Pages

Pages

Kamis, 26 Maret 2015

Pangdam Bantah Pemberitaan Media Tentang Turun Gunungnya Goliat Tabuni

Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Fransen Siahaan - Jubi/Aprila
Jayapura, Jubi – Seperti diberitakan sebelumnya oleh beberapa media nasional dan lokal di Papua, Goliat Tabuni, pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM), telah menyerahkan diri untuk kembali ke pangkuan NKRI bersama 23 pasukannya.
Pernyataan akan turun gunung dan bergabung dengan NKRI itu menurut Kasdam Cenderawasih Brigjen TNI Tatang Sulaiman diungkapkan sejumlah anak buah Goliat Tabuni, dalam pertemuan saat Kasdam berkunjung ke Tingginambut.
Header advertisement
Pernyataan ini ditegaskan kembali oleh Kepala Staf TNI angkatan darat, Jenderal Gatot Nurmantyo. Dalam penyerahan diri itu, Jenderal Goliat mengajukan beberapa permintaan kepada TNI, di antaranya, minta dibuatkan rumah adat Honai dan dibuatkan sebuah markas Koramil TNI.
“Kami akan berusaha memenuhi permintaan untuk membangun rumah adat, tapi untuk markas Koramil akan dipertimbangkan lebih dulu,” kata Jenderal Gatot Nurmantyo, Selasa, 24 Maret 2015 di Jakarta.
Namun sehari setelah itu, pernyataan Kasdam Cenderawasih dan Kepala Staf TNI angkatan darat ini dibantah oleh Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Mayjen TNI Fransen Siahaan. Pangdam, diberitakan oleh Kantor Berita Antara, mengatakan Goliat Tabuni selaku pimpinan kelompok bersenjata pendukung organisasi papua merdeka (OPM) hingga kini belum mau turun gunung untuk bergabung dengan NKRI.
“Hingga kini Goliat Tabuni belum menyatakan untuk turun dan bergabung dalam bingkai NKRI, seperti yang diungkap di pemberitaan,” kata Mayjen Fransen, kepada wartawan di Jayapura, Rabu (25/3/2015).
Ia mengatakan, yang menyatakan diri untuk turun gunung dan bergabung dengan NKRI baru anak buah Goliat Tabuni.
Saat itu, Kasdam didampingi Asintel Kodam Cenderawasih Kolonel Inf Ginting.
“Ada kepastian bila 23 orang anak buah Goliat Tabuni hendak turun gunung, selain dari pernyataan masyarakat dan Kepala Distrik Tingginambut, serta Bupati Puncak Jaya,” ujarnya.
Menurut Fransen, kini 23 anak buah Goliat Tabuni itu sudah berada di Tingginambut dan membaur dengan masyarakat di sekitarnya. Ia pun berharap Goliat Tabuni mau menyusul anak buahnya yang sudah terlebih dahulu menyatakan bergabung dengan NKRI.
Ketika ditanya kekuatan persenjataan kelompok Goliat Tabuni, Pangdam Fransen menyebut kelompok itu didukung sekitar 40 pucuk senjata api berbagai jenis. (Victor Mambor)