Pages

Pages

Kamis, 19 Februari 2015

KNPB Bantah Pernyataan Kapolda Menahan 14 Aktivis di Pelabuhan Nabire

Jubir KNPB pusat, Basoka Logo saat jumpa pers. Foto: Ist.

Jayapura, MAJALAH SELANGKAH -- Komite Nasional Papua Barat (KNPB) membantah pernyataan Kapolda Papua, Irjen (Pol) Yotje Mende yang mengatakan Kepolisian Resort (Polres) Nabire menahan 14 aktivis KNPB Sorong dan Fak-fak di pelabuhan Nabire karena diduga membawa selembar kertas yang berisi soal diplomasi kemerdekaan Papua di tingkat internasional.

Juru bicara KNPB Pusat, Basoka Logo kepada wartawan dalam jumpa pers mengatakan, Kapolda Papua telah melakukan penipuan kepada publik melalui media massa dengan mengeluarkan pernyataan yang tidak benar. (Baca: 1 Anggota KNPB yang Ditangkap Polisi di Nabire Sudah Dibebaskan)

"Jadi yang Kapolda bilang, 14 aktivis KNPB Sorong dan Fak-fak ditahan di pelabuhan Nabire yang dimuat olah Media Bintang Papua edisi Senin (16/02/2015) itu tipu," kata Jubir KNPB di lingkungan Museum Papua Ekspo, Waena, Senin (16/02/2015) 

Menurutnya, yang benar ditangkap hanya satu orang. Ia adalah Yeheskiel Kossay, Juru bicara KNPB Sorong dengan barang bukti materi-materi Dikpol baik itu perkembangan Internasional maupun Nasional. Sementara 14 anggota lainnya masih berada di sekretariat KNPB Nabire.

"Polisi mengatakan materi-materi diplomasi kemerdekaan Papua itu tipu. Yang benar itu materi-materi Dikpol dan yang ditahan di Nabire hanya 1 orang, bukan 14 orang," lanjut Basoka.

Kata dia, 14 anggota KNPB wilayah Sorong dan Fak-fak berada di Nabire dengan tujuan mengikuti kegiatan yang dimulai tanggal 14 Februari, sementara Jubir KNPB Sorong ditangkap 15 Februari pada pagi hari.

"Kami minta Kapolda stop mengada-ngada. Jadi, yang menjadi pertanyaan di sini, apakah polisi mau menangkap kegiatannya, atau mau menangkap orangnya? Ini harus jelas," tanyanya. (Theresia Fransiska Tekege/MS)


Sumber : www.majalahselangkah.com