Pages

Pages

Sabtu, 07 Februari 2015

Panglima TPN-PB/OPM di Lanny Jaya Minta orang Papua Stop Bicara Negara Federal!

Anggota TPN-PB di Lanny Jaya (Foto: Ist).
WAMENA, SUARAPAPUA.com – Pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB), atau yang lebih dikenal dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM), meminta orang Papua tidak membicarakan negara federal atau negara bagian dalam Indonesia. 

“Kami mau bentuk negara yang merdeka penuh, bukan negera bagian atau negara Federal yang diperjuangkan segelintir orang Papua saat ini,” tegas Wenda, kepada suarapapua.com, via telepon selulernya, Kamis (5/2/2015) siang di Wamena.

Wenda mengatakan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menangani Hak Asasi Manusia (HAM), serta pihak gereja harus memahami fungsi dan kerjanya, bukan justru bicarakan kemerdekaan Papua. (Baca: TPN/OPM: Pembakaran Alat Berat di Lanny Jaya Bukan Kriminal, Itu Tuntutan Kami!).

“Saya sampaikan dengan tegas, kalian boleh bicara tapi hak dan kekuasaan berbicara untuk dialog ada militer, jadi harus saling pahami mekanisme kerja itu,” tegas Wenda.

Kepada sejumlah lembaga adat, Wenda juga menyarankan agar memahami fungsi dan tugas kerjanya, yakni melayani masyarakat adat dan penanganan hak-hak dasar masyarakat adat. (Baca: Puron Wenda Minta Pemda Lanny Jaya Tidak Buka Jalan ke Markas TPN-PB).

“Mereka jangan berbicara politik, karena itu sangat jahat seperti pimpinannya yang kini saya dengar jadi Presiden negara Federal."

"Sedangkan kalau Lembaga Masyarakat Adat (LMA) sudah jelas, berbicara masalah di dalam NKRI, karena itu tidak boleh di dukung oleh rakyat Papua,” ujar Wenda.

Dikatakannya, Wenda sebagai Komando Pangglima Tertinggi, dan Panglima Wilayah La-Pago, Enden Wanimbo, yang mempunyai hak mutlak untuk menentukan organisasi mana yang pantas mendapatkan hak untuk berdialog.

Menurutnya, sesuai amanah Presiden RI, pada natal di lapangan Mandala Jayapura, tentang masalah dialog, maka militer meminta agar pelaksanaannya dapat dilaksanakan di Wamena, dimana jadwal dan harinya akan disepakati bersama.

Kepada Presiden RI, Wenda juga menyampaikan agar segera membuka ruang demokrasi, kepada komandan militer di seluruh tanah Papua, harus terus membangun komunikasi dengan pimpinan pusat. (Baca: Bupati Lanny Jaya: TPN-PB/OPM Tidak Akan Diberi Toleransi).

"Kita militer punya tugas itu memberikan keamanan dan perlindungan kepada rakyat Papua Barat yang dibunuh dan dibantai oleh TNI dan Polri, jadi kami himbau semua orang Papua bersatu dan saling mendukung," tegasnya. 

Editor: Oktovianus Pogau

ELISA SEKENYAP

Sumber : www.suarapapua.com