Pages

Pages

Kamis, 26 Maret 2015

GADIS MELANESIA PENYEGAR HATI

Gadis Melanesia West Papua (Foto, Dok Yeimo)

Indahnya Senja di sore hari
Ku duduk termenung 
dipinggiran pantai Enggros 
Disudut teluk Youtefa
menikmati angin sepoi-sepoi 
Memandang tenggelamnya 
mentari di Ufuk Barat 
Sambil menatapi setangkai dahan 
Yang nampak Menjulang kearah laut 
Pengkhayalanpun tak lama muncul dalam benakku 

Tersisip cerita kisah rindu pada dunia Asaku 
Memikirkan sepangkal hal sirna 
Senja masih tak berparas bagiku 
Ketika senja mulai tenggelam dalam suasana hening
Terdengar gemelicik suara seorang gadis 
Dari kejahuan alun-alun Timur 

Hati terasa pilu mendengar kemelicikan suara itu
Sedetik waktupun berlalu 
Seorang gadis dengan elok parasnya menghampiriku
Kumenatapi gadis itu sambil mengamati tubuhnya 
Terlihat gadis Melanesia, 
dipenuhi dengan khas tubuhnya, 
Wajahnya hitam manis, 
rambutnya keriting mengguling, 
Pupil matanya menghitam, 
terasa lepaslah keletihan tubuhku 
Dengan hangatan dekapannya. 
Terdengar kebisikan suara lembutnya
Gadis Melanesia ini berkata
Aku telah melihat indahnya jutaan senja dari kejauhan sana 

Namun, sayangnya 
tak ada yang dapat memahami apa isi hatimu saat ini? 
Maka, Akulah memjumpai dirimu, 
untuk mengatakan siapa Anda sebenarnya ? 

“Lupakanlah masa laluMu yang telah sirna
Kaulah Gadis Melanesia paling berarti Kaulah 
Gadis Melanesia Sulit untuk didapatkan 

Senyumanmu sungguh mahal
Eloknya parasmu rumit ditemukan
Tengoklah dibelakang sana seribu jenis kupu-kupu 
berlomba mengejarmu 

Gadis Melanesia Kaulah emas permataku 
Eksotiknya kealamian hiasan tubuhmu” 

Kata Si gadis Melanesia menyegarkan layunya hati.

Karya : Velisela Cecilia Yeimo