demo Damai

Mahasiswa yang tergabung dalam Gempar saat gelar Jumpa Pers di Abepura, 22/4/2015. Jubi/Arnold Belau
Jayapura, Jubi – Sekjen Gerakan Mahasiswa Pemuda dan Masyarakat (GempaR) Papua, Samuel Womsiwor mengatakan pihaknya akan melakukan aksi demo damai pada tanggal 20 Mei 2015 menuntut negara Indonesia untuk segera mempernaiki kebijakan yang menyengsarakan masyarakat.


Womsiwor menjelaskan, tanggal 20 Mei 2015 Aliansi Mahasiswa Indonesia akan mengorganisir massa dan rakyat(buruh) untuk bersama-sama melakukan demonstrasi untuk meminta pertanggungjawaban Jokowi terhadap situasi dan kondisi Indonesia sekarang ini.
Header advertisement
“Demo ini tujuannya meminta pertanggungjawaban Jokowi karena selama tujuh bulan menjadi presiden, banyak kebijakan yang Jokowi buat. Kebijakan-kebijakan itu telah membuat rakyat kecil di Indonesia resah dan tak berdaya,”kata Womsiwor kepada Jubi, Minggu (17/5/2015) di Jayapura.

Dalam aksi tersebut GempaR akan membawa aspirasi kepada DPR Papua sebagai wakil rakyat untuk seterusnya disampaikan kepada pemerintah pusat.
“Aspirasi yang ingin kami sampaikan pada aksi pada 20 Mei adalah meminta dan sekaligus mengundang wartawan asing untuk masuk meliput di Papua, guna memantau situasi dan kondisi di Papua, meminta negara hentikan pembungkaman ruang demokrasi di Papua dan meminta negara hentikan kriminalisasi Aktivis HAM dan pekerja HAM di Papua,” katanya.

Sementara itu, Philipus Rohmana, aktivis GempaR Papua mengatakan, sejak tanggal 5 Mei 2015, GempaR telah melayangkan surat pemberitahuan kepada pihak Polresta Jayapura namun belum ada STTP yang diterbitkan polisi.

“Kalaupun tidak ada STTP yang diterbitan oleh aparat, kami akan tetap turun jalan. Untuk itu kami minta kerja sama aparat. Karena kami layangkan surat pemberitahuan ke polisi sejak tanggal 5 Mei lalu,” katanya. (Arnold Belau)