Pages

Pages

Sabtu, 28 Juni 2014

Hasil KTT Khusus Pemimpin MSG 2014 di Port Moresby, PNG

Pertemuan pimpinan MSG di Moresby (foto, Nesta G)
Keputusan Pemimpin MSG tentang Lamaran WPNCL dan Isu-Isu Melanesia Lainnya

Hasil KTT Khusus Pemimpin MSG
Tempat Parlemen Nasional,Port Moresby, Papua Nugini


Keputusan Pemimpin MSG

  1. Para Pemimpin Khusus Summit diselenggarakan di Port Moresby, Papua Nugini (PNG) pada 26 Juni 2014. Peresmian KTT diadakan pada tanggal 25 Juni 2014 pada Function Room Negara di Parlemen Nasional dan termasuk tarian tradisional sebagai upacara penyambutan dari oleh Grup Tarian Oro dan dari Provinsi Southern Highlands, PNG. Pemimpin kemudian mengadakan Retreat di Airways Hotel pada pagi hari 26 Juni 2014 diikuti Pleno di Ruang Konferensi B2 Parlemen Nasional pada sore hari 26 Juni 2014. Upacara penutupan diadakan di Airways Hotel yang malam yang sama.
  2. KTT dipimpin oleh Juru Bicara Front Pembebasan de Nationale Kanak Socialiste (FLNKS), Mr Victor Tutugoro. Pemimpin MSG yang hadir termasuk Perdana Menteri Papua Nugini, Hon. Peter O'Neill, Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Hon. Gordon Darcy Lilo, Perdana Menteri Vanuatu, Hon. Joe Natuman. Summit mencatat permintaan maaf dari Perdana Menteri Fiji, Laksamana Josaia Voreqe Bainimarama karena tidak bisa hadir.
  3. Pada Retreat, para pemimpin mempertimbangkan dan mengambil keputusan menyangkut isu-isu kunci disampaikan oleh Rapat MSG Menteri Luar Negeri (FMM) dan isu-isu lain dalam Agenda mereka. Keputusan-keputusan kunci dari Pemimpin dirangkum di bawah ini.

I. LAPORAN PERTEMUAN PARA MENTERI LUAR NEGERI (FMM)

4. Pemimpin terimakasih atas keberhasilan Ketua FMM Mme Caroline Machoro-Reignier yang memberikan laporan FMM yang digelar di Airways Hotel pada 25-26 Juni 2014. Pemimpin telah mempertimbangkan dan mengadopsi keputusan kunci berikut seperti sebagaimana telah direkomendasikan oleh FMM.

a) Isu Politik

5. Pemimpin mempertimbangkan isu-isu politik dalam Laporan FMM dan mengadopsi keputusan penting berikut ini.

Permohonan Keanggotaan

6. Pemimpin mencatat bahwa menyusul roadmap dalam kaitannya dengan lamaran oleh West Papua National Coalition for Liberation (WPNCL) untuk keanggotaan pada Juni 2013 pada KTT Pemimpin MSG ke-19, sebuah misi Kementerian dipimpin oleh Ratu Inoke Kubuabola, Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Fiji telah mengunjunji Indonesia dari 11-15 Januari 2014 untuk mendapatkan informasi dan melakukan asesmen menyangkut lamaran yang diajukan WPNCL.
 
7. Para pemimpin berterimakasih kepada Ministerial Mission atas laporan yang telah disampiakan dan lebih lanjut mencatat bahwa Vanuatu tidak terlibat dalam misi dimaksud karnea Vanuatu berpandangan bahwa program Misi ini tidak memberikan kesempatan memperoleh informasi yang kredibel dan penuh sesuai dengan mandate MSG.

Keputusan


8 Pemimpin:
 
(i) Mencatat dan menerima isi dari Laporan Ministerial Mission;
(ii) Setuju untuk mengundang semua kelompok untuk untuk membentuk sebuah wadah inklusiv dan paying yang menyatukan kelompok dengan berkonsultasi dengan Indonesia agar bekerja untuk menyampaikan lamaran yang baru;
 
(iii) Menyambut dan mencatat kemajuan yang terjadi dalam otonomi yang lebih luas di Papua dan pengumuman baru-baru ini dari Presiden untuk menarik militer dari West Papua;
 
(iv) Mensahkan bahwa MSG dan Indonesia mengambil pendekatan yang lebih proaktiv dalam isu West Papua dan Papua dengan mengambil inisiativ untuk melakukan kesadaran yang lebih luas terkait sistusi di provinsi Papua dan Papua Barat dalam kaitannya dengan pengaturan Otonomi Khusus dan bagaimana kebijakan ini telah memberikan kontribusi positive kepada Pemerintahan oleh penduduk lokal;
 
(v) Mensahkan bahwa MSG meneruskan dialogu dengan Indonesia dan isu Papua Barat dan Papua dan mendorong dan mendukung pemebntukan kerjasama bilateral dengan Indonesia dengan focus khusus kepada pembangunan ekonomi dan pemberdayaan orang di provinsi Papua dan Papua Barat;
 
(vi) Mensahkan bahwa Anggota MSG dan Indonesia mempertimbangkan penyelenggaraan Pertemuan Reguler antar Menteri dan Para Pejbata untuk membahsa (iv) dan (v);
 
(vii) Mensahkan bahwa MSG dalam konsultasi dengan Inodnesia bekerja bersama dalam membahas kebutuhan pembangunan di Provinsi Papua dan Papua Barat;
 
(viii) Mensahkan bahwa MSG mendorong penguatan dan partisipasi orang Melanesia di Indonesia dalam kegiatan-kegaitan dan program MSG; dan
 
(ix) Mensahkan bahwa MSG terus mendukung dan mendoroong tingkat keterlibatan orang Melanesia dalam posisi executive, menejemen dan control dalam dunia usaha sepeti Bank Papua dan pada tingkat politik.


b) Isu Ekonomi

10. Pemimpin mensahkan hasil dari pertemuan teknis industri penerbangan antar negara anggota MSG untuk membahas isu-isu yang berkaitan dengan isu-isu sektoral penerbangan yang akan disajikan pada satu dari MSG Transport Ministers Meeting yang akan diselenggarakan pada waktu yang tepat.

d) Seni dan Budaya


11. Pemimpin mempertimbangkan Laporan FMM on Seni dan Budaya isu dan mengadopsi keputusan kunci berikut ini.
 
12. Pemimpin mencatat bahwa Kepulauan Solomon akan menjadi tuan rumah Melanesia Festival Seni dan Budaya pada tahun 2018.
 
13. Pemimpin mengendors resolusi revisi Simposium Kebudayaan yang  diselenggarakan selama Festival Seni dan Buaya keempat tahun 2010 di Kaledonia Baru.
 
14. Pemimpin setuju agar para anggota mempertimbangkan bekerja bersama menuju bahasa Resmi masyarakat Melanesia.
 
15. Pemimpin mendesak anggota untuk menyelesaikan ratifikasi Perjanjian tentang Pengetahuan Tradisional & Ekspresi Budaya sebelum akhir 2014.
d) Isu-Isu Regional dan Organisasi
MSG sebagai Calon untuk Posisi sebagai Sekretaris Jenderal (SG) Pasicif Islands Form (PIF)
 
16. Pemimpin mencatat bahwa posisi Sekretaris Jenderal Forum Sekretariat Kepulauan Pasifik (PIFs) akan menadi lowong pada bulan September 2014 dan sepakat bahwa Perdana Menteri PNG dan Perdana Menteri Kepulauan Solomon membahas masalah ini secara bilateral terkait pengajuan satu kandidat dari antara calon yang mereka miliki masing-masing.

Direktur Jenderal Sekretariat MSG
17. Pemimpin mendukung pengangkatan kembali Direktur Jenderal (Dirjen) untuk masa jabatan berikutnya atas tugas ini akan dievaluasi dalam waktu dua belas bulan ke depan. Pemimpin selanjutnya mengarahkan Sekretariat untuk menyelesaikan review proses pengangkatan dan pengangkatan kembali untuk DG agar kemudian dipertimbangkan oleh Pemimpin di KTT berikutnya.

II. UPDATE PEMILIHAN UMUM IN NEW CALEDONIA DAN KEPULAUAN SOLOMON

a) Kaledonia Baru


18. Para pemimpin menerima update dari FLNKS dari menyangkut Pemilukada baru-baru ini yang diselenggarakan 11 Mei 2014 di Kaledonia Baru dan mencatat bahwa proses ini mendandai era baru bagi masyrarakat FLNKS dalam hal menyelesaikan tahap akhir dari Noumea Accord dan persiapan untuk referendum penentuan nasib sendiri. Dan meskipun FLNKS belum mencapai angka yang diperlukan dalam Kongres Kaledonia Baru untuk mengamankan mayoritas 3/5 suara untuk mengambankan kemenangan dalam referendum diharapkan antara tahun 2014 dan 2018, Pilkadan ini telah membantu mengubah lanskap politik dan memperoleh dukungan dalam pentahapan terakhir transfer kekuasaan dari Perancis.
 
19. Pemimpin mencatat bahwa solidaritas FLNKS selama Pilkada tidak pernah sekuat seperti yang telah mereka ditunjukkan dengan kemampuan mereka mengumpulkan 7 anggota terpilih di Provinsi Selatan di bawah bendera FLNKS yang menghasilkan kinerja yang tinggi dengan calon yang telah sukses yang tidak begitu terlihat sejak Pilkada Provinsi 1999. Bagi FLNKS, kinerja ini merupakan suatu pertanda baik untuk negosiasi yang menantang dalam tahapan akhir dari Noumea Accord dan menjelang referendum penentuan nasib sendiri.

Keputusan

20. Pemimpin menyampaikan apresiasi untuk laporan Ketua MSG dan Juru Bicara mengyangkut hasil Pilkada bulan lalu dan menegaskan kembali komitmen mereka kepada FLNKS berdasarkan Deklarasi Noumea yang telah ditandatangani pada bulan Juni 2013.

b) Kepulauan Solomon


. 21 Pemimpin menganggap presentasi Perdana Menteri Kepulauan Solomon tentang persiapan mereka untuk Pemilu 2014 yang meliputi:
i. Tahap 2 dari sistem pendaftaran biometrik (BVR);
ii. Finalisasi pendaftaran pemilih antara 7-30 September 2014;
iii. Pemilihan akan diselenggarakan pada kuartal terakhir 2014.
22. Pemimpin mencatat bahwa sistem BVR telah memberikan kontribusi terhadap keberhasilan pendaftaran pemilih di Kepulauan Solomon.

Keputusan

23. Pemimpin menyampaikan penghargaan kepada Perdana Menteri untuk update pada persiapan mereka untuk pemilihan nasional 2014.

III. BANTUAN EKONOMI UNTUK NEGARA-NEGARA MSG

24. Pemimpin sedalam-dalamnya mengakui tawaran bantuan ekonomi, keuangan dan teknis oleh Perdana Menteri PNG kepada seluruh anggota MSG termasuk peluang untuk mobilitas tenaga kerja, investasi dan pendidikan.

IV. UCAPAN TERIMA KASIH

25. Ketua berterima kasih semua pemimpin atas dukungan dan kontribusi selama KTT Khusus Pemimpin. Pemimpin juga berterima-kasih kepada Ketua Kepemimpinan selama KTT Khusus dan juga menyampaikan apresiasinya yang mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Papua Nugini untuk menjadi tuan rumah yang sukses bagi KTT pada 2014 dan pertemuan-pertemuan terkait lainnya. Mereka juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan mereka untuk keramahtamahan yang hangat disampaikan kepada semua pemimpin dan delegasi.

V) TANGGAL DAN TEMPAT YANG BERIKUTNYA UNTUK PERTEMUAN SUMMIT

26. Pemimpin sepakat untuk bertemu di Kepulauan Solomon pada tahun 2015 pada tanggal dan venue yang akan ditentukan di kemudian hari.
-------------------------------------------------- ---------
Mr Victor Tutugoro
Ketua MSG dan
Juru Bicara
Front de Libération Nationale Kanak Socialiste (FLNKS)
-------------------------------------------------- --------
Peter O'Neill CMG MP
Perdana Menteri
Negara Independen Papua Nugini
-------------------------------------------------- ----
Joe Natuman MP
Perdana Menteri
Republik Vanuatu
-------------------------------------------------- ----
Gordon Darcy Lilo MP
Perdana Menteri

Kepulauan Solomon