Pages

Pages

Jumat, 12 September 2014

SEM YARU MINTA RP200 MILIAR UNTUK HARGA DIRI TAPOL PAPUA

Sem Yaru dan Saul Bomay (Jubi/Aprila)
Jayapura, 12/9 (Jubi) – Sem Yaru, mantan tahanan politik (Tapol) Papua, meminta Rp 200 miliar untuk mengembalikan harga diri Tapol Papua yang sudah direnggut oleh negara.

“Kami adalah bagian dari perjuangan Papua Merdeka. Harga diri kami harus dihargai secara nasional maupun internasional,” ungkap Sem kepada wartawan di Abepura, Jayapura, Papua, Jumat (12/9).

Menurut Sem, Pemerintah Indonesia dan semua pengambil kebijakan di Papua  harus memahami bahwa  Otonomi Khusus (Otsus) tidak jatuh dari langit ke Papua. Itu lahir melalui proses perjuangan yang panjang.

“Kami merasa dirugikan. Harga diri kami harus dibayar dengan harga yang mahal dan tuntutan kami adalah Rp. 200 miliar,” kata Sem.

Ketika ditanya wartawan terkait nilai uang yang diminta untuk mewakili berapa jumlah Tapol Papua, Sem tidak menjawab. Sem mengaku dirinya  sudah memiliki dokumen sah terkait masalah tersebut,  karena sudah dilaporkan ke pihak LBH untuk mendapat pendampingan dalam tuntutannya kepada negara.

“Kami merasa harga diri kami harus dipulihkan. Dokumen tuntutan kami sudah serahkan ke LBH dua minggu lalu untuk minta sidang rehabilitasi digelar oleh pihak Pengadilan Negeri Jayapura,” ujar Sem lagi.

Di tempat yang sama, Saul Bomay, mantan Tapol Papua,  menolak sebutan makar, separatis atau kelompok sipil bersenjata dan lain-lain bagi semua pihak yang memperjuangkan kemerdekaan Papua. Sebab, kata Saul, hal ini sudah jelas dilindungi Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan ‘bahwa sesungguhnya kemerdekaan ialah hak segala bangsa’ tetapi tidak diikuti oleh penegak hukum.

“Untuk rehabilitasi nama baik kami, harus dibayar dengan harga yang mahal atau pilihan lainnya adalah memerdekakan Papua,” kata Saul. (Jubi/Aprila)

Sumber :  www.tabloidjubi.com