Pages

Pages

Kamis, 27 November 2014

KNPB SERUKAN RAKYAT PAPUA BARAT WAJIB LIBUR DAN MERAYAKAN HUT PAPUA KE-53 1 DESEMBER 2014 SEKALIGUS MENDUKUNG PEMBUKAN SIMPOSIUM DI VANUATU

Logo KNPB dan Benderta Perlawanan KNPB. Ilustrasi.
KNPB SERUKAN RAKYAT PAPUA BARAT WAJIB LIBUR DAN MERAYAKAN HUT PAPUA KE-53 1 DESEMBER 2014 SEKALIGUS MENDUKUNG PEMBUKAN SIMPOSIUM DI VANUATU

1 Desember 1961 adalah Hari lahirnya Embrio Negara West Papua. Maka,Terlepas dari semua kepentingan dan latar belakang sejarah perjuangan bangsa. New Guinea Raad dan Komite Nasional Papua Barat mengajak kepada seluruh komponen bagsa untuk merayakan 1 Desember 2014, sebgai hari bersejara Dimana lahirnya Embirio Negara West Papua."Sejarah Bangsa Papua tidak boleh dilupakan oleh generasi mudah mudah sebab hanya sejarah yang akan mampu memerdekakan Bangsa Papua."

Selama 53 tahun wilayah Papua barat jajah oleh klonial Indonesia rakyat Papua Barat tidak pernah diam untuk memperjuangkan Hak Politik bangsa Papua dirampas oleh klonialisme NKRI atas kongkalingkong amerika serikat Belanda dan Indonesia untuk kepentingan Ekonomi di Papua Barat. Nasib bangsa Papua bangsa Papua Barat tidak akan pernah ditentukan oleh bangsa lain, termasuk bangsa Indonesia, nasib masa depan bangsa Papua Barat akan ditentukan oleh bangsa Papua Barat sendiri sesui dengan cita-cita leluhur bangsa Papua barat berdasarkan Emprio manuvesto Politik bangsa Papua Barat yang di deklarasikan pada tanggal 1 Desember 1961.

Aatas desakan para politisi dan negarawan Papua Barat yang terdidik, maka pemerintah Belanda membentuk Nieuw Guinea Raad (Dewan Nieuw Guinea). Isi Embrio Manuvesto Politik papua barat adalah:
1. Menetukan nama Negara : Papua Barat 2. Menentukan lagu kebangsaan : Hai Tanahku Papua 3. Menentukan bendera Negara : Bintang Kejora 4. Menentukan bahwa bendera Bintang Kejora akan dikibarkan pada 1 November 1961. Lambang Negara Papua Barat adalah Burung Mambruk dengan semboyan “One People One Soul”.

Bendera Bintang Kejora dikibarkan pada 1 Desember 1961 di Hollandia, sekaligus “Deklarasi Kemerdekaan Papua Barat”. Bendera Bintang Kejora dikibarkan di samping bendera Belanda, dan lagu kebangsaan “Hai Tanahku Papua” dinyanyikan setelah lagu kebangsaan Belanda “Wilhelmus”.

Peringatan HUT Papua Barat yang ke 53 kali ini akan diperingati di beberapa Negara-negara dari solidaritas msyarakat internasional dengan upacara pengibaran bendera bintang fajar. Salah satua Negara yang akan melakukan upacara secara resmi adalah Vanuatu. Perdana mentri Vanuatu telah mengumumkan untuk libur nasional dan upacara ke negaraan dilakukan di Vanuatu.


Selain momen 1 desember juga Vanuatu fasilitasi peminpin rakyat Papua Barat untuk Mengadakan symposium. Simposium secara resmi akan dibuka pada tanggal 1 Desember 2014 dan penutupan akan dilaksanakan pada tanggal 04 desember 2014. Kemudian ada beberapa Negara akan melakukan upacara oleh solidaritas masyarakat internasional dan oleh aktivis di berbagai Negara seperti Belanda, PNG, Asturalia, Inggris new zeland dan timor leste serta Negara lain.

Rakyat Bangsa Papua Barat, tidak pernah merasa Bangga menjadi bagian dari Negara kesatuan rebuplik Indonesia (NKRI) orang Papua selama 53 tahun terus berjuang Untuk merdeka secara Politik sesuai dengan Embrio Mauvesto politik 1961 . Sejarah telah mencatat bahwa , sebelum INDONESIA Menguasai wilayah tritori West Papua orang Papua Barat sudah berjuang untuk merdeka sendiri.

Sebab sejarah perjugan Indonesia dan Papua Barat tetap beda dan terpisah. Kekuasan wilayah Indonesia adalah (Sabang sampai Amboina) dijajah oleh Belanda selama 350 tahun, sedangkan Papua Barat (Nederland Nieuw-Guinea) dijajah oleh Belanda selama 64 tahun. Walaupun Papua Barat dan Indonesia sama-sama merupakan jajahan Belanda, namun administrasi pemerintahan Papua Barat diurus secara terpisah.

Indonesia dijajah oleh Belanda yang kekuasaan kolonialnya dikendalikan dari Batavia (sekarang Jakarta), kekuasaan Batavia inilah yang telah menjalankan penjajahan Belanda atas Indonesia, yaitu mulai dari Sabang sampai Amboina. Kekuasaan Belanda di Papua Barat dikendalikan dari Hollandia (sekarang Port Numbay), dengan batas kekuasaan mulai dari Kepulauan Raja Ampat sampai Merauke.

Rakyat Papua Barat sama sekali tidak pernah terlibat dalam perjugan Indonesia . Hal ini dikarenakan musuh yang dihadapi waktu itu, yaitu Belanda adalah musuh bangsa Indonesia sendiri, bukan musuh bersama dengan bangsa Papua Barat. Rakyat Papua Barat berasumsi bahwa mereka sama sekali tidak mempunyai musuh yang bersama dengan rakyat Indonesia, karena Belanda adalah musuhnya masing-masing.

Rakyat Papua Barat juga tidak mengambil bagian dalam Sumpah Pemuda Indonesia tanggal 28 Oktober 1928. Dalam Sumpah Pemuda ini banyak pemuda di seluruh Indonesia seperti Jong Sumatra Bond, Jong Java, Jong Celebes, Jong Amboina, dan lainnya hadir untuk menyatakan kebulatan tekad sebagai satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air. Tetapi tidak pernah satu pemuda dari Papua Barat yang hadir dalam Sumpah Pemuda tersebut. Karena itu, rakyat Papua Barat tidak pernah mengakui satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air yang namanya “Indonesia” itu.

Status Papua Barat (Nederland Niew Guinea) secara eksplesit dinyatakan oleh Mohammad Hatta, Ketua Delegasi Indonesia, bahwa “masalah Irian Barat tidak perlu dipersoalkan karena bangsa Papua berhak menjadi bangsa yang merdeka.”

Wilayah Papua Barat menjadi daerah sengketa yang diperebutkan oleh Belanda dan Indonesia. Indonesia dan Belanda sama-sama mempunyai ambisi politik yang besar dalam merebut Papua Barat. Tuntutan rakyat Papua Barat untuk merdeka sebagai negara merdeka sudah ada jauh sebelum kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Memasuki tahun 1960-an para politisi dan negarawan Papua Barat yang terdidik lewat sekolah Polisi dan sebuah sekolah Pamongpraja (Bestuurschool) di Jayapura (Hollandia), dengan mendidik 400 orang antara tahun 1944-1949 mempersiapkan kemerdekaan Papua Barat.

Kami juga menyampaikan kepada pemerintah Indonesia, polda Papua dan Pangdam cendrawasih bahwa, tidak perlu melarang rakyat Papua untuk memperingati hari bersejarah tersebut melalui ibadah doa bersama di seluruh wilayah Papua Barat sorong sampai merauke. Karena keberadaan Indonesia datang cari makan di Papua Barat, Orang papua sudah pernah melahirkan Embrio Manuvesto politik bangsa Papua Barat untuk merdeka. Maka statua NKRI di Papua adalah illegal.

Oleh karena itu sejarah Embrio Manivesto politik Papua Barat 1961 harus diperingati oleh seluruh komponen Bangsa Papua Barat, dengan cara-cara bermartabat. Isi seruan sebagai berikut :
1. Segera lakukan persiapan perayaan hari Manifesto Kemerdekaan West Papua yang ke-53, 1 Desember 2014 di seluruh wilayah teritori West Papua.

2. Semua orang Papua wajib meliburkan diri dari aktivitas lain, dan wajib merayakan HUT ke-53 Kemerdekaan West Papua dengan menyanyikan lagu kebangsaan West Papua “Hai Tanahku Papua” di tempat masing-masing melalui Ibadah atau upacara, baik secara terbuka atau tertutup.


3. Kepda seluruh pengurus KNPB wilayah dan seluruh anggota KNPB Sorong sampai merauke bawwa KNPB tidak akan melakukan upacara pengibaran bendera secara terbukan di kota Namun mengadakan Ibadah syukuran di wilayah masing-masing dan tidak melakukan pengibaran bendera Bintang Fajar di kota 


4. Perayaan diisi dengan dukungan doa bagi agenda pertemuan Pemimpin-Pemimpin Perjuangan West Papua yang akan berlangsung di Vanuatu, 1 Desember hingga 4 Desember 2014 nanti.


Demikian seruan ini disampaikan secara terbuka bagi seluruh anak negeri Papua, diatas teritori West Papua. Selamat Merayakan Hari Manifesto Kemerdekaan West Papua, 1 Desember 2014.
Salam Revolusi
Numbay, 27 November 2014

BPP KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT


Ones Suhuniap          Bazoka Logo

Sekertaris Umum          Jubir Nasional